Kiri Kanan
Beli Obat Kumur di Australia Utara Nantinya Butuh Kartu Identitas, Kenapa?
Elshinta
Selasa, 14 Mei 2019 - 11:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Beli Obat Kumur di Australia Utara Nantinya Butuh Kartu Identitas, Kenapa?
ABC.net.au - Beli Obat Kumur di Australia Utara Nantinya Butuh Kartu Identitas, Kenapa?

Akibat semakin ketatnya penjualan alkohol di Kawasan Australia Utara (NT), kini banyak warga yang mencoba sumber lain untuk mendapatkan bahan minuman keras (miras) itu, seperti esensi vanila dan produk pembersih.

Menurut laporan, penjualan produk-produk pembersih mengalami peningkatan, bahkan dilaporan ada seorang yang membeli 21 liter produk cairan pembersih dalam dua pekan.

Menanggapi hal itu, LSM dari Kelompok Koalisi Aksi Masyarakat Alkohol (PPAC) dan Yayasan Pendidikan dan Penelitian Alkohol (FARE) mendesak adanya reformasi hukum terkait pembelian produk-produk yang mengandung alkohol.

Sebagai tindak-lanjut, pekan ini Pemerintah NT akan mengajukan RUU Minuman Keras 2019, yang akan memberi kewenangan kepada polisi untuk mencari, menyita, dan membuang zat-zat yang mengandung alkohol tapi tidak bisa dikonsumsi manusia, seperti mouthwash atau obat kumur.

Tapi sejumlah kalangan menginginkan pendekatannya lebih proaktif, misalnya dengan menyimpan produk-produk tersebut di lemari belakang kasir yang terkunci, tidak ditampilkan begitu saja di rak, dan hanya dijual kepada orang dewasa yang menunjukkan kartu identitas.

Salah satu organisasi kepemudaan di Australia (CAYLUS), yang dibentuk di tahun 2002 untuk menghentikan praktik mengisap bensin, menemukan peningkatan penjualan alkohol dari produk pembersih rumah dari laporan sejumlah toko dan Dewan Kota Alice Springs.

Laporan soal konsumsi obat kumur dan bahan-bahan memasak mendorong terbentuknya kelompok kerja baru yang terdiri dari sejumlah LSM hingga Departemen Kesehatan setempat.

Kelompok ini bertemu pertama kalinya di Darwin awal 2019, setelah mereka mengamati tren yang meningkat di akhir 2018.

Gagasan mengubah UU

PPAC dan FARE merekomendasikan perlunya kerangka kerja di parlemen setempat untuk mengatur penjualan barang-barang yang mengandung alkohol.

Selain pembelian yang membutuhkan kartu identitas, mereka juga ingin agar dibatasi hanya satu wadah per orang per hari dan tidak dijual dalam wadah yang ukurannya lebih dari 500 ml.

Selain itu, diusulkan juga agar para penjual menyimpan daftar penjualan, melaporkan jika ada tindakan mencurigakan, dan diberi kewenangan untuk menolak menjualnya.

Menurut Dr John Boffa dari PAAC, sebenarnya hal ini sudah diterapkan di beberapa kawasan Alice Springs, namun tidak mengikat.

Menurutnya lumrah terjadi ketika pembatasan alkohol diberlakukan, orang mencari alternatif lain.

Dia menduga hal inilah yang mendorong kenaikan pembelian obat kumur di Kawasan Australia Utara.

"Sejumlah pencandu miras akan beralih ke produk seperti obat kumur, yang tersedia secara bebas dan menjualnya lebih murah 20 sen dari minuman biasa," kata Dr Boffa.

Menurut dia alkohol sendiri masih menjadi permasalahan besar di Kawasan Australia Utara.

Artikel ini disunting dari laporan aslinya dalam bahasa Inggris.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kisah Rasuna Said sang Singa Betina dan Martha Christina Tiahahu sang remaja pemberani
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Menjelang hari pahlawan pada 10 November, ada dua sosok pahlawan yang namanya banyak terpampang. Tap...
Kapal selam yang hilang 75 tahun silam berhasil ditemukan: Saya berkomitmen sejak belia, saya akan menemukannya
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Kapal selam milik Amerika Serikat yang hilang saat Perang Dunia Kedua telah ditemukan kembali di das...
Krisis Bolivia: Mantan Presiden Morales ditawari suaka di Meksiko
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Meksiko telah menawarkan suaka kepada mantan Presiden Bolivia Evo Morales, sehari setelah ia mengund...
Raja Tutankhamun: Bagaimana sebuah makam Firaun menyihir dunia
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Ketika makam Raja Tutankhamun dibuka pada November 1922, dunia langsung tunduk di bawah mantranya. ...
Kasus korupsi puluhan triliun di 1MDB dilanjutkan, pengacara mantan PM Najib Razak: Najib terkejut, ia mengira akan dibebaskan
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terkejut atas keputusan pengadilan yang memutuskan akan ...
Misteri lengan perempuan di dalam tas punggung seorang profesor Rusia akhirnya terkuak
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Seorang sejarawan terkenal Rusia mengaku telah membunuh pacarnya setelah dirinya ditemukan di sungai...
Bisakah kita hidup tanpa GPS?
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Apabila GPS atau sistem navigasi berbasis satelit berhenti bekerja, apa yang terjadi? ...
Ketika seni revolusioner Kuba menginspirasi perjuangan pembebasan Afrika
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Karya-karya poster ini milik The House of Illustration di London. Hak cipta: Ospaaal, Koleksi The M...
Laut Hitam di Bulgaria, mungkinkah di sini tempat bahtera Nabi Nuh karam?
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Nessebar adalah sebuah kota kuno yang terletak di pinggir pulau. Jaraknya setengah mil dari rumah-ru...
Kiprah perusahaan yang 75% karyawannya penyandang autisme
Rabu, 13 November 2019 - 08:35 WIB
Rajesh Anandan mendirikan perusahaan bernama Ultranauts (sebelumnya bernama Ultra Testing) bersama t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)