Covid-19: Sebulan usai longgarkan lockdown, India jadi negara ketiga dengan kasus terbanyak di dunia
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Covid-19: Sebulan usai longgarkan lockdown, India jadi negara ketiga dengan kasus terbanyak di dunia
BBC - Covid-19: Sebulan usai longgarkan lockdown, India jadi negara ketiga dengan kasus terbanyak di dunia
India Hak atas foto SANJEEV GUPTA/EPA
Image caption Selama tiga hari terakhir, kasus Covid-19 India telah melaju dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, menambahkan lebih dari 20.000 kasus terkonfirmasi positif per hari.

India mencatat lebih dari 24.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Total jumlah kasus positif virus corona di India menjadi ketiga yang terbanyak di dunia.

Total kini ada 697.413 kasus Covid-19 di India dengan jumlah kematian 19.693 orang.

Peningkatan jumlah ini disumbang oleh kenaikan kasus dari beberapa negara bagian di wilayah selatan, termasuk Telangana, Tamil Nadu dan Karnataka.

India membuka kembali pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan perkantoran pada bulan lalu.

Selama tiga hari terakhir, kasus Covid-19 India telah melaju dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, menambahkan lebih dari 20.000 kasus terkonfirmasi positif per hari.

Meskipun India memiliki jumlah kasus tertinggi ketiga, total kematian di negara itu berada di urutan nomor delapan di dunia, demikian menurut statistik Universitas Johns Hopkins.

Hak atas foto Getty Images
Image caption India mencatat lebih dari 24.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir

Sebelumnya, sejumlah negara bagian di wilayah India selatan dilaporkan berhasil mencegah penyebaran infeksi corona.

Tetapi ini terlihat berubah karena infeksi yang dilaporkan di selatan - Karnataka, Telangana, Andhra Pradesh dan Tamil Nadu - tumbuh lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan nasional, demikian laporan surat kabar The Indian Express.

India melakukan lockdown atau karantina wilayah ketat pada Maret lalu untuk mengekang penyebaran virus corona, yang semula jumlahnya hanya ratusan kasus.

Karantina mulai dilonggarkan secara bertahap pada Juni demi untuk mendorong kegiatan ekonomi, bahkan ketika kasus terus meningkat.

Tetapi para ahli merujuk pada tingkat kematian yang rendah di India - 2,4% dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 4,7% - sebagai potensi yang baik untuk melonggarkan kebijakan lockdown.

Lagipula, tingkat pemulihan yang sakit - sekitar 60% dari semua kasus yang dikonfirmasi - adalah tanda lain yang dianggap menggembirakan.

Hak atas foto NARINDER NANU/AFP
Image caption Karantina mulai dilonggarkan secara bertahap pada Juni demi untuk mendorong kegiatan ekonomi, bahkan ketika kasus terus meningkat.

Infeksi aktif India - 36% dari total kasus - disorot secara signifikan karena kasus-kasus ini yang berdampak langsung pada sistem perawatan kesehatan negara yang rapuh, dan telah mendominasi berita utama.

Banyak laporan tentang pasien yang ditolak di berbagai rumah sakit, dan bahkan telah menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, di kota-kota seperti Delhi, Mumbai dan Bangalore, yang memicu kemarahan warga.

Sebagian dari peningkatan jumlah ini merupakan cerminan dari peningkatan pengujian di seluruh negeri, yang memang digenjot dalam beberapa pekan terakhir.

Jumlah tes harian yang dilakukan telah meningkat menjadi sekitar 250.000 tes, demikian laporan media lokal.

Berbagai negara bagian dan kota telah meningkatkan fasilitas pengujian dan ibu kota Delhi, misalnya, sudah sangat berfokus pada pengujian antigen baru-baru ini.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Di India beberapa pasien yang diduga menderita Covid-19 ditolak dari rumah sakit

Tetapi angka-angka terbaru ini juga merupakan akibat pemberlakuan kebijakan normalisasi, sehingga angkanya meningkat kembali, setelah karantina wilayah dicabut.

Kondisi ini sebagian merupakan cerminan dari meningkatnya aktivitas di luar ruangan, dengan pembukaan kembali restoran dan kembalinya karyawan ke kantor.

Meningkatnya angka juga bisa menjadi indikasi bahwa India kemungkinan dengan cepat mendekati puncaknya, sejalan dengan perkiraan banyak ahli sebelumnya bahwa Covid-19 akan menyerang ketika musim hujan mulai antara Juli dan Agustus.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV