Kematian Karena Flu Biasa di Australia Turun Tajam Karena Social Distancing
Elshinta
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kematian Karena Flu Biasa di Australia Turun Tajam Karena Social Distancing
ABC.net.au - Kematian Karena Flu Biasa di Australia Turun Tajam Karena Social Distancing

Salah satu hal yang positif dari penerapan aturan pembatasan aturan jarak antara warga, atau social distancing selama pandemi COVID-19 adalah menurunnya tingkat kematian karena flu biasa di Australia.

  • Sejak bulan April yang meninggal karena flu di Australia hanya 36 orang
  • Para pakar mengatakan penutupan sekolah, social distancing dan penutupan perbatasan jadi alasan penurunan kasus flu
  • Jumlah mereka yang menjalani vaksinasi juga meningkat 8,8 juta sejauh ini, naik 2 juta dari tahun lalu

Dari angka Statistik nasional terbaru yang didapat oleh ABC menunjukkan 36 orang meninggal karena flu biasa sepanjang periode bulan Januari sampai Juni 2020.

Padahal dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, jumlah mereka yang meninggal mencapai 430 orang.

Ian Barr, wakil direktur Pusat Penelitian Flu di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ini sebagai angka yang "bagus" karena flu adalah penyakit yang susah dibasmi.

"Saya kira kalau kita bisa mengalami hal ini setiap tahun, kita akan senang sekali," kata Professor Barr.

"Kita memang harus melakukan sesuatu yang luar biasa misalnya angka vaksinasi yang tinggi atau melakukan langkah dramatis seperti yang terjadi sekarang dengan adanya lockdown dimana-mana."

Musim flu tahun lalu termasuk yang sangat parah, sehingga menurunnya tingkat kematian di Australia dari tahun 2019 ke 2020 sangat berbeda.

Wakil Presiden Asosiasi Medis Australia (AMA) untuk negara bagian New South Wales, Andrew Zuschmann mengatakan tahun ini para dokter melihat tingkat penyebaran flu yang jauh lebih rendah.

"Yang tampak adalah banyak tindakan yang dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19 di komunitas sangat efektif mengurangi penyebaran flu biasa," katanya.

Secara total, dari Januari sampai akhir Juni 2019 ada lebih dari 132 ribu orang yang dinyatakan mengidap flu.

Tahun ini, hanya 21 ribu orang yang sejauh ini menderitta hal yang sama.

Mengapa angka flu turun drastis?

Penutupan sekolah, penerapan social distancing dan saran untuk lebih sering mencuci tangan semua sangat berpengaruh terhadap penurunan penderita dan juga kematian karena flu.

"Alasan utamanya adalah social distancing, karena flu juga menyebar seperti penyebaran COVID-19," kata Professor Barr.

"Penutupan sekolah juga mungkin memainkan peran besar dalam penyebaran flu di musim yang normal."

Ditutupnya perbatasan Australia bagi warga asing juga membuat berkurang kemungkinan bagi mereka yang membawa flu dari luar negeri.

Angka vaksiniasi juga meningkat, dengan data dari Departemen Kesehatan Australia menunjukkan dari bulan Maret sampai pertengahan bulan Juli tahun ini, sekitar 8,8 juta vaksin flu sudah diberikan.

Angka ini adalah dua juta lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Apa yang akan terjadi di musim dingin tahun depan?

Yang masih belum jelas adalah dampak dari keadaan sekarang terhadap musim flu tahun depan dan apakah karena begitu sedikitnya orang yang terkena flu tahun ini malah membuat keadaan lebih buruk tahun depan.

"Itu pertanyaan yang tidak ada bisa menjawab sama sekali, namun kami akan memantau dengan seksama," kata Profesor Barr.

Dia mengatakan saat ini susah untuk mengukur tingkat kekebalan terhadap flu di kalangan masyarakat dan musim flu seperti apa yang akan terjadi tahun depan, khususnya karena sekarang pergerakan warga antar negara bagian sangat dibatasi.

"Juga akan tergantung pada apa yang terjadi dalam soal interaksi masyarakat nantinya, seberapa cepat vaksin COVID-19 akan tersedia dan juga apa yang terjadi di luar negeri," katanya.

Australia bukan satu-satunya negara yang merasakan manfaat social distancing karena COVID-19, dengan menekan angka kematian karena penyakit pernapasan lainya.

"Australia sedang berada di puncak musim flu yang normal, namun juga di negara lain seperti Afrika Selatan, Selandia Baru, Chile dan Argentina," kata Professor Barr.

"Sudah terjadfi penurunan kasus flu yang tajam sejauh ini."

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Komodo Adalah Saudara Kami: Penolakan Pembangunan Jurassic Park di Pulau Komodo
Jumat, 25 September 2020 - 12:48 WIB
Pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur telah mendapat penolakan sejumlah warg...
Polisi Vietnam Menyita Lebih dari 300.000 Kondom Daur Ulang
Jumat, 25 September 2020 - 12:48 WIB
Polisi di Vietnam menyita sekitar 345.000 kondom bekas yang telah dibersihkan dan dijual kembali seb...
Ada Keringanan Lockdown Bagi Mereka yang Hidup Sendiri di Melbourne
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Kepala Negara Bagian Victoria, Premier Daniel Andrews mengumumkan sebuah aturan baru bagi kaum lajan...
Kartu Diaspora Indonesia Diluncurkan Tiga Tahun Lalu, Adakah Manfaatnya?
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Sejak mulai diluncurkan di tahun 2017, Kartu Diaspora Indonesia yang dikenal dengan nama Kartu Masya...
Nelayan Aceh Kembali Temukan Ratusan Pengungsi Rohingya
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Sekitar 300 orang pencari suaka Rohingya yang diyakini telah berada di laut selama enam bulan dilapo...
Dua Wartawan Australia, Termasuk dari ABC Dievakuasi dari China
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Dua media Australia, ABC dan Australian Financial Review (AFR) telah mengevakuasi wartawan mereka ya...
Mengapa Setelah Sembuh dari COVID-19 Tetap Kehilangan Indra Penciuman?
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Di awal pandemi COVID-19, muncul beberapa laporan yang mengatakan jika virus corona telah menyebabka...
Kapan COVID-19 Berakhir? Mungkin Jawabannya Bisa Ditemukan dari Sejarah Pandemi
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Sekitar 100 tahun lalu, satu jenis baru influenza menulari hampir sepertiga penduduk dunia. Namun da...
Film Mulan Mendapat Seruan Boikot Terkait Perlakuan Muslim Uyghur di China
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Film Mulan yang diproduksi ulang dalam bentuk live-action mendapat seruan boikot karena adanya "ucap...
Penularan Corona di Indonesia Terasa Semakin Dekat, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Jumat, 25 September 2020 - 07:32 WIB
Adinda Proehoeman setidaknya sudah mendengar lima kabar berita kematian dalam tiga pekan terakhir. A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV