Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar, Sedikitnya 160 Tewas
Elshinta
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar, Sedikitnya 160 Tewas
VOA Indonesia - Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar, Sedikitnya 160 Tewas
Sedikitnya 160 pekerja di sebuah tambang batu giok di Myanmar utara hari Kamis meninggal akibat tanah longsor, kata Dinas Pemadam Kebakaran Myanmar. Di halaman Facebook-nya, dinas pemadam kebakaran itu mengatakan para penambang mengumpulkan batu-batu berharga di desa Hpakant di negara bagian Kachin ketika mereka terkena “gelombang lumpur” setelah hujan lebat. Para pejabat mengatakan petugas penyelamat bekerja sepanjang hari untuk mencari mayat para korban dari sebuah danau yang penuh lumpur sementara hujan lebat terus mengguyur. Inspektur polisi Than Win Aung mengatakan hujan lebat dapat menyebabkan tambang lain runtuh di medan yang tidak stabil. Tanah longsor yang fatal dan kecelakaan lainnya adalah kejadian yang sering terjadi di daerah ini dalam beberapa tahun terakhir. Myanmar adalah salah satu sumber batu giok terbesar di dunia, jenis permata yang lebih berharga. Penambangan permata hijau tembus cahaya itu sebagian besar didorong oleh permintaan besar di China. Kementerian Penerangan Myanmar mengutip laporan dinas pemadam kebakaran setempat sewaktu mengumumkan jumlah korban tewas di lokasi bencana longsor di Hpakant, di negara bagian Kachin. Hpakant terletak 950 kilometer dari utara Yangon. Kota itu merupakan pusat industri tambang batu giok yang terbesar dan paling menguntungkan di dunia. Rincian lain terkait bencana itu belum terungkap. Kecelakaan tambang yang merenggut banyak korban jiwa sering terjadi Myanmar. Mereka yang menjadi korban umumnya warga miskin yang mencari sisa-sisa batu giok di gundukan-gundukan tanah raksasa peninggalan perusahaan-perusahaan tambang. Gundukan-gundukan tanah itu sangat tidak stabil pada musim hujan. Wilayah utara Myanmar dikenal kaya sumber daya alam, seperti giok, emas, dan kayu. Pada tahun 2014, LSM Watchdog Global Witness menyebut, industri tambang di kawasan tersebut bernilai 31 miliar dolar. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
47 Nakes Termasuk Dalam 184 Kasus Baru Covid-19 di Gorontalo
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Provinsi Gorontalo melaporkan 47 tenaga kesehatan termasuk dalam 184 kasus baru Covid-19 di wilayah ...
Badai Tropis Gonzalo Diperkirakan Menguat Hari Kamis
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Badai tropis Gonzalo, yang bergerak melalui Atlantik menuju Karibia, diperkirakan akan menguat pada ...
Ribuan Korban Covid-19 di Peru, Tak Tercatat Sebagai Korban Tewas
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Presiden Peru Martin Vizcarra mengatakan 3.688 orang keliru tidak disertakan dalam laporan terdahulu...
Menlu RI: 99 Orang Rohingya di Aceh Resmi Berstatus Pengungsi
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Sebanyak 99 warga etnis minoritas muslim Rohingya yang lari dari negara bagian Rakhine, Myanmar, ke ...
Menlu AS Pompeo Dijadwalkan Berpidato Mengenai China
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dijadwalkan untuk berpidato hari Kamis (23/7) di California menge...
Serangan Udara yang Diduga Dilancarkan Pemerintah Afghanistan Tewaskan 14
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Serangan udara pemerintah di Herat, provinsi di bagian barat Afghanistan, menewaskan sedikitnya 14 o...
Jokowi Gelontorkan Bantuan Rp1 Triliun untuk Koperasi
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Presiden Joko Widodo berharap bantuan untuk koperasi bisa mendongkrak perekonomian Indonesia pada ma...
Kim Jong-un Serukan Perbaikan Industri Ternak Ayam Korut
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menginspeksi sebuah peternakan ayam yang dibangun di kawasan sebela...
Pasien Covid-19 di AS Dengan Cepat Mendekati 4 Juta Orang
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Pasien yang tertular Covid-19 di AS dengan cepat mendekati jumlah 4 juta. Sementara itu ratusan ribu...
Selain China, Indonesia Gandeng Korea Selatan dan CEPI Produksi Vaksin Covid-19
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:35 WIB
Selain dengan China, Indonesia melalui PT Kalbe Farma melakukan kerja sama pengembangan vaksin denga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV