Bisnis Pendakwah Kristen di Brasil Ikut Terancam Covid-19
Elshinta
Selasa, 07 April 2020 - 01:03 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bisnis Pendakwah Kristen di Brasil Ikut Terancam Covid-19
DW.com - Bisnis Pendakwah Kristen di Brasil Ikut Terancam Covid-19

"Virus corona adalah hukuman Tuhan", kata Valdemiro Santiago, kepala Universal Church of God Power, satu dari banyak gereja fundamentalis yang tersebar di Brasil. Pendakwah fundamentalis lain, pendeta Edir Macedo, menyebut pandemi Covid-19 sebagai ciptaan setan. "Virus corona tidak akan berdaya terhadap mereka yang tidak takut terhadapnya", kata Macedo.

Edir Macedo adalah pendiri Gereja Universal Kerajaan Allah, IURD, yang punya pengaruh besar. Multi-jutawan ini juga memiliki salah satu saluran televisi paling berpengaruh di Brasil.

Tetapi suara paling lantang selama beberapa minggu terakhir adalah dari Silas Malafaia, yang dianggap oleh banyak orang sebagai “guru spiritual” Presiden Jair Bolsonaro. Pemimpin Gereja Majelis Kemenangan Allah dalam Kristus ini dengan tegas menentang lockdown.

"Akankah virus corona membunuh orang? Ya, tetapi lebih banyak orang akan mati jika ada kerusuhan sosial. Gereja sangat penting bagi mereka yang putus asa, ketakutan, dan tertekan," kata Silas Malafaia.

Tidak mewakili gereja secara keseluruhan

Meskipun sudah ada larangan menggelar pertemuan umum untuk mencegah penyebaran Covid-19, banyak gereja di Brasil tetap terbuka. Namun sebagian besar gereja terlihat kosong, karena banyak warga yang memilih tinggal di rumah.

"Kemerosotan pengunjung melanda semua gereja; banyak orang yang tidak mau datang," kata teolog dan sosiolog Clemir Fernandes. "Semakin banyak informasi yang benar yang dapat dibaca orang di media, semakin mereka sadar akan risikonya," katanya. "Mereka melihat sendiri, jumlah orang yang meninggal akibat virus corona terus naik", ujar terolog dan sosiolog itu menambahkan.

Fernandes mengatakan, gereja selama ini memang ramai dikunjungi orang, terutama di daerah-daerah termiskin, di mana negara gagal hadir. Para pendakwah menjanjikan jawaban cepat. Satu gereja di selatan Brasil misalnya berjanji akan memberikan imunisasi orang terhadap virus corona.

"Tapi ini tentu tidak mewakili dunia gereja injili secara keseluruhan yang lebih luas," kata Clemir Fernandes. Dia mengatakan sebagian besar gereja bersikap sangat terbuka terhadap sains.

Kepentingan bisnis pendakwah terancam

Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada awalnya meremehkan ancaman virus corona dan ikut dalam arus teori konspirasi, yang menyebut bahwa virus itu adalah serangan Cina terhadap Barat.

"Para fundamentalis melihat dunia yang penuh bahaya dan musuh-musuh tersembunyi“, kata Francisco Borba Ribeiro Neto, Profesor di Universitas Katolik Sao Paulo. "Menurut mereka, satu-satunya keselamatan kita adalah kepatuhan ketat terhadap norma-norma dan doktrin. Pandemi Covid-19 ini diperalat untuk memperkuat visi menakutkan tentang dunia" , papar Ribeiro Neto.

Profesor di Universitas Katolik Sao Paulo itu lebih jauh mengatakan, "mereka yang menolak imbauan jarak sosial dan menyangkal perubahan iklim sering punya motivasi sama", menyelamatkan bisnis dan kepentingan ekonomi mereka.

Sosiolog Clemir Fernandes juga mengatakan, ada perhitungan bisnis di balik penolakan terhadap lockdown dan pembatasan sosial: "Hubungan Malafaia dengan Bolsonaro sama seperti pengusaha lainnya. Dia adalah usahawan agama yang ingin melindungi kepentingannya, seperti juga orang lain."

Teolog dan sosiolog Clemir Fernandes menambahkan, "jangan lupa bahwa ada banyak dokter dan politisi di kalangan fundamentalis yang sebenarnya punya pengetahuan tentang sains".

Thomas Milz (hp/as)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siapkah Dunia Mencontoh Sistem Pendapatan Dasar Universal dari Finlandia?
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Penulis asal Finlandia, Tuomas Muraja, menggambarkan dirinya kurang lebih seperti "kelinci perc...
Kasus Pedofilia Picu Keretakan di Gereja Katolik Polandia 
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Jakub dan Bartek Pankowiak hidup di kota kecil bernama Pleszew di jantung Polandia. Ayah mereka seor...
Para Pelacak dari Unit Penelusuran dan Pelacakan Kontak Covid-19
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Di negara bagian Bayern, Jerman, Franziska Weiss adalah satu dari sekitar 2500 pelacak kontak Covid-...
Seantero AS Protes Kematian George Floyd
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Trump Kerahkan Ribuan Tentara-Polisi, Otopsi Floyd Tunjukkan Sesak Napas dan Pembunuhan
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (01/06) bahwa ia mengerahkan ribuan...
Langgar Larangan Beroperasi, Sisha Bar di Jerman Munculkan Klaster Baru
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Para petugas penelusiran kontak dari dinas kesehatan hingga kini berhasil melakukan pelacakan dan me...
“Mencari Vaksin Corona, Nasionalisme Adalah Hal Terakhir Yang Kita Butuhkan”
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Ketika perusahaan-perusahaan obat di seluruh dunia berlomba menemukan vaksin corona, bisakah mereka ...
Apakah Social Distancing Selama Pandemi Corona Sebabkan Lebih Banyak Kasus Bunuh Diri?
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Pada awal Maret, ketika wabah corona sampai ke Eropa dan social distancing serta lockdown diterapkan...
Serukan Wudhu dengan Wiski dan Vodka, Aktor Maroko Dituduh Menista Agama
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Aktor Maroko, Rafik Boubker, yang berusia 47 tahun ditahan setelah videonya beredar di media sosial....
Tiga Gadis Kecil Indonesia di Jerman Menginspirasi, Tiga Perempuan Antisampah Wujudkan Donasi Buah Tampah Indonesia
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Di suatu senja saat menikmati buah-buahan, di meja makan rumahnya di Bonn, Jerman, seperti biasa ket...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV