Australia Tawarkan Perpanjangan Visa dan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong
Elshinta
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Australia Tawarkan Perpanjangan Visa dan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong
DW.com - Australia Tawarkan Perpanjangan Visa dan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada hari Kamis (09/07) mengatakan pemerintahnya akan memperpanjang masa berlaku visa bagi 10.000 warga Hong Kong yang saat ini sudah berada di negara itu.

Pernyataan ini diumumkan sehari setelah Cina meresmikan kantor baru untuk agen keamanannya di Hong Kong guna mengawasi implementasi undang-undang keamanan yang menargetkan tindakan subversi, pemisahan diri, terorisme, dan keterlibatan pihak asing.

"Akan ada warga Hong Kong yang mungkin sedang mencari tempat lain untuk pindah, untuk memulai kehidupan baru di tempat lain, membawa serta keterampilan mereka, bisnis mereka," ujar Morrison dalam sebuah konferensi pers, Kamis (09/07).

Morrison mengatakan sekitar 10.000 warga dan penduduk Hong Kong di Australia yang memegang visa pelajar atau kerja sementara akan diizinkan untuk tinggal di negara itu dengan masa tambahan lima tahun, terlepas dari tanggal akhir masa berlaku visa mereka saat ini.

"Jika Anda memegang visa sementara, visa Anda akan diperpanjang hingga lima tahun mulai hari ini, dengan tambahan waktu Anda sudah berada di Australia, dengan jalur menuju (status) tempat tinggal permanen di akhir periode," ujar Morrison.

Batalkan perjanjian ekstradisi

UU Keamanan yang baru diberlakukan di Hong Kong menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah negara di berbagai penjuru dunia. Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, mengatakan telah membahas langkah-langkah Cina di Hong Kong dengan negara-negara mitra keamanan yang disebut "Lima Mata" yaitu Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada.

Selain memperpanjang visa dan tawarkan perlindungan, Australia juga menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong dan mengumumkan langkah-langkah untuk menarik warganya dan kegiatan bisnis dari pusat keuangan Asia itu.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan undang-undang keamanan nasional yang baru diperkenalkan minggu lalu di Hong Kong telah membuat perubahan mendasar.

“Australia sedang menyesuaikan undang-undangnya, undang-undang kedaulatan kami, program imigrasi kedaulatan kami, hal-hal yang menjadi tanggung jawab kami dan yurisdiksi kami, guna mencerminkan perubahan yang kami lihat terjadi di sana," ujar Morrison.

Sesaat sebelum pengumuman ini, Kementerian Luar Negeri Australia telah memperingatkan warganya yang berada di Hong Kong tentang risiko penahanan berdasarkan undang-undang keamanan yang baru, yang dinilai banyak memiliki pasal karet.

Pemerintah Australia juga mendesak warga negaranya untuk mempertimbangkan kembali kepentingan mereka untuk tetap tinggal di Hong Kong, jika mereka memiliki kekhawatiran terkait UU tersebut.

Selain Australia, Selandia Baru juga mengatakan pihaknya juga tengah meninjau kembali hubungannya dengan Hong Kong karena undang-undang keamanan ini.

ae/vlz (AFP, Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rusia Segera Gelar Peradilan Pertama Pelaku Sunat Perempuan Setelah Lockdown
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
"Empat orang yang tidak dikenal memegangi tangan dan kakinya di kursi pemeriksaan ginekologi,&q...
Langgar Karantina Covid-19, Perempuan Austria Dihukum Penjara dan Denda Uang
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Pengadilan negeri di kota Klagenfurt, Austria, pada hari Rabu (22/07) menjatuhkan hukuman percobaan ...
Oxford University: Produksi Vaksin Corona Mungkin Bisa Dimulai Akhir Tahun Ini
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
"Targetnya, peluncuran vaksin bisa dilakukan akhir tahun ini - itu suatu kemungkinan, tetapi sa...
Menteri Pertahanan Jerman: Penarikan Pasukan AS Mengkhawatirkan untuk Aliansi NATO
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer berpendapat bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) ...
Banyak Pekerja Jerman Lebih Senang Home Office dan Tidak Ingin Kembali ke Kantor
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Lebih sedikit stres, lebih banyak waktu untuk keluarga, bahkan lebih produktif, kata mayoritas peker...
Kenapa Israel Urung Duduki Tepi Barat? 
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Perhatian dunia terpaku ke arah Tepi Barat Yordan pada 1 Juli silam, ketika Israel sejatinya akan me...
Krisis Keuangan Runtuhkan Sistem Rumah Sakit di Libanon, Salah Satu  yang Terbaik di Timur tengah 

 
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Rumah-rumah sakit di Libanon berjuang untuk bisa tetap membayar para pegawai, dan membayar biaya pe...
Misteri Virus Corona, Menyebar Super Cepat Diam-diam Tanpa Gejala
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Hanya dalam waktu tiga bulan setelah pemerintah Cina mengumumkan wabah pneumonia misterius di Wuhan,...
Studi: Amerika Utara Kemungkinan Telah Dihuni Manusia Sejak 26.500 Tahun Lalu
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu (22/07) mengungkap bahwa Amerika Utara kemungkinan tela...
Nusantara Institute: Penghayat Sunda Wiwitan
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan baru-baru ini dilaporkan menyegel bangunan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV