Dokter yang menyembunyikan ratusan potongan jaringan tubuh tahanan era Nazi
Elshinta
Selasa, 14 Mei 2019 - 11:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dokter yang menyembunyikan ratusan potongan jaringan tubuh tahanan era Nazi
BBC Indonesia - Dokter yang menyembunyikan ratusan potongan jaringan tubuh tahanan era Nazi

Lebih dari 300 potongan kecil jaringan tubuh para tahanan yang dieksekusi di kota Berlin pada era Nazi akan dimakamkan hari Senin ini.

Contoh jaringan tubuh manusia itu ditemukan dalam slide mikroskopis di rumah Hermann Stieve - seorang profesor anatomi di rumah sakit universitas Charite.

Ahli waris dokter, yang meninggal pada tahun 1952, menemukan koleksi tersebut pada 2016.

Para peneliti mengatakan Stieve secara sistematis bekerja sama dengan Nazi untuk menerima jasad 184 orang, kebanyakan perempuan, yang dieksekusi karena melakukan perlawanan politik.

Potongan kecil jaringan manusia - paling panjang kurang dari satu milimeter - ditemukan di rumah Stieve, disimpan dalam kotak kecil warna hitam, yang diantaranya mencantumkan beberapa nama korban.

Setelah ditemukan, potongan-potongan kecil jaringan tubuh itu diserahkan kepada rumah sakit universitas Charite di Berlin, yang kemudian menugaskan staf di German Resistance Memorial Centre (GRMC)untuk meneliti sejarah mereka.

Hak atas foto Unknown
Image caption Hermann Stieve menggunakan jasad-jasad para tahanan yang dieksekusi.

Hasil penelitian yang dipimpin direktur GRMC, Prof Johannes Tuchel, mengungkapkan jasad-jasad mereka dibawa dalam truk dan diberikan kepada Stieve.

Terkadang jenazah mereka dibawa beberapa menit setelah mereka dibunuh di Penjara Plötzensee, Berlin.

Dokter anatomi itu kemudian membedah mayat-mayat itu untuk kepentingan penelitian, sebelum akhirnya mengkremasi secara diam-diam dan menguburkannya secara anonim.

Hampir 3.000 orang dieksekusi di penjara Plötzensee dengan cara dipenggal kepalanya atau digantung ketika Hitler berkuasa.

"Kami telah menemukan bahwa (Stieve) secara sistematis membantu Kementerian Kehakiman (Nazi) dalam menghapus jejak-jejak tindakan kriminal ini," kata Prof Tuchel kepada surat kabar Jerman, Bild.

Hermann Stieve menjabat sebagai direktur Institut Anatomi Berlin dari 1935 sampai dia meninggal setelah terserang stroke pada 1952.

Hak atas foto Dorotheenstadt Cemetery/Wikipedia
Image caption Rencananya contoh potongan jaringan kecil tubuh manusia itu akan dimakamkan di Pekuburan Dorotheenstadt di Berlin pada Senin ini yang diawali upacara khusus.

Praktik anatomi terhadap ratusan mayat para tahanan ini tidak diketahui khalayak, karena dia menyimpan catatan pekerjaannya dengan cermat. Dia memiliki minat khusus terkait anatomi reproduksi.

Temuan terpentingnya dalam sejumlah penelitian awalnya menyimpulkan bahwa stres - karena dijatuhi hukuman mati - dapat mengganggu siklus menstruasi perempuan.

Beberapa orang yang menjadi bahan penelitiannya adalah orang-orang terkenal - termasuk 13 perempuan dari kelompok perlawanan beraliran komunis, Red Orchestra.

Salah seorang peneliti dalam proyek ini adalah Andreas Winkelmann, kepala departemen di Institut Anatomi Sekolah Kedokteran Brandenburg (MHB).

Dia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pemakaman potongan jaringan manusia dalam ukuran kecil itu sangat tidak biasa.

"Tapi ini adalah kisah penting, karena mereka adalah orang-orang yang secara aktif menolak dikuburkan, sehingga kerabat mereka tidak akan tahu di mana mereka dimakamkan," tambahnya.

Dr Sabine Hildebrandt adalah ahli anatomi kelahiran Jerman yang menerbitkan buku tentang pelanggaran etika dan ilmu anatomi pada periode Nazi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sekitar sepuluh ribu tahanan politik dibunuh selama Nazi berkuasa di Jerman.

Pada 2013 dia menjelaskan kepada BBC bahwa Stieve mengeksploitasi kebijakan saat itu, termasuk mendorong peningkatan penggunaan hukuman mati sebagai hukuman.

"Sebelum 1933, dia bisa mendapatkan mayat pria yang dieksekusi, tetapi tidak ada jasad perempuan; Jerman tidak mengeksekusi perempuan," katanya.

"Lalu, tiba-tiba, selama Nazi berkuasa, perempuan juga dieksekusi."

Karena dia bukan anggota partai Nazi, Stieve tidak dituntut setelah Perang Dunia Dua berakhir.

Rencananya contoh potongan jaringan kecil tubuh manusia itu akan dimakamkan di Permakaman Dorotheenstadt di Berlin pada Senin ini yang diawali upacara khusus.

Dalam sebuah pernyataan, Dr Karl Max Einhäupl, pimpinan Charite, mengatakan pemakaman ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit untuk menghadapi hubungan yang sulit dengan Nazisme.

"Dengan mengubur spesimen mikroskopis di Pemakaman Dorotheenstadt, kami ingin membantu mengembalikan martabat korban," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam k...
AS Serukan Kuba Bebaskan Wartawan Pengkritik Pemerintah
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Pemerintah Amerika, Rabu (21/8), menyerukan pada Kuba supaya mencabut tuduhan atas seorang wartawan,...
Dua Tentara AS Tewas Dalam Pertempuran di Afghanistan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Dua orang tentara Amerika tewas, Rabu (218), di Afghanistan, kata para pejabat Amerika. Ini terjadi ...
PM Islandia Tolak Kunjungan Wapres AS Mike Pence
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir mengatakan ia tidak akan berada di ibu kota pada hari W...
Presiden Brazil: LSM yang Sebabkan Kebakaran Hutan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro menuduh sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau LSM bertanggung jawa...
Tak Seorang Rohingya pun Muncul untuk Dipulangkan ke Myanmar
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Komisioner pengungsi Bangladesh, Kamis (22/8) mengatakan bahwa tak seorang pun Muslim Rohingya yang ...
Mantan PM Denmark Kecam Trump Soal Anggaran Pertahanan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Mantan Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, Kamis (22/8) mengecam Presiden Amerika Donald ...
Iran Pamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh Buatan Dalam Negerinya
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Media pemerintah Iran menyatakan pemerintah, Kamis (22/8) memamerkan sistem rudal jarak jauh yang di...
Trump Bersikeras Katakan Demokrat Buruk Bagi Israel
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden AS Donald Trump bersikeras mengatakan, warga Amerika keturunan Yahudi seharusnya memberik...
Korut Katakan Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Seorang juru bicara pemerintah Korea Utara, Kamis (22/8) mengatakan, uji coba rudal jelajah jarak me...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)