Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan
Elshinta
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan
ABC.net.au - Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan

Seharusnya Jamin Heppell, seorang warga Australia, bisa saja melewati hari-harinya dengan mudah saat tertahan di Bali akibat pandemi COVID-19. Tapi ia memilih berlari melintasi Pulau Dewata dari utara ke selatan.

Pria asal Leongatha, kota kecil sebelah tenggara Melbourne, menempuh rute dari Singaraja ke Denpasar sejauh 90 kilometer, dengan berhenti setiap 5 kilometer.

Jamin tiba di Bali ketika di Australia warga sedang panik memborong tisu toilet saat memasuki lockdown pertama bulan Maret lalu.

Ia bermaksud menemani kekasihnya yang berkebangsaan Jerman untuk sama-sama menunggu berlalunya pandemi di pulau wisata itu.

Dampak pandemi tampak jelas di Bali dan Jamin menyaksikannya sendiri bagaimana warga setempat kesulitan setelah para turis pergi dan sampai kini belum kembali.

Pariwisata merupakan sektor yang mempekerjakan sekitar 10 persen lapangan kerja di Indonesia, yang mencakup sekitar 12 juta pekerja.

Menyadari hal itu, Jamin pun tergerak untuk berbuat sesuatu.

"Belum terjadi kekurangan makanan tapi ada masalah dengan distribusinya," katanya kepada ABC.

Bermitra dengan Bali Children Foundation

Rencana berlari di Bali yang tadinya hanya kegiatan pribadi bagi Jamin berubah menjadi kegiatan amal.

Jamin mengaku terinspirasi oleh seorang pria Prancis berusia 58 tahun yang berlari menempuh Mont Blanc sejauh 90 km. Ia memutuskan sudah waktunya juga untuk dirinya melakukan ultramarathon.

"Saya membuat komitmen untuk diri sendiri. Terlepas dari apa yang terjadi pada kegiatan itu, saya berlari 90 kilometer pada akhir pekan itu, di mana pun saya berada," katanya.

"Setelah sekitar sebulan berada di Bali dan menyaksikan kehancuran ekonomi karena kurangnya pariwisata akibat COVID, saya ingin mengubahnya menjadi penggalangan dana," ujar Jamin.

"Saya sudah mendapatkan perlakuan istimewa dan dilayani dengan sangat baik selama tinggal di sini," katanya menambahkan.

Jamin dan pelatihnya pun menyusun program latihan, memetakan rute yang akan ditempuh serta membentuk tim pendukung.

"Dua minggu sebelum saya berlari, kami menjalin kemitraan dengan Bali Children Foundation dan menetapkan target 9.000 (dolar) untuk 90 kilometer," jelasnya.

Karena jaraknya yang cukup jauh, tim mereka sudah bersiap sejak dinihari.

"Saya berangkat jam 3:30 pagi. Ada motor di depan dan di belakang saya. Setiap lima kilometer ada mobil pendukung yang telah menyiapkan banyak makanan dan minuman," papar Jamin.

"Kalau tak salah saya makan 15 pisang, sekitar satu kilo selai kacang, 250 gram kurma, setengah kilo nasi, dan banyak kopi," katanya.

"Saya berhasil melintas dari satu sisi Bali ke sisi lainnya," ujar Jamin.

Dalam tempo tiga minggu sejak penggalangan dana, Jamin juga telah melampaui target dan berhasil mengumpulkan $10.000 (sekitar Rp 100 juta) untuk Bali Children Foundation.

Tinggalkan kampung, perluas wawasan

Jamin Heppell dibesarkan di Leongatha, sebuah kota di negara bagian Victoria yang terletak di wilayah pesisir timur, sekitar 135 km dari kota Melbourne.

Keluarga Heppell memang terkenal di sana dengan kemampuan atletik mereka. Adik Jamin yang bernama Dyson, kini tercatat sebagai kapten Essendon Football Club, salah satu klub footy, sepakbola khas Australia.

"Saya hanya seorang pemuda kampung, suka footy [sepakbola gaya Australia], suka basket, dan mungkin satu dari sedikit orang yang menyukai sekolah," ujarnya.

Selain olahraga, Jamin mengaku juga menyukai kepemimpinan.

Ia punya pesan sederhana untuk anak-anak muda di kampungnya.

"Setelah pergi ke luar negeri saya menemukan betapa luas serta kayanya dunia ini dengan keanekaragaman budaya," katanya.

Ia menyarankan agar anak-anak muda berani menjelajahi segala hal secara penuh.

"Tinggalkan lingkungan tempatmu tumbuh, perluas wawasan, lalu bawa kembali pelajaran berharga ke kampjng halamanmu sebagai inspirasi bagi generasi muda lainnya," ujar Jamin.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Palestina Merasa Perjanjian Negara Arab dengan Israel Sebuah Pengkhianatan
Rabu, 23 September 2020 - 12:25 WIB
Dua negara Arab, Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian bersejarah untuk melakukan hu...
Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan
Rabu, 23 September 2020 - 12:25 WIB
Rana Elasmar, wanita hamil yang dianiaya di Sydney tahun, yakin dirinya menjadi sasaran serangan kar...
Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Pemerintah di beberapa negara bagian Australia mengeluarkan beragam bantuan bagi mahasiswa internasi...
Ini Soal Harga Diri: Warga Papua Kembalikan Uang Beasiswa Veronica Koman
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Permintaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar pengacara hak asasi manusia Veronica Koman ...
Ekonomi di Indonesia Dibuka Terlalu Cepat Tapi Bantuan Untuk Warga Terkendala
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Obed Humutur, seorang musisi kafe di Jakarta terpaksa menjual keyboard miliknya.Sejak Pembatasan Sos...
Lockdown Dilonggarkan, Warga Indonesia di Pedalaman Victoria Tersenyum Lagi
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Linda Craggs, seorang warga asal indonesia yang kini tinggal di Ballarat, kota kecil di Victoria, Au...
Tes Untuk Jadi Warga Negara Australia Dipersulit, Harus Lolos Ujian 75 Persen
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Bila ingin menjadi warga negara Australia, mulai tanggal 15 November 2020, Anda harus menjawab beber...
Warga Australia Tetap Semangat Belajar Bahasa Indonesia Online di Tengah Pandemi
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Tiga warga Australia dari beragam profesi masih tetap mempelajari Bahasa Indonesia walaupun harus me...
Tiket Terbang Keliling Australia Tanpa Mendarat Laris Terjual Dalam 10 Menit
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Industri penerbangan dan hotel adalah dua sektor yang termasuk paling terkena dampak akibat pembatas...
Membuat Pagar Pemisah: Tingginya Stigma Terhadap Pasien COVID-19 di Indonesia
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Saat Ibu dari Ari Harifin Hendriyawan dinyatakan positif terinfeksi virus corona, tetangganya mengam...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV