Indonesia Tidak Masuk Daftar Negara Aman COVID-19, Tunda Dulu Rencana ke Eropa
Elshinta
Kamis, 02 Juli 2020 - 13:31 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Indonesia Tidak Masuk Daftar Negara Aman COVID-19, Tunda Dulu Rencana ke Eropa
ABC.net.au - Indonesia Tidak Masuk Daftar Negara Aman COVID-19, Tunda Dulu Rencana ke Eropa

Uni Eropa telah mengumumkan 14 negara yang dikategorikan aman untuk masuk dan berpergian ke negara-negara di Eropa di tengah pandemi virus corona.

  • Uni Eropa mengatakan akan mengkaji daftar negara aman setiap dua minggu
  • Amerika Serikat tidak termasuk dalam daftar yang dikeluarkan Uni Eropa
  • Warga Australia tidak bisa melakukan perjalanan saat ini kecuali dengan izin khusus

Australia menjadi salah satu dari 14 negara yang dimasukkan Uni Eropa sebagai negara yang aman untuk datang ke negara-negara di Eropa.

Namun tidak berarti warga Australia bisa segera pergi begitu saja karena masih adanya larangan bepergian ke luar Australia tanpa izin setidaknya sampai 17 September mendatang.

Selain larangan berpergian ke luar negeri, mereka yang tiba di Australia masih harus menjalani karantina wajib 14 hari. Kedatangan ke Australia pun hanya berlaku untuk warga negara Australia dan permanent resident.

Jadi mengapa Uni Eropa mengeluarkan daftar negara yang aman padahal perjalanan internasional masih belum normal?

Sekarang ini adalah musim panas di Eropa dan negara-negara yang bergabung dalam Uni Eropa tampaknya berusaha menarik sebanyak mungkin turis untuk datang, karena sebagian besar dari mereka menggantungkan diri pada turisme.

Ada 14 negara dimana warganya boleh ke Uni Eropa untuk tujuan bisnis atau liburan.

  • Aljazair
  • Australia
  • Kanada
  • Georgia
  • Jepang
  • Montenegro
  • Maroko
  • Selandia Baru
  • Rwanda
  • Serbia
  • Korea Selatan
  • Thailand
  • Tunisia
  • Uruguay

Perubahan ini mulai berlaku Rabu, 1 Juli 2020.

Apakah warga Australia boleh berlibur ke Eropa sekarang?

Sebenarnya tidak.

Warga Australia pada umumnya tidak diijinkan bepergian ke luar negeri kecuali dengan izin.

Mereka yang boleh bepergian:

  • Bila perjalanan merkea bagian dari usaha menangani COVID-19, termasuk memberikan bantuan
  • Bepergian dalam urusan menangani bisnis yang penting (termasuk soal impor dan ekspor)
  • Melakukan perjalanan untuk mendapat tindakan medis yang tidak tersedia di Australia
  • Untuk urusan pribadi yang penting dan tidak bisa ditunda lagi
  • Bepergian dengan alasan kemanusiaaan
  • Alasan melakukan perjalanan untuk kepentingan nasional

Saat mereka kembali ke Australia, mereka masih harus menjalani karantina selama 14 hari.

Walau memiliki izin khusus, melakukan perjalanan internasional saat ini bukanlah hal yang gampang, karena terbatasnya penerbangan dan juga kawasan yang bisa didatangi

Di hari terakhir jabatannya sebagai Kepala Bidang Medis Australia, Professor Brendan Murphy mengatakan pembatasan perjalanan tampaknya tidak akan dicabut sepenuhnya sampai vaksin ditemukan.

"Sampai itu terjadi, kita akan melihat adanya pembatasan dan bila kita tidak melihat adanya vaksin dalam waktu dekat, maka tentu kita harus mengkaji ulang," katanya minggu lalu.

Apakah semua Uni Eropa akan melakukannya?

Pengumuman tersebut hanyalah rekomendasi kepada seluruh anggota Uni Eropa yang berarti masing-masing negara anggota masih bisa menerapakan pembatasan bagi mereka yang berasal dari 14 negara tersebut.

Dalam hitungan jam setelah pengumuman Uni Eropa, Italia yang memiliki salah satu angka kematian COVID-19 tertinggi di dunia mengatakan tidak akan menerapkan aturan tersebut dan menerapkan karantina bagi negara yang tidak menjadi bagian dari zona bebas visa Schengen.

Situasi global tetap sangat kompleks. Kami harus mencegah pengorbanan yang sudah dilakukan warga Italia dalam beberapa bulan terakhir tidak berakhir sia-sia," kata Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza.

Mengapa beberapa negara tidak masuk dalam daftar?

Negara yang masih berjuang mengatasi COVID-19 seperti Rusia, Brasil, Turki dan Amerika Serikat tidak masuk dalam daftar.

Alasannya karena keadaan di negara-negara tersebut masih jauh lebih buruk dibandingkan keadaan di Eropa.

Amerika Serikat mencatat kenaikan kasus dalam seminggu terakhir dan otoritas di negara tersebut memperingatkan bahwa ada kemungkinan penambahan 100 ribu kasus dalam satu masa 24 jam.

Brasil dan Rusia menjadi negara kedua dan ketiga yang paling banyak memiliki kasus sekarang ini.

Turki yang berada di pintu terdepan Uni Eropa merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang paling banyak memiliki kasus corona.

China sudah secara prinsip disetujui untuk masuk dalam daftar, namun perjalanan hanya akan bisa dilakukan bila otoritas di China juga setuju menerima kedatangan pengunjung dari Uni Eropa.

Simak berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah Australia memberikan tunjangan uang bagi permanent resident (PR) dan warganegara Australi...
Kematian Karena Flu Biasa di Australia Turun Tajam Karena Social Distancing
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Salah satu hal yang positif dari penerapan aturan pembatasan aturan jarak antara warga, atau social ...
Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Seharusnya Jamin Heppell, seorang warga Australia, bisa saja melewati hari-harinya dengan mudah saat...
Pendekatan Baru Indonesia Untuk Menangani COVID-19, Seberapa Efektif?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pekan lalu, Indonesia menggunakan pendekatan baru dalam penanganan pandemi virus corona di Indonesia...
Warga Melbourne Akan Diberi Rp3 Juta Kalau Diam di Rumah Setelah Tes Corona
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah negara bagian Victoria mengumumkan akan memberikan tunjangan uang senilai AU$300, atau le...
Sejumlah Penjaga Karantina COVID-19 Di Melbourne Direkrut Lewat WhatsApp
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Sejumlah penjaga keamanan yang ditugaskan untuk menjaga hotel-hotel di Melbourne tempat karantina wa...
Pasukan Khusus Australia Bentangkan Simbol Rasis di Afghanistan
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Anggota pasukan khusus Australia (SAS) berpose dan merekam aksinya sendiri membentangkan sebuah Bend...
KDRT Meningkat di Asia Akibat Lockdown COVID-19, Termasuk di Indonesia
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Aturan pembatasan pergerakan warga, atau lockdown, selama pandemi COVID-19 telah menyebabkan meningk...
Reynold Poernomo Gagal Ke Final MasterChef Australia 2020
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Harapan Reynold Poernomo, peserta yang difavoritkan banyak...
Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Masker Wajib Pakai dengan Denda Rp2 juta
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Negara bagian Victoria, dengan ibukota Melbourne memiliki hampir 3.000 kasus aktif virus corona, den...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV