Wabah Corona Geser Tradisi Pesakh dan Ramadan
Elshinta
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Wabah Corona Geser Tradisi Pesakh dan Ramadan
DW.com - Wabah Corona Geser Tradisi Pesakh dan Ramadan

Pandemi Corona menempatkan umat beragama di dunia dalam situasi limbung. Tiga perayaan penting Islam, Kristen dan Yahudi di awal tahun ini diyakini akan berlangsung senyap, tanpa interaksi sosial.

Ketika umat Kristen dan Yahudi bersiap merayakan Paskah secara berjarak, umat Islam menantikan datangnya bulan Ramadan dengan sikap was-was. Pasalnya wabah COVID-19 bisa berarti tertundanya ibadah puasa.

„Kami menunggu apa yang diputuskan Kementerian Kesehatan dan para dokter. Artinya kami juga menunggu keputusan WHO,“ Kata Sekretaris Jendral Majelis Fatwa al-Azhar (Dar- al-Ifta), Syeikh Khaled Omran dalam sebuah laporan ekslusif stasiun berita Jerman, ARD.

Dar al-Ifta sudah menyiapkan ragam fatwa untuk menyesuaikan praktik ibadah di bulan Ramadan dengan arahan badan kesehatan dunia tersebut. Jika WHO menganjurkan orang tidak berpuasa lantaran bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh, „maka umat harus membayar puasa yang tertinggal setelah krisis berlalu,” imbuh Syeikh Omran.

Meski berdampak baik untuk daya tahan tubuh dalam jangka panjang, puasa dikhawartirkan akan memperbesar peluang penularan dalam situasi wabah. Meski demikian beberapa ahli medis justru beranggapan puasa dianjurkan di tengah wabah Corona.

Di Indonesia, Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, menilai puasa tetap wajib, "kecuali uzur," kata dia kepada DW. Pengecualian diberikan bagi pasien COVID-19, di luar pengecualian berpuasa pada umumnya.

Sejauh ini lembaga fatwa Nahdlatul Ulama itu belum memberikan arahan baru terkait kewajiban berpuasa. Lain halnya soal tradisi mudik yang kini dianjurkan untuk dibatalkan untuk meredam penyebaran wabah.

Sementara itu Kementerian Awqaf di Mesir yang bertanggungjawab atas semua institut keagamaan telah melarang praktik berbuka puasa bersama dan pembagian sedekah di area masjid.

„Kami mengimbau semua pihak yang biasa mengadakan acara berbuka puasa bersama agar memberikan makanan dan uang langsung kepada kaum miskin tahun ini,“ tulis kementerian dalam sebuah pernyataan.

Al-Azhar sendiri telah menerbitkan sederet panduan kebersihan untuk umat muslim selama bulan Ramadan, „kami meyakini tidak ada pemisahan antara agama dan ilmu pengetahuan. Penemuan sains kami anggap sebagai pesan Allah kepada umat manusia,” kata Omran.

“Kami melihat krisis ini sebagai ujian Ilahi. Kami yakin, Allah ingin mendorong seluruh umat manusia agar bekerjasama dan saling membantu,” pungkasnya.

Debat soal Pesakh Berjarak

Kelonggaran serupa diberikan oleh petinggi Yahudi di Israel untuk perayaan Pesakh yang jatuh antara 8 hingga 16 April mendatang. Wabah Corona memaksa para Rabi mengabaikan aturan ketat pelaksanaan ritual dalam agama Yahudi dan mendorong agar umat merayakan Pesakh secara berjarak, lewat internet.

Israel saat ini mencatat sekitar 6.500 kasus COVID-19 dan melarang penduduk keluar dari rumah kecuali untuk keperluan mendesak.

Seorang pengusaha lokal bahkan menyumbangkan 10.000 komputer kepada kaum manula agar mereka bisa merayakan Seder bersama keluarga lewat sambungan video. Seder adalah ritual makan malam bersama pada hari-hari Pesakh.
Namun tidak semua bahagia atas kelonggaran baru di tengah wabah Corona. Pemimpin dua komunitas Yahudi Ortodoks terbesar, Ashkenazin dan Sephardim, menolak perayaan Pesakh lewat sambungan video.

„Rasa kesepian itu menyakitkan dan kita harus bereaksi terhadapnya, mungkin dengan melakukan percakapan video pada malam sebelumnya, tapi bukan pada hari rayanya sendiri,“ tulis pemimpin kedua komunitas, David Lau dan Yitzhak Yosef dalam sebuah keterangan pers yang dilansir AFP.

Seorang pakar gerakan ortodoks Yahudi di Bar Ilan University, Kimmy Caplan, mengatakan sikap keras para rabi yang enggan menerima perubahan terkait wabah Corona tidak mengejutkan.

„Secara umum, sikap kaum Ortodoks dalam banyak isu adalah bahwa kita tidak beradaptasi pada perubahan sosial, jika bertentangan dengan perintah agama,“ kata dia. Para rabi, lanjutnya, „tidak mengubah hukum lantaran situasi sosial.“

Contoh terbaik adalah penggunaan kendaraan bermotor dalam perayaan Sabat yang diizinkan oleh banyak rabi Yahudi, kecuali mereka yang beraliran ortodoks, kata Caplan lagi.

Sumber: ARD, AFP, RTR, AP

(rzn/as)



Ketika umat Yahudi bersiap merayakan Pesakh berjarak, kaum muslim menantikan bulan Ramadan yang lain dari biasanya. Dewan fatwa Al-Azhar di Mesir mengaku menunggu arahan WHO sebelum menerbitkan fatwa soal ibadah Ramadan
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hak Perempuan: Dalih Pamungkas Bernama Syariah  
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Nasib perempuan di Mauritania adalah sederet panjang tanda tanya. Ketika pemerintah mengusulkan ranc...
Agama Ikut Terseret ke dalam Arus Desinformasi Wabah Corona
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Sebagian analis melihat fenomena ini sebagai upaya masyarakat berdamai dengan krisis kesehatan yang ...
Pasangan LDR Sekarang Boleh Berkunjung ke Denmark, Tapi Polisi Minta Bukti
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Pemerintah Denmark mulai melonggarkan lockdown virus corona dan membolehkan pengunjung dari Skandina...
Jerman Perpanjang Masa Penerapan Social Distancing
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Jerman secara bertahap mengurangi pemberlakuan aturan pembatasan aktivitas sosial akibat merebaknya ...
Presiden AS Donald Trump Ancam Tutup Perusahaan Media Sosial
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu (27/05) mengancam akan meregulasi secara ketat dan bahkan me...
India Hadapi Serangan Hama Belalang Terburuk dalam 30 Tahun
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Pihak berwenang India pada Selasa (26/05) mengirimkan pesawat nirawak dan traktor untuk melacak perg...
Sejauh Mana Kegunaan Tes Antibodi Massal Virus Corona?
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Rusia menerapkan lockdown sangat ketat sejak beberapa pekan terakhir. Namun jumlah kasus infeksi bar...
Lempeng Tektonik Bergoyang Lambat Sebelum Gempa Hebat
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Dalam 100 tahun terakhir, para pakar kebumian mencatat sedikitnya 10 gempa dahsyat yang melanda bumi...
Bantuan Langit di Masa Sulit - Inilah Santo dan Santa Pelindung di Agama Katholik
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Penderitaan mereka jadi inspirasi spiritual bagi ratusan juta umat Katholik di dunia. Sebelas peremp...
Lebih dari 100 Orang Terinfeksi Covid-19 Setelah Kebaktian di Gereja Frankfurt
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Sekitar 40 kasus infeksi Covid-19 ditemukan di kota Frankfurt dan sekitarnya di Jerman, yang dikaitk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV