Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?
Elshinta
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?
ABC.net.au - Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?

Pemerintah Australia memberikan tunjangan uang bagi permanent resident (PR) dan warganegara Australia, lewat skema JobKeeper dan JobSeeker. Sejumlah warga Indonesia di Australia yang memenuhi syarat menceritakan seberapa membantu tunjangan tersebut.

JobKeeper

  • Dibayarkan kepada bisnis atau tempat kerja untuk mempertahankan karyawan
  • Jumlah yang diberikan adalah AU$1,500 (belum termasuk pajak), namun akan turun di bulan September
  • Pendapatan bisnis atau pemberi kerja harus menurun minimal 30 persen untuk memenuhi kriteria

JobSeeker

  • Dibayarkan melalui Centrelink
  • Jumlah yang diberikan adalah AU$1,100 (belum termasuk pajak)
  • Untuk memenuhi syarat, pendapatan harus berada di bawah $1,086 per dua minggu dan pendapatan pasangan harus di bawah $79,000

*Skema ini hanya berlaku bagi yang berstatus permanent resident dan warganegara Australia

Natalia Nuyerepon, perempuan asal Jawa Timur, saat ini bekerja penuh waktu di restoran Hogs Breath Cafe, di Mildura, sebuah kota di Victoria yang berjarak 550km dari Melbourne.

Terhitung tanggal 23 Maret 2020 lalu, semua restoran, kafe, bar, dan pub harus menutup layanan dine-in atau makan di tempat dan hanya menyediakan take away dan delivery.

Namun, cabang restoran tempat ia bekerja harus ditutup sehingga mempengaruhi pekerjaannya sebagai koki.

"Di bulan Maret 2020 itu kami semuanya kena stood down [diberhentikan]. Jadi tidak ada kerja dan tidak ada pemasukan. Semua ditutup dan kami tidak mengerti nasib saat itu," kata dia.

"Untuk lokasi Mildura, karena populasi penduduk tidak terlalu tinggi seperti Melbourne, jadi [restoran Hogs Breath] kurang pemasukan untuk membayar karyawan dan sebagainya."

Akhirnya, Natalia harus mengakses subsidi JobSeeker yang tersedia bagi permanent resident dan warganegara Australia.

Selama sebulan menunggu tunjangan disetujui dan masuk ke rekeningnya, ia dan suaminya harus hidup dengan sisa tabungan.

"JobSeeker memberikan pendapatan sebesar AU$1.100 (Rp11,5 juta) per dua minggu, [belum dipotong pajak]. Jadi saya mendapatkan AU$654 (Rp6,8 juta) per minggu," katanya.

Kemudian setelah Pemerintah Australia mengeluarkan tunjangan JobKeeper, Natalia mendaftar dan beralih ke bantuan subsidi ini yang bernilai AU$1.500 (Rp15,6 juta) per dua minggu sebelum pajak.

Meski nilainya jauh lebih kecil dari pendapatan mingguannya sebelum pandemi, Natalia mengatakan JobKeeper saat ini masih membantu.

"Saya berusaha mencukupkan, karena banyak yang berubah dari pendapatan hampir seribu atau seribu lebih [per minggu] … langsung [turun] drastis," kata Natalia.

"Kembali lagi ke lifestyle [gaya hidup] dan bagaimana kita hidup untuk cukup di sini. Itu intinya. Jadi ini membantu, paling tidak, daripada nothing [tidak sama sekali].

Melebihi gaji sebelumnya

Sementara bagi warga Indonesia lainnya, Yuanita Gondorejo, tunjangan JobKeeper yang didapatkannya lebih menguntungkan bagi dirinya yang bekerja sebagai karyawan casual di toko Daiso.

Sejak pandemi, Yuanita hanya mendapatkan jam kerja satu hingga dua kali, dari sebelumnya tiga atau empat kali per minggu.

Namun, menurut perempuan yang sedang kuliah di RMIT University ini, jumlah uang dari JobKeeper justru melebihi gaji normalnya sebelum pandemi.

"Cukup menguntungkan ya bagi kita, karena kerjanya sedikit tapi dapat salary [gaji] stabil setiap dua minggu," kata Yuanita yang tinggal di Melbourne.

"Selalu dapat AU$1.300 (Rp13,5 juta) terus, walau jam kerjanya cuma sedikit. Kadang tidak ada, seminggu [hanya] sekali. Tapi itu cukup menguntungkan buat kaminya."

Dengan uang tersebut, perempuan yang berasal dari Mojokerto ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk kebutuhan sehari-hari, buat hidup, bayar sewa begitu lebih dari cukup. Dengan standar hidup biasa, [nilai bantuan subsidi ini] masih lebih dari cukup."

Mengenai pemotongan jumlah uang JobSeeker yang akan efektif di bulan September, Yuanita merasa sedikit sedih, namun tetap bersyukur.

"Karena posisinya sudah dapat [uang] segini, lumayan lah ya ... tidak apa-apa," ujarnya yang mengaku melihat ada beberapa temannya asal Indonesia yang tidak memenuhi syarat mendapat tunjangan JobKeeper.

Natalia juga menyampaikan hal yang sama dan menurutnya hanya harus menyesuaikan dengan perubahan yang ada.

"Kalau secara pribadi, sebenarnya sedih juga, karena tidak dipotong saja sebenarnya kurang ya, apalagi dipotong," kata Natalia kepada Natasya Salim dari ABC News.

Membantu bisnis tak bangkrut

Sementara itu, Christian Gunawan, pemilik bisnis otomotif Victory Automotive, mengatakan sulit untuk melihat dampak pengurangan nominal JobKeeper terhadap bisnisnya ke depan.

Namun, sebagai pelaku bisnis, ia justru lebih merasa khawatir mengenai kemungkinan Victoria untuk meningkatkan lagi peraturan pembatasan sosial ke tahap empat.

"Saya berharap tidak akan masuk lockdown yang lebih parah, stage 4. Karena kalau di stage 2 kami masih bisa bertahan, namun ketika stage 3, banyak langganan yang takut ke bengkel," katanya.

Christian mengatakan pelanggannya kebanyakan berasal dari kawasan lain, bukan hanya dari kawasan timur tempat bengkelnya berada.

Sehingga kalau tahap keempat yang lebih ketat mengatur pergerakan warga untuk tidak keluar dari kawasan mereka tinggal, pelanggan dari kawasan "takut diberhentikan polisi".

Sejak tahun 2015, Victory Automotive yang berlokasi di kawasan Clayton South, hanya mempekerjakan dua orang pekerja casual.

Sejak Mei, tunjangan JobKeeper telah membantu membayar gaji istrinya, yang terhitung sebagai karyawan casual, yaitu bagian administratif di bengkelnya.

"Istilahnya untuk menolong dan jangan sampai bangkrut, Jadi kami merasa sangat beruntung juga," kata Christian yang sudah menjadi warga tetap Australia dari tahun 1989.

"Dan company [atau perusahaan] kami small team [atau kelompok kecil]. Jadi kalau terlalu besar mungkin kita sangat struggling [kesulitan]."

Salah satu persyaratan bagi untuk menerima bantuan JobKeeper adalah dengan menunjukkan bukti bahwa pendapatan perusahaan yang bersangkutan telah merosot lebih dari 30 persen.

"Omzet kami turun 50 persen. Akhirnya kami mendaftarkan perusahaan kami di myGovID, yang bekerja sama dengan Australian Taxation Office [kantor pajak Australia]."

Simak berita lainnya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Komodo Adalah Saudara Kami: Penolakan Pembangunan Jurassic Park di Pulau Komodo
Jumat, 25 September 2020 - 12:48 WIB
Pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur telah mendapat penolakan sejumlah warg...
Polisi Vietnam Menyita Lebih dari 300.000 Kondom Daur Ulang
Jumat, 25 September 2020 - 12:48 WIB
Polisi di Vietnam menyita sekitar 345.000 kondom bekas yang telah dibersihkan dan dijual kembali seb...
Ada Keringanan Lockdown Bagi Mereka yang Hidup Sendiri di Melbourne
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Kepala Negara Bagian Victoria, Premier Daniel Andrews mengumumkan sebuah aturan baru bagi kaum lajan...
Kartu Diaspora Indonesia Diluncurkan Tiga Tahun Lalu, Adakah Manfaatnya?
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Sejak mulai diluncurkan di tahun 2017, Kartu Diaspora Indonesia yang dikenal dengan nama Kartu Masya...
Nelayan Aceh Kembali Temukan Ratusan Pengungsi Rohingya
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Sekitar 300 orang pencari suaka Rohingya yang diyakini telah berada di laut selama enam bulan dilapo...
Dua Wartawan Australia, Termasuk dari ABC Dievakuasi dari China
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Dua media Australia, ABC dan Australian Financial Review (AFR) telah mengevakuasi wartawan mereka ya...
Mengapa Setelah Sembuh dari COVID-19 Tetap Kehilangan Indra Penciuman?
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Di awal pandemi COVID-19, muncul beberapa laporan yang mengatakan jika virus corona telah menyebabka...
Kapan COVID-19 Berakhir? Mungkin Jawabannya Bisa Ditemukan dari Sejarah Pandemi
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Sekitar 100 tahun lalu, satu jenis baru influenza menulari hampir sepertiga penduduk dunia. Namun da...
Film Mulan Mendapat Seruan Boikot Terkait Perlakuan Muslim Uyghur di China
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Film Mulan yang diproduksi ulang dalam bentuk live-action mendapat seruan boikot karena adanya "ucap...
Penularan Corona di Indonesia Terasa Semakin Dekat, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Adinda Proehoeman setidaknya sudah mendengar lima kabar berita kematian dalam tiga pekan terakhir. A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV