Sekjen PBB: Suara Rakyat Lebanon Harus Didengar
Elshinta
Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sekjen PBB: Suara Rakyat Lebanon Harus Didengar
VOA Indonesia - Sekjen PBB: Suara Rakyat Lebanon Harus Didengar
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Senin (10/8), mengatakan suara rakyat Lebanon “harus didengar”. Guterres juga menyerukan “penyelidikan yang transparan dan kredibel” untuk menentukan penyebab ledakan pada 4 Agustus lalu yang menewaskan lebih dari 100 orang. Guterres mengatakan “saat kesedihan dan frustrasi berkepanjangan ini, kemarahan rakyat Lebanon jelas terlihat,” dan menambahkan bahwa “penting untuk melaksanakan reformasi guna memenuhi kebutuhan jangka panjang rakyat Lebanon.” Ledakan yang berasal dari sebuah gudang di Pelabuhan Beirut, meluluhlantakkan infrastruktur vital dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal. "Bencana yang ditimbulkan sangat besar. Rasa kehilangan dan ketidakpercayaan atas apa yang terjadi sangat dalam. Tetapi Lebanon tangguh. Lebanon memiliki semangat dan kemauan yang luar biasa. Yang terpenting juga adalah Lebanon tidak sendirian," kata Guterres. "Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan berdiri bersama Lebanon untuk membantu meringankan penderitaan dan mendukung upaya pemulihan. Ini adalah momen untuk menunjukkan rasa solidaritas, dan inilah saatnya mengubah segala sesuatunya menjadi lebih baik,” imbuhnya. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah membantu mengorganisir kedatangan pakar-pakar dari Kelompok Penasehat Upaya Pencarian dan Penyelamatan Internasional (ISRAG), dan sistem Koordinasi dan Pengkajian Bencana PBB (UNDAC) untuk membantu para petugas penyelamat di Beirut. Kepala OCHA Mark Lowcock mengatakan “ledakan di Beirut menimbulkan korban tewas dan kehancuran di negara yang sudah diselimuti tantangan serius. Telah ada tanggapan kemanusiaan yang cepat dan luas. Ini hanya elemen pertama dari tiga elemen tanggapan yang dibutuhkan." "Yang kedua, pemulihan dan rekonstruksi, akan menelan biaya miliaran dolar dan membutuhkan gabungan kerjasama keuangan publik dan swasta. Elemen ketiga adalah menanggapi krisis sosial ekonomi Lebanon yang sudah ada sebelum insiden ini terjadi," kata Lowcock menambahkan. Beberapa jam setelah ledakan itu terjadi, Koordinator Kemanusiaan dan  Penduduk Lebanon mengeluarkan anggaran bernilai $9 juta dari Dana Kemanusiaan Lebanon (Lebanon Humanitarian Fund) untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Sebuah pesawat yang membawa 20 ton pasokan kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mendarat di Beirut pada Rabu (5/8) untuk membantu mengatasi 1.000 kasus trauma dan 1.000 tindakan pembedahan bagi warga yang menderita luka-luka, terutama luka bakar, akibat ledakan dahsyat itu. Badan Urusan Pangan (World Food Program/WFP) telah mengimpor tepung terigu dan biji-bijian untuk produksi roti guna membantu melindungi terjadinya kekurangan pangan di seluruh Lebanon mengingat pelabuhan di mana insiden ledakan terjadi adalah tempat penampungan utama biji-bijian di Lebanon. Koordinator Penyelamatan Darurat Jumat lalu (7/8) mengeluarkan $6 juta dari Dana Respons Darurat Pusat (Central Emergency Response Fund/CERF). Presiden Perancis Emmanuel Macron dan PBB, Minggu (9/8), melangsungkan pertemuan untuk penyelenggaraan Konferensi Internasional guna mendukung Beirut dan rakyat Lebanon. [em/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelaku Serangan di Paris Mengaku Menarget Kantor Charlie Hebdo
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pihak berwenang Perancis mengatakan seorang lelaki yang Jumat lalu diduga menikam dua orang di Paris...
Jumlah Kasus Covid-19 di India Mencapai Enam Juta
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Jumlah kasus virus corona di India mencapai enam juta pada hari Senin (28/9). Negara dengan jumlah k...
500 Ditangkap dalam Protes-protes Akhir Pekan di Belarus
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Polisi di Belarus menangkap 500 demonstran pada akhir pekan, sementara protes-protes menentang Pres...
Penduduk Lokal Tasmania Selamatkan Pohon Kayu Putih dari Kepunahan 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Di dataran tinggi tengah Tasmania, muncul kekhawatiran terhadap nasib pohon cider gum atau kayu puti...
Jumlah Korban Tewas dalam Konflik Armenia-Azerbaijan Bertambah
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Pertempuran sengit antara pasukan Azerbaijan dan Armenia pada Senin (28/9) memicu retorika permusuha...
Anggota Parlemen Perempuan Inggris Dituduh Lecehkan Seorang Perempuan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Seorang anggota oposisi parlemen Inggris pada Senin (28/9) didakwa melecehkan seorang perempuan, kat...
Kambing Bantu Berantas Rumput Liar di Taman Kota New York
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Para pengunjung taman di kota New York disuguhi pemandangan yang tidak biasa pada minggu awal Septem...
DPR Desak Pemerintah Kecam Penghancuran 16 Ribu Masjid di China 
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk menyampaikan kecaman dan keprihatinan terhad...
Lonjakan Covid-19 di Israel, Yerusalem Tercatat sebagai Pusat Penularan
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Kota tua Yerusalem tercatat sebagai pusat penularan virus selagi Israel menjadi salah satu negara ya...
Bisnis Katering di Tepi Barat Beralih ke Mobil Kedai di Tengah Pandemi
Selasa, 29 September 2020 - 10:01 WIB
Dari hotdog hingga kopi. Pebisnis makanan dan minuman di Tepi Barat, Palestina, kini mengandalkan mo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV