Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS, Picu Kemarahan Warga
Elshinta
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS, Picu Kemarahan Warga
DW.com - Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS, Picu Kemarahan Warga

Kematian seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd, akibat lehernya dicekik oleh polisi di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), memicu kemarahan warga. Protes atas dugaan pelanggaran hak sipil federal yang berlangsung hingga hari kedua pada Rabu (27/5) malam, berujung tembakan gas air mata dan peluru karet oleh petugas keamanan.

Keluarga korban menuntut agar para polisi yang terlibat didakwa dengan pembunuhan. Saudara perempuan korban, Bridgett Floyd menuntut penangkapan terhadap empat petugas polisi berkulit putih yang terlibat atas tindakan tersebut.

"Saya ingin para polisi itu didakwa melakukan pembunuhan, karena memang itulah yang mereka lakukan," ujar Floyd di televisi NBC.

"Mereka membunuh saudaraku ... Mereka seharusnya dipenjara karena pembunuhan."

“Aku tidak bisa bernapas”

Kemarahan publik pecah setelah beredar video yang memperlihatkan seorang polisi menahan George Floyd, pada Senin (25/05), sambil mencekik lehernya dengan lutut dan membuatnya kesulitan bernapas.

"Lututmu di leherku. Aku tidak bisa bernapas ... Bu. Bu," pinta Floyd.

Setelahnya, Floyd menjadi kaku dan tidak bergerak, bahkan ketika petugas memintanya untuk "bangun dan masuk ke dalam mobil.'' Floyd dibawa ke rumah sakit dan kemudian dinyatakan meninggal.

Rekaman video lain dari kamera keamanan restoran terdekat, tidak menunjukkan indikasi bahwa Floyd melakukan perlawanan ketika polisi menahannya atas dugaan mencoba menggunakan uang kertas palsu senilai $ 20 dolar atau setara Rp 295 ribu, untuk pembelian di sebuah toko swalayan.

Keempat petugas yang terlibat telah dipecat dan kasusnya kini diserahkan ke FBI.

Walikota kota Minneapolis Jacob Frey mengatakan tak habis pikir mengapa polisi yang mencekik George dengan lututnya tersebut belum ditangkap.

“Mengapa polisi yang membunuh George Floyd belum dipenjara? Jika Anda melakukannya, atau aku melakukannya, kita akan berada di balik jeruji besi sekarang,” ujar Frey.

“Menjadi orang kulit hitam di Amerika seharusnya bukan hukuman mati,” tambahnya.

Tagar BlackLivesMatter membanjiri linimasa media sosial

Pengacara hak sipil Ben Crump mengatakan kasus itu menunjukkan sistem peradilan AS memperlakukan orang kulit hitam secara berbeda dari orang kulit putih.

Crump juga mewakili keluarga dua orang Afrika-Amerika lainnya yang baru-baru ini terbunuh, dalam kasus-kasus yang diduga melibatkan kesalahan polisi dan upaya penyembunyian.

"Berapa banyak lagi pembunuhan berlebihan yang tidak masuk akal dari orang-orang yang seharusnya melindungi kita terjadi di Amerika?" kata Crump di NBC.

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan penyelidikan lebih lanjut atas kasus kematian George Floyd. Di akun Twitternya ia menuliskan “Atas perintah saya, FBI dan Departemen Kehakiman sudah melakukan penyelidikan atas kematian George Floyd yang sangat menyedihan dan tragis di Minnesota…”

Tagar Black Lives Matter sebagai bentuk kampanye melawan kekerasan dan rasisme sistematik terhadap orang kulit hitam pun terus membanjiri media sosial. Penyanyi AS Halsey juga mencuit di Twitternya “Unfollow saya. Saya tidak peduli bila Anda tidak ingin melihat cuitan ini di linimasa Anda. Twitter telah lama berevolusi dari ruang hiburan menjadi pusat percakapan politik. #BlackLivesMatter,” cuitnya di Twitter

Sementara aktor film Star Wars John Boyega turut menyuarakan protesnya dengan mencuit “Ini memuakkan. Tampaknya menjadi siklus yang tak pernah berakhir. Para pembunuh perlu didakwa dengan berat. Bahkan saat menjelang kematiannya pria ini tidak diberikan belas kasihan. #RIPGeorgeFloyd #BlackLivesMatter #JusticeForGeorgeFloyd.''

Ed: pkp/rap (AFP/ Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tanya Jawab bersama Presenter Inovator
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Pria berhobi travelling ini, sebenarnya memiliki cita-cita menjadi petualang. Waktu kecil ia suka se...
Stasiun TV di Indonesia Yang Menyiarkan Inovator
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
ICTA TV - Indonesia Cable TV Association : setiap Senin dan Rabu pukul 06:00 / Jumat 14:00 / Minggu ...
Burnout: Lelah Tak Berkesudahan dan Depresi
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Burnout belakangan semakin mengancam kaum profesional perkotaan yang mendapat beban kerja tinggi. Ko...
Pecah Belah Berdesain Sederhana dan Elegan Tak Pernah Ketinggalan Zaman
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Stefanie Hering sudah mendesain berbagai perlengkapan pecah belah sejak tahun 1992. Desainnya sederh...
Ide Baru Piranti Daur Ulang Limbah Cair Rumah Tangga
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Pernakahkah kita merasa takjub terhadap kemampuan Belanda membendung laut untuk menyulap daratan? Ke...
Aktivis LGBT+ Mesir yang Pernah Ditangkap Karena Kibarkan Bendera Pelangi, Bunuh Diri
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Ketika vokalis gay dari kelompok pop Lebanon yang sangat populer naik ke panggung festival pada musi...
Hubungan Asmara: Umurnya Bisa Diduga
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Jika hubungan asmara baru berakhir, penyesalan kerap muncul, dan kadang orang berkata, "Kalau s...
Gelorakan Rasisme, Johnson & Johnson Hentikan Produksi Krim Pemutih
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Johnson & Johnson memutuskan berhenti memproduksi krim pemutih kulit di Asia dan Timur Tengah. L...
Festival Daging Anjing di Cina Kembali Digelar
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
Festival daging anjing di Cina kembali dibuka meski ada gebrakan pemerintah Cina meredam wabah coron...
UNESCO: 260 Juta Anak Tidak Punya Akses ke Pendidikan
Jumat, 03 Juli 2020 - 10:15 WIB
"258 juta anak-anak dan remaja sepenuhnya dikecualikan dari pendidikan, dengan kemiskinan sebag...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV