Seluruh Negara Bagian Victoria Bisa Ditutup Jika Penularan Corona Tidak Turun
Elshinta
Kamis, 02 Juli 2020 - 13:31 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Seluruh Negara Bagian Victoria Bisa Ditutup Jika Penularan Corona Tidak Turun
ABC.net.au - Seluruh Negara Bagian Victoria Bisa Ditutup Jika Penularan Corona Tidak Turun

Menteri Utama negara bagian Victoria, Premier Daniel Andrews memperingatakan seluruh negara bagian Victoria bisa ditutup jika kasus penularan corona tidak turun.

  • Dalam 24 jam terakhir ada 73 kasus COVID-19 baru di Melbourne
  • Premier Andrews mengatakan jika keadaan tidak tertangani lebih banyak kawasan lagi akan ditutup
  • Kewajiban agar warga melakukan tes corona adalah langkah terakhir yang akan dilakukan

36 suburb atau kawasan perumahan dari 10 kawasan hotspot akan kembali ditutup, meski Premier Daniel mengatakan sebagai sebuah keputusan yang sulit.

Mulai pukul 11:59 hari Rabu malam, sekitar 311 ribu warga yang tinggal di 10 kode pos dilarang melakukan kegiatan di luar rumah kecuali melakukan hal yang dianggap penting seperti belanja, olahraga, sekolah atau kerja dan berobat.

Kode pos hotspot corona di Melbourne:

  • 3012: Brooklyn, Kingsville, Maidstone, Tottenham, West Footscray
  • 3021: Albanvale, Kealba, Kings Park, St Albans
  • 3032: Ascot Vale, Highpoint City, Maribyrnong, Travancore
  • 3038: Keilor Downs, Keilor Lodge, Taylors Lakes, Waterardens
  • 3042: Airport West, Keilor Park, Niddrie
  • 3046: Glenroy, Hadfield, Oak Park
  • 3047: Broadmeadows, Dallas, Jacana
  • 3055: Brunswick South, Brunswick West, Moonee Vale, Moreland West
  • 3060: Fawkner
  • 3064: Craigieburn, Donnybrook, Mickelham, Roxburgh Park, Kalkallo

Selama 24 terakhir dilaporkan ada 73 kasus COVID-19 baru dan merupakan angka penularan yang lebih dari 10 selama 14 hari berturut-turut.

Pembatasan yang masuk dalam Kategori 3 tersebut akan berlaku setidaknya sampai 29 Juli.

"Bila kita tidak bisa menguasai keadaan dengan cepat, kita bisa saja menutup seluruh negara bagian," kata Premier Daniel kepada Radio 3AW di Melbourne.

"Ini masih jauh dari selesai. Virus ini sangat mudah menyebar dan pelanggaran aturan sekecil apapun bisa membuat virus ini menyebar di kalangan masyarakat."

Premier Andrews juga mengingatkan kepada warga yang tinggal di kode pos yang tidak ditutup untuk tetap waspada dan memperingatkan kalau mereka sakit untuk tidak keluar rumah.

Dia mengatakan dalam menerapkan pembatasan pergerakan warga, polisi akan dikerahkan di jalan-jalan utama yang menghubungkan kawasan perumahan.

"Polisi akan melakukan pengecekan random bertanya mengapa warga keluar rumah dan apakah mereka punya alasan kuat," katanya.

"Saya berharap kita tidak perlu menerapkan denda, namun kecuali warga patuh, hal tersebut mungkin akan dilakukan.

Premier Andrews mengatakan bila warga tidak mematuhi aturan, dan kasus terus meningkat, maka dia akan menutup seluruh kawasan pemukiman di Melbourne.

Pembatasan aturan yang ketat di 10 kode pos itu akan dicabut jika penularan sudah menurun setiap hari.

"Pesannya jelas sekali bahwa agar pembatasan dilonggarkan, ikuti aturan, gunakan akal sehat, dan jangan berpikiran ini sudah selesai," katanya lagi.

Wajib tes adalah langkah terakhir

Pejabat sementara Chief Medical Officer, atau Kepala Bidang Kesehatan Australia, Paul Kelly mengatakan tindakan yang dilakukan negara bagian Victoria adalah tindakan yang "kuat dan tepat"

Ia pun mendukung peringatan Premier Daniel jika pembatasan lebih ketat mungkin perlu dilakukan.

"Jelas sekali ini bisa diperluas jika diperlukan dan yang juga penting akan diterapkan dengan ketat," katanya.

"Kita tahu ada kasus dan kita tahu ada pengetesan besar-besaran. Kita akan tahu apakah akan berhasil atau tidak."

Menurut laporan sekitar 900 warga di Broadmeadows dand Keilor Downs menolak menjalani tes dan timbul pertanyaan apakah tes harus kemudian diwajibkan.

Profesor Kelly mengatakan tes wajib mungkin merupakan usaha terakhir.

"Seluruh pejabat kesehatan di masing-masing negara bagian menurut undang-undang memiliki kuasa untuk membuat tes sebagai kewajiban," katanya.

"Namun itu langkah terakhir. Saya kira penjelasan dan kerjasama adalah langkah pertama."

"Saya kira 100 ribu orang sudah menyatakan setuju dites, dan mari konsentrasi ke hal yang positif," tambahnya.

Premier Daniel juga meolak untuk membuat tes corona sebagai keharusan.

Menurutnya jika itu dilakukan maka akan membuat polisi dan petugas kesehatan harus pergi ke semua rumah dan ini akan menimbulkan masalah.

"Kami mendesak warga untuk mau dites," katanya.

Profesor Kelly juga mengatakan mengenakan masker di wilayah yang saat ini mengalamai peningkatan penularan virus corona akan membantu.

"Bila warga di kawasan ini tidak bisa menghindari kerumunan orang banyak, masker bisa menjadi bagian dari solusi walaupun bukan satu-satunya solusi," katanya.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah Australia memberikan tunjangan uang bagi permanent resident (PR) dan warganegara Australi...
Kematian Karena Flu Biasa di Australia Turun Tajam Karena Social Distancing
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Salah satu hal yang positif dari penerapan aturan pembatasan aturan jarak antara warga, atau social ...
Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Seharusnya Jamin Heppell, seorang warga Australia, bisa saja melewati hari-harinya dengan mudah saat...
Pendekatan Baru Indonesia Untuk Menangani COVID-19, Seberapa Efektif?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pekan lalu, Indonesia menggunakan pendekatan baru dalam penanganan pandemi virus corona di Indonesia...
Warga Melbourne Akan Diberi Rp3 Juta Kalau Diam di Rumah Setelah Tes Corona
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah negara bagian Victoria mengumumkan akan memberikan tunjangan uang senilai AU$300, atau le...
Sejumlah Penjaga Karantina COVID-19 Di Melbourne Direkrut Lewat WhatsApp
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Sejumlah penjaga keamanan yang ditugaskan untuk menjaga hotel-hotel di Melbourne tempat karantina wa...
Pasukan Khusus Australia Bentangkan Simbol Rasis di Afghanistan
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Anggota pasukan khusus Australia (SAS) berpose dan merekam aksinya sendiri membentangkan sebuah Bend...
KDRT Meningkat di Asia Akibat Lockdown COVID-19, Termasuk di Indonesia
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Aturan pembatasan pergerakan warga, atau lockdown, selama pandemi COVID-19 telah menyebabkan meningk...
Reynold Poernomo Gagal Ke Final MasterChef Australia 2020
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Harapan Reynold Poernomo, peserta yang difavoritkan banyak...
Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Masker Wajib Pakai dengan Denda Rp2 juta
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Negara bagian Victoria, dengan ibukota Melbourne memiliki hampir 3.000 kasus aktif virus corona, den...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV