Sudah Ribuan Orang Dikarantina di Australia dengan Biaya Ditanggung Pemerintah
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sudah Ribuan Orang Dikarantina di Australia dengan Biaya Ditanggung Pemerintah
ABC.net.au - Sudah Ribuan Orang Dikarantina di Australia dengan Biaya Ditanggung Pemerintah

Pemerintah Australia sedang mempertimbangkan agar biaya karantina wajib bagi mereka yang masuk ke Australia di tengah pandemi virus corona ditanggung sendiri, tidak lagi dibayarkan Pemerintah seperti saat ini.

  • Pemerintah Australia sudah keluarkan AU$118 juta untuk biaya karantina pendatang di hotel di Australia
  • Lebih dari 60 ribu orang menjalani karantina sejak aturan diberlakukan di Australia akhir Maret lalu
  • Akan lebih banyak lagi negara bagian yang membebankan biaya karantina kepada pendatang nantinya

Puluhan ribu orang dari luar negeri kembali ke Australia dalam tiga bulan terakhir dan sudah menjalani karantina, sesuai aturan perjalanan di masa pandemi virus corona.

Dengan menempatkan puluhan ribu orang di akomodasi mewah, seperti hotel memerlukan biaya besar bagi Pemerintah Australia sedikitnya AU$118,5 juta, atau lebih dari Rp 1 Triliun.

Penerbangan internasional ke Australia paling banyak mendarat di kota Sydney, New South Wales.

Karenanya Pemerintah NSW harus menanggung biaya terbesar untuk penginapan di hotel.

Menurut Australian Border Force, atau Pasukan Perbatasan Australia, sejak kebijakan diberlakukan dua setengah bulan lalu, 81 ribu orang sudah memasuki Australia.

63 ribu diantaranya harus menjalani karantina di hotel, sementara yang lainnya seperti awak pesawat, pengusaha internasional atau anggota militer ditangani dengan cara berbeda.

Pemerintah Australia menerapkan karantina hotel bagi semua yang datang dari luar negeri di akhir bulan Maret guna mencegah masuknya kasus corona dari luar negeri.

Sampai sejauh ini 62 persen kasus COVID-19 yang ada di Australia berasal dari luar negeri.

Mereka yang tiba di Sydney tidaklah disambut oleh sanak keluarga masing-masing, melainkan anggota militer berseragam yang membawa mereka ke hotel-hotel mewah.

Bagi warga yang baru datang, seperti Edward Ratanasen, pemandangan seperti itu terasa aneh, apalagi ia baru mendarat setelah perjalanan selama 37 jam dari Kanada.

"Ada rasa takut, semua orang terlihat cemas, ada sedikit perasaan panik. Mereka tidak memberi tahu kita akan dibawa ke mana, hanya disuruh naik ke bus," katanya.

Namun dia mengatakan merasa lega atas bantuan yang didapatkan.

"Mereka membawa tas, mereka memasukkan ke dalam bus, mereka membawanya sampai ke kamar," lanjutnya.

"Kalau saja saya punya dolar Australia, mungkin saya akan memberi tip untuk mereka."

Letnan Kolonel Jo Richards, yang menjadi perwira pengawas dari Angkatan Bersenjata Australia (ADF) yang membantu penanganan karantina di NSW mengatakan sejumlah tentara mulai dari pilot pesawat tempur sampai ke pengasuh anjing dilibatkan.

"Belum pernah sebelumnya personal ADF dilatih untuk menjadi manajer hotel atau menyambut mereka di bandara," katanya.

"Ada perasaan was-was di kalangan mereka yang baru kembali, tapi apa yang mereka rasakan sangat positif melihat personel ADF membantu mereka, jadi kami mendapat banyak tanggapan positif dari mereka yang baru pulang."

Mungkin harus membayar sendiri karantina

Pandemi COVID-19 membuat pergerakan warga dari luar negeri kembali ke Australia terus menurun, tetapi pemerintah Australia memperkirakan masih ada sekitar 6.500 orang masuk ke Australia setiap pekannya.

Turis internasional mungkin tidak akan bisa masuk Australia sampai awal 2021, karena perbatasan masih ditutup, karenanya sejumlah pemerintah negara bagian di Australia berusaha menghemat dana.

Kawasan Australia Utara (NT) sudah memberlakukan aturan jika warganya sendiri yang harus membayar biaya karatina.

Sementara Pemerintah negara bagian Queensland akan mulai memberlakukan karantina bagi mereka yang masuk bulan Juli.

"Ini akan menghabiskan biaya tinggi dan pendanaan yang harusnya bisa dialihkan untuk pemulihan ekonomi Queensland," kata Wakil Menteri Utama Queensland Steven Miles.

Negara bagian Biaya karantina hotel yang sudah dikeluarkan 
New South WalesAU$50 juta
VictoriaAU$31,6 juta
QueenslandAU$19,7 juta
Western AustraliaAU$14,8 juta
South AustraliaAU$2 juta
Australian Capital TerritoryAU$400,000
Northern TerritoryWarga harus membayar sendiri
Tasmania Tidak melaporkan

Karantina tidak cukup untuk membantu industri perhotelan

Industri perhotelan merupakan salah satu industri di Australia yang merasakan dampak serius karena pandemi, karena perjalanan yang dibatasi.

Michael Johnson dari Akodomodasi Turis Australia mengatakan karantina di hotel tidaklah memberikan pemasukan besar bagi industri tersebut.

"Memang ada pemasukan uang namun dari sisi perhotelan, tidaklah berdampak besar, karena kalau kita lihat setiap harinya ada puluhan ribu orang yang memerlukan akomodasi hotel," katanya.

"Bahkan dengan adanya keharusan karantina, bisnis perhotelan di Sydney tidak pernah melebihi 20 persen, dan itu belum termasuk hotel yang terpaksa tutup."

Negara bagianJumlah total yang dikarantinaJumlah orang pekan lalu
NSW25.1883.699
Vic15.8142.497
QLD9.6361.538
Tas2.793232
WA5.971841
NT2.343208
ACT521296
SA86717

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sari Bui Asal Jakarta Pernah Alami Anxiety, Kini Ia Ingin Menolong Orang Lain
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:20 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Sari Bui, warga Indonesia di Melbourne masih ingat saat ia...
Banyak Orang Masuk Kerja Padahal Sakit: Kasus COVID-19 di Victoria Kian Meningkat
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:19 WIB
Menteri Utama negara bagian Victoria, Australia, Premier Daniel Andrews menyatakan hingga saat ini m...
Eko Ariyanto Sudah Donor Darah 100 Kali di Australia, Rutin Dua Minggu Sekali
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:19 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC IndonesiaApa salah satu kebiasaan yang anda lakukan? Eko Ariyanto, s...
Pelajaran Untuk Kota Lain: Melbourne Dua Kali Lockdown, Penularan Masih Tinggi
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:19 WIB
Sudah tiga pekan lockdown diberlakukan di kawasan metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire, yang ki...
Influencer Mesir Dipenjara Dua Tahun Dengan Tuduhan Tidak Bermoral
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:57 WIB
Pengadilan di Mesir menjatuhkan hukuman penjara masing-masing dua tahun bagi dua media sosial influe...
Video Sejumlah Warga Australia Menolak Pakai Masker Jadi Viral di Media Sosial
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:57 WIB
Meningkatnya angka penularan virus corona di Australia mendorong pemerintahnya untuk memperketat atu...
Seberapa Aman Pesta Pernikahan di Indonesia Saat Penularan Corona Masih Tinggi?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:57 WIB
Pelonggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah di Indonesia telah me...
Bali Dibuka Kembali Untuk Turis Lokal Sebentar Lagi, Bagaimana Persiapannya?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:56 WIB
Akhir pekan ini, perhatian pariwisata Indonesia akan ditujukan ke salah satu destinasi utama berlibu...
Nasib Mahasiswa Indonesia yang Batal ke Australia Karena Pandemi COVID-19
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:56 WIB
Masih ditutupnya perbatasan Australia bagi warga negara asing telah menahan langkah mahasiswa baru a...
Australia Tolak Desakan Amerika Serikat Untuk Lebih Tegas Menentang China
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:55 WIB
Australia menolak desakan Amerika Serikat untuk lebih tegas menentang China dengan memperbanyak oper...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)