Met Gala 2019: Apa arti tema camp?
Elshinta
Selasa, 14 Mei 2019 - 11:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Met Gala 2019: Apa arti tema camp?
BBC Indonesia - Met Gala 2019: Apa arti tema camp?

Ketika para selebritas tiba di Met Gala dalam semangat ekstravaganza, dan pihak museum merayakan berbagai hal bernuansa camp di dunia fesyen, Joobin Bekhard mencoba mencari definisi dari istilah camp itu sendiri.

Ketika diminta mendeskripsikan apa sebenarnya makna istilah camp, perancang busana Dame Zandra Rhodes kebingungan. "Saya rasa ini benar-benar topik yang sangat sulit," ujarnya sambil tertawa. "Ini daerah ranjau."

Rhodes tidak sendirian. Semenjak kata camp diserap ke dalam bahasa Inggris pada penghujung abad ke-19, istilah itu diinterpretasikan secara beragam, dan hingga kini belum ditemukan definisi yang bisa disepakati bersama.

Esai yang ditulis Susan Sontag pada tahun 1964 yang berjudul Notes on Camp (Catatan tentang Camp) menjadi inspirasi tema pesta glamor tahunan yang digelar Met alias Metropolitan Museum of Art pada tahun 2019, beserta pameran se-tema yang ditampilkan di sana.

Dalam tulisannya, mendiang penulis dan sineas film itu menulis: "Jika konsep itu diterjemahkan ke dalam kata-kata… seseorang (intinya) harus berjiwa eksperimental dan lincah." Tetapi, dari esai Sontag, tampaknya bahkan ia sendiri kadang tersesat dalam kesederhanaan istilah yang ambigu tersebut.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Lupita Nyongo merangkul konsep camp dalam balutan kostum flamboyannya.

Definisi bahasa Inggris pertama untuk istilah itu, yang muncul dalam Kamus bahasa Inggris Oxford edisi tahun 1909, selaras dengan gagasan populer dan kontemporer akan istilah camp, yaitu: "mewah, berlebihan, terpengaruh, teatrikal; keperempuan-perempuanan atau homoseksual; berkaitan dan merupakan karakter dari homoseksual…"

Jika bukan sinonim stereotip homoseksualitas laki-laki sendiri yang dimaksud, maka camp- seperti salah satu definisi dalam Kamus bahasa Inggris Oxford - setidaknya berhubungan erat dengan hal tersebut.

"Bagi saya camp biasanya berarti, kau tahu, seorang gay dengan tangan melambai," ujar Rhodes. "Perempuan mengatakan hal itu tentang Oscar Wilde [di mana Sontag mendedikasikan esainya kepada Wilde] dulu."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Billy Porter muncul dalam tampilan ekstravaganza di Met Gala, merangkul semangat camp.

Sama seperti sebelumnya, Fabio Cleto, penulis buku pendamping bagi pameran Met Gala 2019, mengatakan bahwa, "pengejawantahan camp secara utuh muncul pada akhir abad ke-19, dan hadir dalam imej seorang Oscar Wilde sebagai seorang bintang yang nyentrik.

"Camp adalah tubuh Wilde yang distigmatisasi," kata Cleto kepada BBC Designed, "yang mana persidangannya dalam kasus perbuatan tidak senonoh pada tahun 1895 mengkarakterisasi sosok homoseksual, yang secara tata bahasa memaknai camp sebagai sebuah bentuk pemelintiran estetika yang sebagian besarnya (jika bukan secara langsung) bermakna penyimpangan seksual."

Meski demikian, camp bagi Sontag, lebih dari sekadar perangai homoseksual. "Ciri khas camp adalah semangat ekstravaganza," tulis Sontag dalam esainya yang berpengaruh itu, yang menjelaskan 58 aspek konsep camp.

Di antara bermacam hal, Sontag menggambarkan camp dengan karakter ceria dan "antiserius", berlebihan, serta dibuat-buat. "Camp," ia analogikan sebagai "seorang perempuan yang berjalan-jalan mengenakan gaun yang terbuat dari tiga juta helai bulu."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dibuat-buat adalah sifat utama camp, seperti yang ditampilkan di Met Gala oleh aktor Ezra Miller dengan mata-mata artifisial.

Akan tetapi, di saat yang sama, Sontag membedakan antara bentuk camp yang naif dengan camp yang penuh kesadaran.

Tidak seperti, misalnya, David Bowie yang menyanyikan lagu ceria Fill Your Heart dengan penampilan menyerupai waria, Sontag menulis bahwa "perajin Art Nouveau yang membuat lampu dengan ular melingkarinya, itu tidak main-main… dengan sungguh-sungguh, ia berkata: Tada! Khas oriental!"

Serupa dengan itu, banyak yang mengatakan bahwa, meskipun novel tahun 1966 karya Jacqueline Susann berjudul Valley of the Dolls ditulis untuk menjadi sebuah camp, film yang mengadaptasi novel itu tidak berjiwa camp sama sekali, meski akhirnya tetap dianggap sebagai camp.

Sontag lebih menyukai camp yang naif -camp murni - ketimbang camp yang penuh kesadaram: "Camp yang sadar diri bahwa ia camp (camping) biasanya kurang memuaskan."

Hak atas foto Metropolitan Museum of Art/ Johnny Dufort
Image caption Salah satu di antara sejumlah karya yang dipamerkan di Pameran Met adalah setelan pakaian rancangan Jeremy Scott untuk lini Moschino.

Sejak itu, lingkup konsep camp telah berkembang. "Kini,camp ada di mana-mana," ujar Cleto kepada BBC Designed. "Ia benar-benar ada di mana-mana sampai mungkin orang tak lagi menganggapnya istimewa." Camp telah menjadi inklusif bagi segala jenis kelamin dan orientasi seksual, misalnya camp lesbian, serta bagi jenis aksi atau penampilan, ujar Cleto, "sebagai strategi perlawanan bagi banyak identitas yang dimarginalisasi."

Camp, seperti dalam kasus Art Nouveau yang dicontohkan Sontag, terkadang juga melepaskan diri dari konotasi seksual apa pun. "Istilah itu mengubah fokusnya," ungkap Rhodes, yang juga percaya bahwa pameran Met, di mana salah satu rancangannya turut ditampilkan, "[tidak] bertujuan untuk dihubungkan dengan homoseksualitas sama sekali".

Lantas apa makna camp yang jadi tema pameran Notes on Fashion?

Menurut Rhodes, "artinya sesuatu yang benar-benar di luar dugaan dari segi konsep, yang tak mungkin tidak mengundang perhatian dan [memiliki] selera humor; tetapi tidak mainstream, serta penuh keceriaan dan tidak biasa…"

Hak atas foto Getty Images
Image caption Gaun berbuntut panjang yang dikenakan Cardi B untuk Met Gala mewakili keflamboyanan camp.

Dan tentunya fokus utama pameran ini adalah jenis camp yang penuh kesadaran. Seperti yang Thierry Mugler - karyanya juga dipamerkan di sana - katakan kepada BBC Designed, camp adalah "kemerdekaan dan kesehatan mental yang menyenangkan".

Atau, dalam kata-kata Cleto: "mungkin secara kasar bisa digambarkan sebagai suatu bentuk penampilan sekaligus bentuk persepsi dalam merayakan aksi teatrikal dan aksi berlebihan, juga mengimprovisasi dunia nyata sebagai sebuah panggung untuk pameran dan penemuan kembali jati diri yang luar biasa ironis."

Berposelah!

Menjadikan Perancis abad ke-17 sebagai titik awal (sejak lama kata camp diduga bermula dari kata se camper, yang berarti berpose dengan berani), gelaran Met Camp: Notes on Fashion menjelajahi lintasan camp, mulai dari budaya pinggiran hingga budaya pop dalam bentuk 200 objek pameran - pakaian, patung, lukisan, dan sketsa tangan.

Meski dipamerkan di Pusat Kostum Anna Wintour, dan dikaitkan dengan Met Gala yang glamor, pameran ini sendiri pada dasarnya menekankan diri pada dunia fesyen.

Berdampingan dengan kostum bertabur hiasan yang berkilauan dengan epolet dari cangkang kerang laut karya Rhodes - "anda bisa menganggapnya luar biasa," katanya, "anda bisa menganggapnya punya selera humor" - dipamerkan pula kostum-kostum rancangan Mugler, Christian Lacroix, Giorgio Armani, Miuccia Prada, dan Anna Sui.

Hak atas foto Metropolitan Museum of Art/ Johnny Dufort
Image caption Gaun berbentuk angsa karya Marjan Pejoski pernah dikenakan penyanyi Björk di acara karpet merah Oscars.

Banyak pakaian yang biasanya bisa kita lihat di pesta-pesta mewah, tanpa konotasi seksual tertentu.

Dalam sebuah rancangan dari koleksi musim gugur/musim dingin Marjan Pejoski tahun 2000 yang kemudian terkenal setelah dikenakan Björk di atas karpet merah Oscars, misalnya, seekor angsa disulap menjadi sebuah gaun, di mana kepala angsa berleher panjang tersebut dilingkarkan dan terkulai di bagian dada manekin.

Setelan jas pink rancangan Bertrand Guyon untuk koleksi musim gugur/musim dingin 2017 Schiaparelli bagi pria dihiasi gambar burung flaminggo pada blazernya lengkap dengan hiasan kepala berbentuk dua ekor burung.

Hak atas foto Metropolitan Museum of Art/ Johnny Dufort
Image caption Setelan jas berwarna merah muda karya Bertand Guyon untuk koleksi musim gugur/musim dingin 2017 Schiaparelli dihiasi gambar burung flaminggo.

Meski demikian, di sini camp masih mempertahankan afiliasi awal dengan homoseksualitas laki-laki yang telah lama bertahan.

Bodysuit pria dari koleksi musim semi/musim panas 2009 Walter van Beirendonck, lengkap dengan detail otot dan kerangka penis yang cukup besar, adalah contoh persisnya.

Demikian juga dengan rompi berumbai, celana chaps dan celana dalam kulit dari koleksi musim semi/musim panas 2012 Jeremy Scott - semuanya dalam warna pink dan hijau menyala dengan ornamen detail berwarna hitam - yang mengingatkan kita pada koboi Village People dan karya homoerotis seniman Finlandia, Tom dari Finlandia.

Tampaknya definisi yang terdapat dalam Kamus bahasa Inggris Oxford lebih dari satu abad lalu, dengan asosiasi homoseksualnya, masih cukup relevan hingga kini. Sontag, yang menekankan pada aspek teatrikal dan flamboyan dalam konsep camp di atas aspek lainnya, menurut Cleto telah "dituduh menihilkan unsur gay dari konsep camp, mengkhianati rahasia keberadaan unsur gay dalam konsep camp dengan membocorkannya kepada kalangan terpelajar."

Namun, bahkan, Sontag sendiri mengakui bahwa "homoseksualitas pria, pada umumnya, merupakan garda depan - dan audiens yang paling fasih - dari camp."

Hak atas foto Metropolitan Museum of Art/ Johnny Dufort
Image caption Rompi berwarna pink dan hijau menyala, celana chaps dan celana dalam karya Jeremy Scott menjadi salah satu objek pamera

"Parodi Queer" adalah bagaimana akademisi Moe Meyer, yang juga telah menulis cukup komprehensif tentang topik camp, menjelaskan konsep camp.

Meski Rhodes menganggap bahwa frasa itu memunculkan imej berupa "seseorang yang memerankan versi ekstrem dari sosok perempuan dengan memegang gagang rokok", penambahan istilah parodi tersebut tidak bermaksud merendahkan atau menghina, namun dalam tujuan yang menyenangkan.

Alan Edwards, mantan publisis Inggris bagi David Bowie - yang pada awal masa karirnya kerap dihubungkan dengan camp- mengatakan bahwa, sebelum mendengar tema yang diangkat dalam Met Gala, istilah itu mengingatkannya pada "film-film Inggris tahun 1950-an, terutama semua film Carry On dan episode ketika para pelawak TV kembali ke "ruang musik" tradisional, di mana terdapat banyak pria berpakaian perempuan."

Hak atas foto Metropolitan Museum of Art/ Johnny Dufort
Image caption Pakaian rancangan Alessandro Michele untuk Gucci - konsep dibuat-buat dan berlebihan adalah jantung hati konsep camp

Lantas, bagaimana pada akhirnya camp didefinisikan? Meski Rhodes mencoba menjabarkannya ke dalam kata-kata dan sebenarnya memahami apa yang disampaikan dalam pameran ini, definisi camp tetap membuatnya kebingungan.

"Saya bingung dengan artinya!" serunya, setelah jeda panjang. "Apakah artinya fesyen yang eksotis?" Sayangnya, seperti yang dijelaskan Cleto, tidak ada jawaban langsung: "Menjadi sulit dipahami, tidak stabil, dan bersifat elitis, camp tidak bisa digambarkan dalam sebuah kalimat atau suatu definisi."

Hak atas foto Metropolitan Museum of Art/ Johnny Dufort
Image caption Gaun rancangan Rossella Jardini dari koleksi musim semi/musim panas 1998 Moschino

Meskipun banyak perancang yang terlibat dalam pameran ini mungkin punya pemikiran yang sama dengan Rhodes bahwa camp sebagai suatu tema pameran merupakan sebuah "benang tipis", keabsurdan camp dari perspektif kuratorial, sebenarnya dapat menjadi suatu kekuatan. Karena jika beberapa pihak setuju dengan apa yang dimaksud dengan camp, maka beberapa juga bisa sepakat tentang apa yang bukan dimaksud dengan camp.

Dalam hal ini, gaun hitam rancangan Rossella Jardini untuk koleksi musim semi/musim panas 1998 Moschino, dihiasi dengan tanda tanya besar di bagian depan, mengatakan segalanya.

Pameran Camp: Notes on Fashion digelar di Metropolitan Museum, New York, dari 8 Mei hingga 8 September 2019.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di What does it mean to be camp? pada laman BBC Culture.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam k...
AS Serukan Kuba Bebaskan Wartawan Pengkritik Pemerintah
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Pemerintah Amerika, Rabu (21/8), menyerukan pada Kuba supaya mencabut tuduhan atas seorang wartawan,...
Dua Tentara AS Tewas Dalam Pertempuran di Afghanistan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Dua orang tentara Amerika tewas, Rabu (218), di Afghanistan, kata para pejabat Amerika. Ini terjadi ...
PM Islandia Tolak Kunjungan Wapres AS Mike Pence
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir mengatakan ia tidak akan berada di ibu kota pada hari W...
Presiden Brazil: LSM yang Sebabkan Kebakaran Hutan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro menuduh sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau LSM bertanggung jawa...
Tak Seorang Rohingya pun Muncul untuk Dipulangkan ke Myanmar
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Komisioner pengungsi Bangladesh, Kamis (22/8) mengatakan bahwa tak seorang pun Muslim Rohingya yang ...
Mantan PM Denmark Kecam Trump Soal Anggaran Pertahanan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Mantan Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, Kamis (22/8) mengecam Presiden Amerika Donald ...
Iran Pamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh Buatan Dalam Negerinya
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Media pemerintah Iran menyatakan pemerintah, Kamis (22/8) memamerkan sistem rudal jarak jauh yang di...
Trump Bersikeras Katakan Demokrat Buruk Bagi Israel
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden AS Donald Trump bersikeras mengatakan, warga Amerika keturunan Yahudi seharusnya memberik...
Korut Katakan Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Seorang juru bicara pemerintah Korea Utara, Kamis (22/8) mengatakan, uji coba rudal jelajah jarak me...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)