Angela Merkel: Ada Harapan, Tapi Tidak Cabut Restriksi Keluar Rumah
Elshinta
Minggu, 05 April 2020 - 01:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Angela Merkel: Ada Harapan, Tapi Tidak Cabut Restriksi Keluar Rumah
DW.com - Angela Merkel: Ada Harapan, Tapi Tidak Cabut Restriksi Keluar Rumah

Saat Jerman dan dunia menghadapai pandemi COVID-19, masa Paskah yang berlangsung minggu depan akan "sangat berbeda dengan perayaan Paskah yang pernah kita jalani selama ini." Demikian dikatakan Kanselir Jerman, Angela Merkel dalam rekaman video yang disiarkan Jumat (03/04) kemarin.

Merkel memperingatkan, virus corona masih menyebar cepat di Jerman, dan menyebut upaya Jerman untuk menangani pandemi sebagai tugas sangat berat, ibaratnya butuh tenaga seperti yang dimiliki dewa Herkules dalam mitologi Yunani. Tetapi Merkel juga mengedepankan, bahwa kenaikan jumlah orang Jerman yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona “sekarang melambat, dibanding beberapa hari lalu."

"Memang benar, bahwa angka terakhir... walaupun tetap tinggi, bisa memberikan harapan, walaupun sangat kecil."

Tetapi "untuk mengenali tren tertentu, jelas masih terlalu dini, dan masih sangat dini untuk mulai mengurangi restriksi manapun yang sudah kita tetapkanpada diri kita sendiri."

Langkah-langkah restriksi sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Demikian dikatakan Merkel.

Jangan memperburuk situasi

Pemimpin pemerintahan Jerman yang berusia 65 tahun itu berbicara kepada rakyat Jerman lewat podcast mingguan, pada hari pertama kembali bekerja di kantornya. Sebelumnya Merkel melewatkan dua pekan karantina setelah bertemu dengan seorang dokter yang diketahui kemudian terinfeksi virus corona. Setelah menjalani beberapa tes, Merkel dinyatakan tidak terinfeksi.

Dalam pidatonya kemarin, Merkel juga mengatakan ia “akan mengambil langkah tidak bertanggungjawab”, jika ia menetapkan tanggal pencabutan restriksi, namun negara kemudian tidak mampu melakukannya.

Jika itu terjadi "kita ibaratnya pindah dari wajan ke dalam api — baik secara medis, ekonomi, dan sosial," demikian Merkel.

Politisi dari partai konservatif Kristen Demokrat (CDU) itu mendorong seluruh warga Kristen Jerman untuk tidak merayakan Hari Paskah seperti biasanya.

"Bagi jutaan orang Kristen, Hari Paskah berarti pergi ke gereja, melewatkan hari itu bersama seluruh keluarga, mungkin jalan-jalan bersama dan merayakan," kata Merkel. "Tapi tahun ini tidak demikian.”

Masa penuh kekhawatiran

Berdasarkan kesepakatan antara pemerintah ke-16 negara bagian Jerman dan pemerintah federal yang dipimpin Merkel, restriksi atas kehidupan masyarakat dan penjagaan jarak dengan orang lain akan tetap berlangsung hingga setidaknya 19 April. Pemerintah dan wakil pemerintah negara bagian akan berunding kembali lima hari sebelum tanggal tersebut, dan memutuskan apakah pembatasan akan dilanjutkan.

Dalam pidatonya Merkel mengakui, saat ini adalah “masa penuh kekhawatiran.”

Ia mengatakan, "Ada kekhawatiran menyangkut keluarga, pekerjaan, juga sejauh mana negara akan berubah nantinya." Ia menambahkan, "Kami akan melakukan segalanya sebaik mungkin dari sudut pandang negara, untuk menjamin agar sesedikit mungkin kekhawatiran rakyat menjadi kenyataan." ml/yp (AFP, dpa, Reuters, EPD)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hak Perempuan: Dalih Pamungkas Bernama Syariah  
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Nasib perempuan di Mauritania adalah sederet panjang tanda tanya. Ketika pemerintah mengusulkan ranc...
Agama Ikut Terseret ke dalam Arus Desinformasi Wabah Corona
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Sebagian analis melihat fenomena ini sebagai upaya masyarakat berdamai dengan krisis kesehatan yang ...
Pasangan LDR Sekarang Boleh Berkunjung ke Denmark, Tapi Polisi Minta Bukti
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Pemerintah Denmark mulai melonggarkan lockdown virus corona dan membolehkan pengunjung dari Skandina...
Jerman Perpanjang Masa Penerapan Social Distancing
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Jerman secara bertahap mengurangi pemberlakuan aturan pembatasan aktivitas sosial akibat merebaknya ...
Presiden AS Donald Trump Ancam Tutup Perusahaan Media Sosial
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu (27/05) mengancam akan meregulasi secara ketat dan bahkan me...
India Hadapi Serangan Hama Belalang Terburuk dalam 30 Tahun
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Pihak berwenang India pada Selasa (26/05) mengirimkan pesawat nirawak dan traktor untuk melacak perg...
Sejauh Mana Kegunaan Tes Antibodi Massal Virus Corona?
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Rusia menerapkan lockdown sangat ketat sejak beberapa pekan terakhir. Namun jumlah kasus infeksi bar...
Lempeng Tektonik Bergoyang Lambat Sebelum Gempa Hebat
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:07 WIB
Dalam 100 tahun terakhir, para pakar kebumian mencatat sedikitnya 10 gempa dahsyat yang melanda bumi...
Bantuan Langit di Masa Sulit - Inilah Santo dan Santa Pelindung di Agama Katholik
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Penderitaan mereka jadi inspirasi spiritual bagi ratusan juta umat Katholik di dunia. Sebelas peremp...
Lebih dari 100 Orang Terinfeksi Covid-19 Setelah Kebaktian di Gereja Frankfurt
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Sekitar 40 kasus infeksi Covid-19 ditemukan di kota Frankfurt dan sekitarnya di Jerman, yang dikaitk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV