Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown Lokal
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown Lokal
DW.com - Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown Lokal

Untuk pertama kalinya sejak pandemi flu Spanyol tahun 1918 silam, pemerintah Australia akan menutup perbatasan dua negara bagian terpadatnya yakni New South Wales dan Victoria. Penutupan mulai berlaku Selasa (07/07) dini hari waktu setempat.

Keputusan ini diambil oleh PM Australia Scott Morrison bersama PM Victoria Daniel Andrews dan PM New South Wales Gladys Berejiklian.

“Ini keputusan yang baik, keputusan yang tepat dalam kondisi sekarang ini, memberikan pengaruh signifikan dalam penanggulangan virus ini,” ujar PM Vitoria, Daniel Andrews.

Sebelumnya, Minggu (05/07), Victoria melaporkan penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 127 kasus dan merupakan yang terbanyak sejak pertama kali muncul di negara bagian tersebut. Satu orang juga dinyatakan meninggal dunia.

Pembatasan sosial pun kembali diperketat di ibu kota Victoria, Melbourne. Sebanyak 30 pemukiman di pinggiran kota dan sembilan apartemen publik kembali menerapkan lockdown sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

PM New South Wales, Gladys Berejiklian, menuturkan belum mengetahui sampai kapan penutupan akan berlangsung. Namun pasukan militer dikerahkan di perbatasan untuk melakukan patroli penyeberangan ilegal. Namun, ia menjelaskan bagi masyarakat yang ingin menyeberang diwajibkan membuat surat izin melintasi perbatasan telebih dahulu dengan beberapa persyaratan.

Hingga Senin (06/07), sedikitnya terdapat 8.500 kasus positif COVID-19 di Australia dan 106 kasus di antaranya meninggal dunia.

India perpanjang lockdown

India kembali mencatat rekor kasus harian di negara tersebut. Hampir 25.000 kasus positif COVID-19 baru dilaporkan bertambah pada Minggu (05/07). Selain itu, dengan bertambahnya 613 kasus kematian baru, jumlah total kematian di India telah meningkat menjadi 19.268 kasus.

Pemerintah memutuskan untuk tetap menutup objek wisata populer India, Taj Mahal, dengan alasan risiko penyebaran virus corona di Kota Agra.

Pada Minggu (05/07), otoritas setempat mengumumkan perpanjangan pembatasan wilayah di sekitar Taj Mahal dan sekitar wilayah utara Kota Agra. Taj mahal telah ditutup sejak Maret silam.

"Demi kepentingan publik, telah diputuskan bahwa pembukaan monumen di Agra tidak akan disarankan pada saat ini," kata pejabat distrik dalam sebuah pernyataan .

Berdasarkan data John Hopkins University, dengan lebih dari 697.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, India menyalip Rusia menjadi negara yang memiliki kasus COVID-19 tertinggi ketiga di dunia, di bawah AS dan Brasil.

Spanyol kembali lockdown

Sementara pemerintah Spanyol juga memberlakukan lockdown terhadap 70 ribu penduduk di Galicia, wilayah barat laut Spanyol setelah dilaporkan penambahan kasus positif COVID-19 yang signifikan.

Keputusan itu diambil sehari setelah Catalonia juga mengumumkan lockdown lokal untuk 200 ribu penduduknya di wilayah barat ibu kota Barcelona untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Orang-orang yang tinggal di sepanjang psisir pantai utara Spanyol, La Marina, di wilayah Lugo tidak akan dapat meninggalkan wilayah tersebut mulai Minggu (06/07) tengah malam hingga Jumat (10/07), dua hari sebelum pemilihan regional pada 12 Juli.

Pemerintah hanya mengizinkan orang-orang yang memliki kepentingan pekerjaan yang dapat melakukan perjalanan, baik untuk meninggalkan atau pun memasuki wilayah tersebut.

Menteri Kesehatan Catalonia Jesus Vazquez Almuina mengatakan dalam konferensi persnya bahwa terdapat lonjakan kasus terkait dengan beberapa bar di daerah tersebut. Otoritas kesehatan Catalonia mengatakan sekarang ada 258 kasus positif di Galicia, 117 di antaranya di Lugo.

Kapasitas pengunjung di bar dan restoran akan kembali dikurangi hingga 50% dan orang-orang diwajibkan menggunakan masker saat di luar ruangan.

Sedikitnya tercatat 25 ribu kaus positif COVID-19 di Spanyol dengan angka kematian sebanyak 28.385 kasus, salah satu yang terparah di Eropa.

rap/pkp (Reuters, AFP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jadi Wisatawan Virtual di Katedral Notre Dame
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Katedral Notre Dame di Paris yang terkenal sejagat, awal 2019 silam hangus dilalap si jago merah. Se...
Rekaman Fotografi Lanskap Berlin di Puncak Wabah Corona
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Kota Berlin, yang biasanya riuh oleh aktivitas manusia sempat membisu akibat pandemi corona. Kondisi...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Teknik Kaca Pembesar Tingkatkan Efisiensi Sel Surya
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Kaca pembesar atau suryakanta, mampu memfokuskan energi dangat efektif di satu titik. Prinsip teknik...
Fakta Menakjubkan Seputar Pepohonan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Pepohonan menyerap karbon dari atmosfer, menjadi rumah bagi satwa dan meningkatkan kesejahteraan men...
HUT Ke-75 RI di Tengah Pandemi, Istana Ingatkan Momen Penting 10.17 WIB
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sudah di depan mata. Namun, tahun i...
Redam Depresi akibat Corona, Wanita di Bali Ini Lakukan Aksi Bersih-bersih Pantai
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Tak bisa dipungkiri, pandemi COVID-19 yang melanda dunia saat ini telah membuat segala lini ekonomi ...
Dituduh Hujat Nabi Muhammad, Penyanyi Islami Nigeria Divonis Hukuman Mati
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Pengadilan Tinggi Syariat di Kano, Nigeria Utara memvonis mati Yahaya Aminu Sharif yang berusia 22 t...
Melihat Makna Desain HUT ke-75 RI yang Diprotes Ormas di Solo Mirip Salib
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Salah satu ormas di Solo memprotes desain spanduk HUT kemerdekaan ke-75 RI karena disebut mirip simb...
Tiga Tewas Akibat Kerusuhan di Bangalore India Seputar Penghinaan Nabi Muhammad
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:52 WIB
Aksi demonstrasi dipicu sebuah unggahan di media sosial yang dinilai menghina nabi Muhammad. Akibatn...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)