Mayoritas pemilih Rusia dukung reformasi konstitusi yang jadikan Putin presiden sampai 2036
Elshinta
Kamis, 02 Juli 2020 - 13:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mayoritas pemilih Rusia dukung reformasi konstitusi yang jadikan Putin presiden sampai 2036
BBC - Mayoritas pemilih Rusia dukung reformasi konstitusi yang jadikan Putin presiden sampai 2036
putin Hak atas foto EPA
Image caption Referendum konstitusi Rusia telah berlangsung sejak 25 Juni lalu.

Mayoritas pemilih Rusia mendukung reformasi konstitusi yang berpotensi menjadikan Vladimir Putin sebagai presiden sampai 2036 mendatang.

Dari 87% suara yang telah dihitung, lebih dari 77% pemilih dalam referendum tersebut mendukung reformasi konstitusi, sebut komisi pemilihan umum. Adapun jumlah pemilih yang memberikan suara mereka mencapai 64% dari seluruh pemilih yang terdaftar.

Reformasi itu akan membuat masa jabatan Putin sebagai presiden kembali ke nol pada 2024, sehingga dia akan dapat mencalonkan diri lagi sebagai presiden untuk dua masa jabatan hingga 2036 mendatang.

Beberapa ratus penentang perubahan konstitusi menggelar aksi protes di Moskow dan St Petersburg.

Kubu oposisi menuding Putin mencoba menjadi "presiden seumur hidup", yang kemudian dibantah Putin.

Hak atas foto Reuters
Image caption Beberapa ratus penentang perubahan konstitusi menggelar aksi protes di Moskow dan St Petersburg.

Tokoh pengritik Kremlin, Alexei Navalny, menyebut hasil referendum sebagai "kebohongan besar" yang tidak mencerminkan pendapat publik yang sebenarnya di Rusia.

Referendum yang berlangsung selama tujuh hari itu tidak mendapat pengawasan secara independen, serta salinan konstitusi yang baru sudah beredar di toko-toko buku dalam periode tersebut.

Sebelum pemungutan suara berakhir, kementerian dalam negeri telah menyatakan tidak ada pelanggaran yang bisa mempengaruhi hasil, sebagaimana dilaporkan Interfax.

Tempat pemungutan suara yang terakhir tutup di negara dengan 11 zona waktu itu adalah TPS yang berada di Kaliningrad, di pesisir Laut Baltik, pada pukul 18.00 GMT.

Putin dan para pendukungnya berkeras bahwa rangkaian reformasi konstitusi—yang mencapai 200 amandemen—diperlukan guna menjamin stabilitas nasional.

Putin, yang kini berusia 67 tahun, mengatakan dirinya tidak akan mencalonkan lagi sebagai presiden ketika masa jabatannya berakhir pada 2024. Meski demikian, menurutnya, penting bahwa dirinya punya pilihan untuk mencalonkan diri lagi.

Pria tersebut telah berkuasa di Rusia, dalam wujud presiden atau perdana menteri, selama 20 tahun terakhir.

Hak atas foto AFP/Getty Images

Apa saja perubahan konstitusi Rusia?

Rangkaian amandemen konstitusi Rusia mencakup banyak pasal. Perubahan dan penambahan pasal secara garis besar meliputi tiga kategori:

  • 1. Ideologi konservatif

Melarang segala tindakan atau seruan yang bertujuan "mengambil alih" teritori Rusia

Melindungi "kebenaran historis" Perang Patriotik Akbar (1941-1945) dan melarang segala bentuk pernyataan atau tulisan yang "merendahkan" para pejuang.

Melindungi pernikahan sebagai persatuan antara pria dan perempuan.

Semua pejabat senior dilarang memiliki paspor negara lain, menjadi warga negara lain, atau memiliki rekening bank negara lain.

Kepercayaan rakyat Rusia diturunkan oleh leluhur.

  • 2. Sosial/kesejahteraan

Dana pensiun akan disesuaikan dengan harga pasar.

Upah minimum tidak kurang dari batas pendapatan minimum.

Membentuk "sikap bertanggung jawab" terhadap hewan.

  • 3. Institusi

Dewan Negara menyusun "arah kebijakan dalam dan luar negeri serta prioritas sosio-ekonomi".

Seseorang bisa menjabat presiden selama dua masa jabatan (mengganti kalimat "dua masa jabatan berturut-turut").

Jika seseorang sedang menjabat presiden, masa jabatan sebelumnya tidak akan dihitung - atau yang disebut "kembali ke nol" dalam kasus Vladimir Putin.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV