Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Masker Wajib Pakai dengan Denda Rp2 juta
Elshinta
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Masker Wajib Pakai dengan Denda Rp2 juta
ABC.net.au - Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Masker Wajib Pakai dengan Denda Rp2 juta

Negara bagian Victoria, dengan ibukota Melbourne memiliki hampir 3.000 kasus aktif virus corona, dengan 275 kasus baru yang tercatat dalam 24 jam terakhir hingga hari Senin (20/07).

Dalam laporan hariannya, pemimpin Negara Bagian Victoria, Premier Daniel Andrews juga mengumumkan seorang perempuan berusia 80-an meninggal dunia akibat virus corona.

Meski ada kasus penularan harian turun dari 363 dibandingkan hari Minggu kemarin, Daniel mengatakan dirinya "waspada".

Daniel mengatakan saat ini 147 warga Victoria dirawat di rumah sakit, 31 di antaranya dirawat di ruang intensif.

Sementara total angka kematian di negara bagian Victoria menjadi 39 orang.

Ia juga menambahkan satu hari dalam pandemi itu terasa "seperti sebulan" dan mendesak warga Victoria untuk mematuhi lockdown yang berlaku setidaknya enam minggu.

"Ini adalah normal baru kita, setidaknya untuk empat dan beberapa minggu ke depan dan lebih dari itu, saya pikir kita harus menjalankan hal-hal lain, seperti penggunaan masker."

Warga di kawasan metropolitan Melbourne dan Mitchelll Shire wajib memakai masker mulai Rabu, 21 Juli 2020 mulai pukul 23:59

Warga yang keluar rumah dan tidak bisa menjaga jarak wajib menggunakan masker dengan ancaman denda sebesar AU$200 atau lebih dari Rp2 juta jika tidak memakainya.

Penggunaan masker di Melbourne

  • Sekitar tiga juta masker yang bisa digunakan berkali-kali sedang dipesan Pemerintah Victoria, 300 ribu buah akan datang pekan ini
  • Awalnya memakai masker hanya imbauan, namun kini menjadi wajib karena otoritas kesehatan ini menekan penularan dengan cepat
  • Mereka yang berasal dari luar Melbourne metropolitan dan Micthell Shire termasuk yang wajib pakai saat masuk ke dua kawasan ini
  • Saat berolahraga tidak harus pakai, tapi tetap membawanya dan memakainya saat berhenti berolahraga
  • Anak-anak dibawah 12 tahun tidak harus pakai masker, termasuk saat di sekolah
  • Saat menyetir mobil dengan orang satu rumah tidak harus pakai, meski tetap disarankan memakainya

Belajar di rumah butuh kesabaran

Sekitar 700.000 pelajar dari jenjang persiapan hingga kelas 10 memulai semester 3 dengan belajar dari rumah.

Siswa senior dan siswa di sekolah khusus telah kembali ke ruang kelas.

Menteri Pendidikan Victoria, James Merlino mengatakan 1,2 juta masker sekali pakai akan didistribusikan ke sekolah-sekolah negeri, sekolah Katolik, dan sekolah independen dalam beberapa hari mendatang.

James mengatakan Departemen Pendidikan Victoria akan menerima tahap pertama pesanan terpisah sebanyak 1,37 juta masker yang bisa dipakai kembali.

"Pesan saya kepada orang tua adalah bersabar, jangan keras pada diri sendiri," katanya.

"Para guru tahu apa yang mereka lakukan. Terakhir kali saat kita mengalami ini, mereka melakukan pekerjaan yang brilian, dan mereka akan melakukannya lagi."

Wabah karantina hotel tidak dapat diterima

Premier Daniel Andrews mengatakan, baik dia maupun para menterinya belum dipanggil untuk menghadiri penyelidikan yudisial untuk menginvestigasi wabah virus corona selama program karantina hotel di Melbourne.

Penyelidikan yang diketuai oleh mantan hakim Jennifer Coate, dimulai pada Senin pagi.

"Siapa pun yang dipanggil harus muncul," katanya.

"Pertanggungjawaban utama untuk segala sesuatu yang terjadi di Pemerintah dan semua yang terjadi di negara bagian ini berada di tangan saya."

"Apa yang terjadi tidak dapat diterima. Kita perlu mendapatkan jawaban dan kita perlu tahu persis apa yang terjadi."

NSW berada di titik kritis

Premier New South Wales, Gladys Berejiklian mengatakan bahwa negara bagian tersebut saat ini sedang di titik kritis, setelah merekam tambahan kasus virus corona sebanyak 20 buah dalam semalam, yang 11 di antaranya berasal dari klaster di Sydney.

Akhir pekan lalu, petugas kesehatan sudah melakukan hampir 50.000 tes COVID-19, dan dari sana, 20 orang di antaranya positif.

Semua kasus baru ini telah diketahui sumbernya, dan Premier mengatakan bahwa hal tersebut adalah "sebuah hal positif", namun akan terus waspada.

"Kita akan terus berada dalam titik kritis. Kita memiliki waktu untuk mengisolasi kasus yang tetap harus diawasi dengan seksama dan memastikan untuk terus mengurangi penyebaran virus," katanya.

"Sayangnya, banyak tempat lain yang tidak memiliki kesempatan yang sama."

Ketika ditanya tentang kewajiban mengenakan masker yang berlaku di Melbourne, Premier Gladys mengatakan di NSW, hal tersebut masih menjadi pilihan masing-masing.

Ia mengatakan bahwa untuk saat ini, masker sifatnya adalah sebagai pelengkap dari kewajiban untuk melakukan social-distancing.

"Terutama dalam situasi di mana kita tidak bisa berjarak dengan orang lain atau bila kita sedang tidak enak badan dan mau berkonsultasi kesehatan."

Dari 20 kasus yang didiagnosa kemarin, tiga di antaranya berhubungan dengan klaster Casula Crossroads Hotel di barat daya Sydney.

Sedangkan, delapan kasus lainnya berhubungan dengan klaster di restoran Thai Rock yang berada di mal Wetherill Park dan empat kasus lainnya dari Batemans Bay Soldiers Club di Pantai Selatan NSW.

Sementara itu, empat kasus lainnya adalah warga yang baru kembali dari negara bagian lain, termasuk seseorang yang tertular virus corona di Victoria dan sedang mengisolasi diri.

Kepala petugas medis Kerry Chant mengatakan petugas kesehatan sedang menyelidiki bagaimana caranya sehingga klaster di Crossroads Hotel dan Thai Rock bisa terhubung satu sama lain.

Queensland minta titik pengecekan perbatasan digeser

Di Queensland dengan ibukota Brisbane, terdapat kenaikan satu kasus dalam semalam, di saat Premier Annastascia Palaszczuk sedang berusaha berkomunikasi dengan Pemerintah NSW untuk memindahkan titik pengecekan.

Dalam surat kepada Pemerintah NSW, Annastascia meminta agar titik pengecekan perbatasan dipindahkan ke bagian selatan, yaitu Tweed River.

Dengan demikian, ia berharap agar warga setempat tidak lagi merasa stress dan frustasi, selain dari mengurangi kemacetan lalu lintas.

"Menurut saya, demi alasan kerjasama, akan baik sekali bila Pemerintah NSW dapat mempertimbangkan hal ini, terutama karena ini sudah bulan Juli," katanya.

"Hal ini akan mempermudah urusan operasional dan mendekatkan kedua komunitas. Tentu saja mereka akan tetap menjadi warga New South Wales."

Anggota tentara Australia juga telah dikerahkan untuk membantu polisi memeriksa pengendara yang melintasi perbatasan Queensland-NSW dan mengurangi kemacetan.

Kepala Pengawasan Kepolisian Gold Coast , Mark Wheeler mengatakan bahwa timnya sudah siap siaga bila persetujuan telah dicapai oleh kedua pemimpin negara bagian.

Hukuman denda tidak cukup di Australia Selatan

Komisioner Kepolisian Australia Selatan, Grant Stevens mengatakan ia mendukung pilihan untuk memenjarakan warga yang melanggar aturan terkait perbatasan negara karena penularan di Victoria.

Pilihan tersebut menurutnya masih dipertimbangkan oleh Jaksa Agung Vickie Chapman, setelah dibahas oleh Partai Buruh minggu lalu.

Permintaan ini muncul karena dipicu oleh pelanggaran yang dilakukan oleh dua orang pria dan seorang perempuan yang melanggar aturan terkait perbatasan negara.

Salah satu warga, yang sedang menghadap pengadilan, mengaku kakinya patah sehingga memerlukan penanganan medis secepat mungkin dan meminta untuk diizinkan menyebrangi perbatasan negara Victoria di Yamba.

Saat ini, warga yang masuk ke Australia Selatan dengan ibukota Adelaide dari Victoria, tapi bukan warga lokal atau yang berkepentingan, akan didenda sebesar AU$1,000, sekitar Rp1 juta hingga AU$20,000, sekitar Rp205 juta.

Menurut Komisioner Grant, hukuman ini bukannya tidak "memberikan dampak signifikan", namun masih diabaikan pelintas, sampai harus menambah personil polisi di perbatasan.

Simak berita lainnya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Palestina Merasa Perjanjian Negara Arab dengan Israel Sebuah Pengkhianatan
Rabu, 23 September 2020 - 12:25 WIB
Dua negara Arab, Bahrain dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian bersejarah untuk melakukan hu...
Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan
Rabu, 23 September 2020 - 12:25 WIB
Rana Elasmar, wanita hamil yang dianiaya di Sydney tahun, yakin dirinya menjadi sasaran serangan kar...
Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Pemerintah di beberapa negara bagian Australia mengeluarkan beragam bantuan bagi mahasiswa internasi...
Ini Soal Harga Diri: Warga Papua Kembalikan Uang Beasiswa Veronica Koman
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Permintaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar pengacara hak asasi manusia Veronica Koman ...
Ekonomi di Indonesia Dibuka Terlalu Cepat Tapi Bantuan Untuk Warga Terkendala
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Obed Humutur, seorang musisi kafe di Jakarta terpaksa menjual keyboard miliknya.Sejak Pembatasan Sos...
Lockdown Dilonggarkan, Warga Indonesia di Pedalaman Victoria Tersenyum Lagi
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Linda Craggs, seorang warga asal indonesia yang kini tinggal di Ballarat, kota kecil di Victoria, Au...
Tes Untuk Jadi Warga Negara Australia Dipersulit, Harus Lolos Ujian 75 Persen
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Bila ingin menjadi warga negara Australia, mulai tanggal 15 November 2020, Anda harus menjawab beber...
Warga Australia Tetap Semangat Belajar Bahasa Indonesia Online di Tengah Pandemi
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Tiga warga Australia dari beragam profesi masih tetap mempelajari Bahasa Indonesia walaupun harus me...
Tiket Terbang Keliling Australia Tanpa Mendarat Laris Terjual Dalam 10 Menit
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Industri penerbangan dan hotel adalah dua sektor yang termasuk paling terkena dampak akibat pembatas...
Membuat Pagar Pemisah: Tingginya Stigma Terhadap Pasien COVID-19 di Indonesia
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB
Saat Ibu dari Ari Harifin Hendriyawan dinyatakan positif terinfeksi virus corona, tetangganya mengam...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV