Virus corona, penelitian BBC: Jumlah kematian di Jakarta 55% lebih tinggi pada periode Maret sampai Mei, tapi berapa kematian yang sebenarnya dari pandemi pernafasan Covid-19?
Elshinta
Rabu, 01 Juli 2020 - 11:04 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Virus corona, penelitian BBC: Jumlah kematian di Jakarta 55% lebih tinggi pada periode Maret sampai Mei, tapi berapa kematian yang sebenarnya dari pandemi pernafasan Covid-19?
BBC - Virus corona, penelitian BBC: Jumlah kematian di Jakarta 55% lebih tinggi pada periode Maret sampai Mei, tapi berapa kematian yang sebenarnya dari pandemi pernafasan Covid-19?
Peta

Paling tidak 130.000 orang di seluruh dunia meninggal selama pandemi virus corona, selain kematian 440.000 orang yang secara resmi dipastikan meninggal karena Covid-19, menurut penelitian BBC.

Penelitian data kematian di 27 negara menunjukkan jumlah kematian secara keseluruhan lebih tinggi dari biasanya di banyak negara, termasuk bila ditambah dengan data pasien meninggal karena virus corona.

Apa yang disebut dengan "kematian tak langsung ini" dengan jumlah kematian di atas rata-rata, menunjukkan dampak pandemi virus corona jauh melebihi data yang dilaporkan negara-negara di seluruh dunia.

Untuk Indonesia, tidak tersedia data jumlah kematian tidak langsung secara nasional, namun data untuk Jakarta menunjukkan angka kematian lebih tinggi 55% dibandingkan rata-rata, pada periode 1 Maret sampai 31 Mei, dengan jumlah total 4.700 orang yang meninggal lebih banyak dari periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Angka kematian resmi akibat Covid-19 di Jakarta pada periode itu tercatat 517, sementara semua kematian tak langsung lain 4.214.

Sejumlah kematian tersebut dikategorikan sebagai kematian pasien Covid-19 yang tidak terdata, namun sebagian kematian lain adalah akibat dari sistem kesehatan yang kewalahan menangani wabah dan akibat dari sejumlah faktor lain.

Simak panduan kematian tak langsung di bawah ini dan telisik lebih jauh untuk melihat bagaimana pandemi memengaruhi sejumlah negara, termasuk Brasil, Italia, Afrika Selatan dan Inggris.

Membandingkan secara langsung jumlah kematian antarnegara sulit dilakukan.

Akurasi data virus corona tergantung pada seberapa banyak orang yang dites dan bagaimana negara-negara mencantumkan angka kematian di luar rumah sakit.

Di tengah penyebaran virus di seluruh dunia, kondisi wabah di setiap negara berbeda.

Di sejumlah tempat, jumlah kematian tak langsung mungkin masih terus meningkat dalam beberapa minggu atau bulan mendatang, khususnya bila ada data yang diperbarui.

Di sejumlah negara lain, jumlah kematian sudah kembali pada kondisi normal.

Menganalisis semua kematian (baik disebabkan oleh virus corona maupun oleh sebab-sebab lain) selama pandemi dan membandingkannya pada periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya dapat membuka jalan untuk memperoleh data yang lebih akurat terkait kematian akibat virus corona.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)