Virus corona: Mengapa sejumlah negara menolak peralatan medis buatan China untuk penanganan Covid-19?
Elshinta
Kamis, 02 April 2020 - 00:57 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Virus corona: Mengapa sejumlah negara menolak peralatan medis buatan China untuk penanganan Covid-19?
BBC - Virus corona: Mengapa sejumlah negara menolak peralatan medis buatan China untuk penanganan Covid-19?
Seorang petugas medis mengenakan alat pelindung diri di sebuah rumah saklit di Uden, Belanda. Hak atas foto Getty Images
Image caption Belanda adalah salah satu dari negara-negara yang melaporkan adanya cacat dalam perlengkapan medis buatan China.

Ribuan alat uji dan masker medis buatan China memiliki kualitas di bawah standar, menurut pemerintah Spanyol, Turki dan Belanda.

Ratusan ribu kasus virus corona dilaporkan terjadi Eropa.

Lebih dari 10.000 orang meninggal dunia di Italia sejak wabah terjadi.

Virus Covid-19 ini pertama kali dideteksi di China pada akhir tahun 2019. Pemerintah menerapkan langkah 'lockdown' atau karantina wilayah ketat untuk mengontrolnya.

Ada apa dengan peralatan medis buatan China?

Pada hari Sabtu (28/03) kementerian kesehatan Belanda mengumumkan penarikan 600 ribu masker wajah. Peralatan buatan China tersebut tiba pada tanggal 21 Maret lalu dan telah dibagikan ke tim medis garda terdepan.

Para pejabat Belanda mengatakan masker-masker tersebut tidak pas dan penyaringnya tidak bekerja dengan baik, meskipun telah memiliki sertifikasi kualitas.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Dokter di Spanyol mengatakan khawatir dan kelelahan dalam menghadapi epidemi virus corona.

"Sisa pengiriman barang segera dihentikan sementara dan tidak didistribusikan," demikian dinyatakan pemerintah Belanda. "Sekarang telah diputuskan untuk tidak memakainya sama sekali."

Pemerintah Spanyol menghadapi sejumlah masalah yang sama terkait dengan perangkat pengujian yang dipesan dari sebuah perusahaan China.

Spanyol menyatakan telah membeli ratusan ribu perangkat untuk mengatasi virus, tetapi mengungkapkan beberapa hari kemudian bahwa hampir 60.000 buah tidak bisa dipakai dalam memastikan apakah seseorang terkena Covid 19.

Kedutaan besar China di Spanyol lewat cuitannya menyatakan perusahaan di balik alat uji ini, Shenzhen Bioeasy Biotechnology, tidak memiliki izin resmi dari pihak kesehatan China untuk menjual produknya.

Sejumlah negara Eropa menolak peralatan buatan China yang dirancang untuk mengatasi wabah virus corona.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Arab Saudi: Seluruh masjid akan kembali menggelar salat berjemaah mulai 31 Mei, kecuali di Mekah
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:06 WIB
Hak atas foto Reuters Pemerintah...
Covid-19: Rencana penerapan New Normal, ‘kondisi pasien sekarang saja sudah membludak’
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:06 WIB
Hak atas foto ANTARA FOTO/AJI STYAWAN ...
Suriname: Apakah terpidana pembunuhan akan kembali jadi presiden?
Rabu, 27 Mei 2020 - 05:32 WIB
Hak atas foto Getty Images ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV