Parlemen Cina Sahkan UU Anti Subversi buat Hong Kong
Elshinta
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Parlemen Cina Sahkan UU Anti Subversi buat Hong Kong
DW.com - Parlemen Cina Sahkan UU Anti Subversi buat Hong Kong

Kamis (28/5) Kongres Rakyat Nasional(NPC) secara aklamasi meloloskan legislasi kontroversial itu, dengan 2.878 suara mendukung, enam abstain dan satu suara menolak.

Pengumuman hasil penghitungan suara disambut dengan tepuk tangan oleh anggota parlemen.

Undang-undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong membidik tindak subversi, dan menempatkannya serupa tindak terorisme dan pengkhianatan negara.

Aktivis pro-demokrasi dan sejumlah negara asing menilai langkah tersebut sekaligus mengakhiri konsep satu negara dua sistem yang selama ini menjamin demokrasi di Hong Kong.

Drama seputar Hong Kong turut membebani hubungan Cina dan Amerika Serikat. Rabu (27/5) Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengumumkan tidak lagi menganggap bekas negeri jajahan Inggris itu sebagai wilayah otonom. Pencabutan status tersebut dipastikan bakal berdampak negatif pada perekonomian Hong Kong.

Beijing bereaksi dengan menyebut keputusan Washington sebagai langkah "paling barbar, paling tidak berdasar dan paling memalukan," tulis Kementerian Luar Negeri.

Pada pidato penutupan di Kongres Rakyat Nasional, Perdana menteri Li Keqiang meminta AS menghormati kepentingan satu sama lain. Menurutnya kedua negara "harus membangun hubungan atas dasar kesetaraan, rasa saling hormat terhadap masing-masing kepentintgan dan menyambut kerjasama," kata dia.

Sementara itu polisi anti huru-hara disiagakan di Hong Kong untuk menyambut aksi demonstrasi kelompok pro-demokrasi. Dalam beberapa hari terakhir kepolisian melakukan 350 penangkapan terhadap demonstran.

rzn/vlz (dpa, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown Lokal
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Untuk pertama kalinya sejak pandemi flu Spanyol tahun 1918 silam, pemerintah Australia akan menutup ...
Bantuan Pemerintah Jerman Bagi Mahasiswa Asing di Masa Corona
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Deeksha Sharma dari Nepal perlu sekitar 500 euro untuk menutup biaya hidup sehari-hari sebagai mahas...
Aktivis Demokrasi Joshua Wong: Dunia Harus Bersama Hong Kong
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Joshua Wong, salah satu aktivis muda yang paling menonjol, tetap berbicara vokal di luar pengadilan ...
Sektor Wisata Spanyol Masih Terjerembab, Pengangguran di Kalangan Muda Meluas
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Liburan musim panas biasanya adalah masa hingar-bingar di kawasan pantai dan di pusat-pusat wisata S...
Kasus Positif dan Kematian Meningkat: Pergulatan Indonesia dengan COVID-19
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Sejak kasus pertama COVID-19 muncul di Indonesia pada 2 Maret silam, nampaknya negara berpenduduk 26...
Inovator 351
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
RNA pembawa pesan harapan dunia medis masa depan, kota Hanoi berjuang mengatasi polusi asap kendaraa...
Inovator 352
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Memilah makanan demi mencegah penyakit kanker, menghidupkan kembali budaya bersepeda di Beijing dan ...
Inovator 353
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Revolusi hijau transportasi laut dengan teknologi mesin hibrida, potensi dan bahaya teknologi rekaya...
Inovator 354
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:25 WIB
Teknologi sensor percepat rehabilitas pasien Stroke, kapas canggih bantu perangi bencana pencemaran ...
Ertugrul: “Game of Thrones Versi Islam“ Mencengkeram Pemirsa Pakistan di Depan Layar
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Drama televisi tentang sejarah Turki, Dirilis Ertugrul (Kebangkitan Kembali Ertugrul) sangat popule...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV