Ada Bukti Penyebaran Virus Corona Lewat Udara, WHO Diminta Ubah Pedoman
Elshinta
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ada Bukti Penyebaran Virus Corona Lewat Udara, WHO Diminta Ubah Pedoman
ABC.net.au - Ada Bukti Penyebaran Virus Corona Lewat Udara, WHO Diminta Ubah Pedoman

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekarang mengakui ada "bukti-bukti yang muncul" jika virus corona menyebar lewat udara.

  • anSurat terbuka yang diterbitkap pekan ini mendesak WHO mengakui adanya penyebaran virus lewat udara
  • WHO mengatakan petunjuk mereka akan diperbaiki dalam beberapa hari mendatang
  • Salah seorang ilmuwan mengatakan pekerja kesehatan enggan mengakui adanya penyebaran virus lewat udara

Sebelumnya, WHO mengatakan jika penularan utama virus corona adalah lewat tetesan yang keluar dari mulut atau hidung mereka yang sudah tertular dan jatuh di permukaan.

Namun dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan pekan ini, 239 ilmuwan dari 32 negara memberikan bukti yang menunjukkan partikel virus ini bisa menular mereka yang menghirup udara di dekat mereka yang sudah memiliki virus corona.

Karena adanya partikel kecil yang bisa mengambang di udara, para ilmuwan mendesak WHO untuk memperbaiki petunjuk kesehatan yang ada.

"Kami sudah membicarakan kemunngkinan penyebaran lewat udara dan ini merupakan salah satu cara penularan COVID-19," kata Dr Maria Van Kerkhove, pejabat utama WHO yang terlibat dalam masalah teknis penyebaran COVID-19.

Perubahan dalam petunjuk tersebut juga disampaikan oleh Benedetta Allegranzi, pejabat WHO yang terlibat dalam masalah pencegahan infeksi dan pengawasan.

Dia mengatakan ada bukti mengenai penyebaran virus lewat udara, meski semua bukti belum benar-benar jelas.

"Kemungkinan penyebaran lewat udara di tempat umum, khususnya di kondisi yang sangat spesifik, daerah yang padat orang, tertutup, dan memiliki ventilasi ruangan yang buruk, tidak bisa dikesampingkan," katanya.

"Namun bukti masih harus dikumpulkan dan dikaji, kami terus melakukan hal tersebut."

Pengakuan oleh WHO tampaknya akan membuat mereka mengubah petunjuk bagaimana menghentikan penyebaran virus corona.

Dr Van Kerkhove mengatakan WHO akan mengeluarkan publikasi baru mengenai moda penyebaran virus dalam beberapa hari mendatang.

"Paket yang menyeluruh mengenai cara penanangan diperlukan untuk bisa menghentikan penyebaran," katanya.

"Ini melibatkan tidak saja social distancing, namun juga menggunakan masker di tempat yang memerlukan hal tersebut dilakukan, khususnya dimana anda tidak bisa melakukan social distancing dan khususnya bagi pekerja kesehatan."

Lidia Morawska mengatakan virus bisa berada di udara selama belasan menit dan bahkan selama beberapa jam Video: Lidia Morawska mengatakan virus bisa berada di udara selama belasan menit dan bahkan selama beberapa jam (Indonesian)

Jose Jimenez, ahli kimia di University of Colorado, Amerika Serikat adalah salah satu dari 239 ilmuwan yang menandatangani surat terbuka minta WHO mengubah kebijakannya.

Ia mengatakan para pekerja kesehatan khawatir untuk menyampaikan penyebaran virus lewat udara tersebut, takut akan menimbulkan kepanikan.

"Bila orang mendengar kata "terbang di udara", pekerja kesehatan akan menolak untuk pergi ke rumah sakit," katanya.

Dia juga mengatakan ketakutan itu akan membuat banyak orang akan membeli masker canggih yang biasa digunakan oleh petugas di rumah sakit dan karenanya "tidak akan lagi yang tersedia untuk negara berkembang".

Meski demikian, Jose Jimenez mengatakan penting sekali agar WHO melihat bukti-bukti secara lebih komprehensif apakah memang virus corona ini bisa menyebar lewat udara.

"Ini bukan serangan terhadap WHO. Ini adalah debat ilmiah, namun kami merasa harus menulis surat terbuka karena mereka menolak mendengarkan bukti-bukti yang ada setelah begitu banyak kontak dengan mereka," katanya.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sari Bui Asal Jakarta Pernah Alami Anxiety, Kini Ia Ingin Menolong Orang Lain
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:20 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Sari Bui, warga Indonesia di Melbourne masih ingat saat ia...
Banyak Orang Masuk Kerja Padahal Sakit: Kasus COVID-19 di Victoria Kian Meningkat
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:19 WIB
Menteri Utama negara bagian Victoria, Australia, Premier Daniel Andrews menyatakan hingga saat ini m...
Eko Ariyanto Sudah Donor Darah 100 Kali di Australia, Rutin Dua Minggu Sekali
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:19 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC IndonesiaApa salah satu kebiasaan yang anda lakukan? Eko Ariyanto, s...
Pelajaran Untuk Kota Lain: Melbourne Dua Kali Lockdown, Penularan Masih Tinggi
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:19 WIB
Sudah tiga pekan lockdown diberlakukan di kawasan metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire, yang ki...
Influencer Mesir Dipenjara Dua Tahun Dengan Tuduhan Tidak Bermoral
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:57 WIB
Pengadilan di Mesir menjatuhkan hukuman penjara masing-masing dua tahun bagi dua media sosial influe...
Video Sejumlah Warga Australia Menolak Pakai Masker Jadi Viral di Media Sosial
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:57 WIB
Meningkatnya angka penularan virus corona di Australia mendorong pemerintahnya untuk memperketat atu...
Seberapa Aman Pesta Pernikahan di Indonesia Saat Penularan Corona Masih Tinggi?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:57 WIB
Pelonggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah di Indonesia telah me...
Bali Dibuka Kembali Untuk Turis Lokal Sebentar Lagi, Bagaimana Persiapannya?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:56 WIB
Akhir pekan ini, perhatian pariwisata Indonesia akan ditujukan ke salah satu destinasi utama berlibu...
Nasib Mahasiswa Indonesia yang Batal ke Australia Karena Pandemi COVID-19
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:56 WIB
Masih ditutupnya perbatasan Australia bagi warga negara asing telah menahan langkah mahasiswa baru a...
Australia Tolak Desakan Amerika Serikat Untuk Lebih Tegas Menentang China
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:55 WIB
Australia menolak desakan Amerika Serikat untuk lebih tegas menentang China dengan memperbanyak oper...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)