Dunia Bersiap Hadapi Perjuangan Panjang Melawan Virus Korona
Elshinta
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dunia Bersiap Hadapi Perjuangan Panjang Melawan Virus Korona
VOA Indonesia - Dunia Bersiap Hadapi Perjuangan Panjang Melawan Virus Korona
Para petugas membersihkan semua barang, mulai dari mata uang dan uang kertas hingga bus-bus. Pangkalan-pangkalan militer dalam keadaan siaga tinggi dan karantina diberlakukan hari Rabu (26/2) di berbagai tempat, mulai dari sebuah resor tepi pantai di Atlantik sampai di sebuah pulau tak berpenghuni di Samudera Pasifik selagi dunia berjuang melawan penyebaran virus korona. Kekhawatiran akan ambruknya perekonomian yang terus meluas akibat krisis virus korona yang juga disebut COVID-19 itu berlipat ganda, akibat pabrik-pabrik yang menghentikan operasinya, rute perdagangan yang sepi dan industri pariwisata yang lumpuh, sementara semakin banyak negara bersiap-siap untuk menghadapi penyakit itu menyebar ke wilayah yang baru. “Kami tidak mengharapkan keajaiban dalam jangka pendek,” kata Kianoush Jahanpour dari Kementerian Kesehatan Iran, di mana penghitungan resmi jumlah orang yang terinfeksi di negaranya mencapai 139, namun diragukan oleh sebagian pihak yang berpendapat bahwa masalahnya jauh lebih besar. Sekitar 81.000 orang di seluruh dunia jatuh sakit karena virus korona yang terus mengancam lewat penularan ke pasien-pasien baru. Dengan berita terbaru bahwa Brazil mengukuhkan terjadinya kasus pertama di Amerika Latin, maka infeksi akibat virus itu telah terjadi di setiap benua kecuali Antartika. Di Eropa, di mana Jerman, Perancis, dan Spanyol adalah di antara negara-negara dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sebuah kelompok 200 kasus yang terus bertambah di Italia utara diamati secara cermat sebagai sumber penularan. Di Timur Tengah, di mana jumlah orang yang terjangkit virus itu terus bertambah di Bahrain, Kuwait dan Irak, kesalahan diarahkan pada Iran. Di Asia, di mana krisis itu berasal dari China akhir tahun lalu, ancaman terus muncul di seluruh kawasan itu. Korea Selatan kini berjuang untuk menanggulangi wabah massal itu yang berpusat di kota Daegu yang berpenduduk 2,5 juta orang. Di Korea Selatan, para pekerja membersihkan bus-bus umum, sementara di China, bank- bank mendesinfeksi uang kertas dengan menggunakan sinar ultraviolet. Di Jerman, pihak berwenang menekankan pentingnya etiket bersin, sementara di Amerika Serikat, dokter mengumumkan uji klinis untuk kemungkinan pengobatan virus korona. Di seluruh dunia, ketika umat Kristen menandai dimulainya masa suci Prapaskah dengan Rabu Abu, para jemaat mendapati gereja mereka ditutup dan ritual diubah oleh ketakutan akan virus korona. Bahkan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, banyak umat yang berkumpul untuk menghadiri audiensi mingguan bersama Paus Fransiskus mengenakan masker dan para pastur tampaknya menahan diri dengan tidak memeluk paus atau mencium cincinnya. Acara-acara kebaktian dan misa di Singapura disiarkan secara online agar umat dapat menghindari tempat-tempat beribadah yang ramai di mana kuman dapat menyebar. Para uskup di Korea Selatan menutup gereja-gereja, dan hal itu adalah pertama kalinya dalam sejarah Gereja Katolik selama 236 tahun di negara itu. Di Malaysia dan Filipina, abu ditaburkan di atas kepala umat yang menandai dimulainya Masa Prapaskah, bukan dengan menggunakan ibu jari yang basah untuk membuat tanda salib di dahi. “Kami ingin berhati-hati agar virus korona tidak menyebar,” kata Pastor Victorino Cueto, rektor Basilika Nasional Bunda Penolong Abadi di Manila, Filipina. Sementara itu di AS, CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit hari Rabu (26/2) mengatakan, ditemukan lebih dari enam penderita virus korona lagi di kalangan warga Amerika yang diungsikan dari kapal pesiar Diamond Princess, sehingga jumlah kasus yang sudah dikonfirmasi di kalangan warga Amerika mencapai 59. CDC melaporkan ada 14 penderita di dalam negeri, ditambah 45 orang dari warga yang dievakuasi dari kapal pesiar dan kota Wuhan di China. Hari Rabu, harian USA Today melaporkan bahwa walikota San Francisco, London Breed telah mengeluarkan pernyataan darurat untuk mempersiapkan kota itu terhadap perebakan virus korona, meskipun belum ada penderita virus baru itu di kota itu. “Meskipun penderita di antara penduduk San Francisco masih nol, gambaran globalnya berubah cepat, dan kita perlu meningkatkan kesiapan kita,” kata Breed. “Kami menyaksikan virus ini menyebar di berbagai bagian dunia setiap hari, dan kami mengambil langkah-langkah yang perlu untuk melindungi warga San Francisco dari malapetaka,” tandasnya.  [lt/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Spanyol Catat 961 Kematian dalam Sehari Akibat Covid-19
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Pejabat kesehatan Spanyol melaporkan 961 kematian baru akibat virus corona dalam sehari, Kamis (2/4)...
Menlu Jerman Peringatkan NATO Bahaya Disinformasi di Tengah Krisis Covid-19
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Menteri Luar Negeri Jerman hari Kamis (2/4) mengimbau seluruh anggota NATO tidak mengambil kesempata...
Respon Ancaman AS,  Menlu Zarif: Iran Berhak “Membela Diri
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, negaranya “hanya membela diri” setelah...
Satu Juta Orang di Dunia Terinfeksi Virus Corona 
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Pandemi virus corona mencapai tonggak sejarah yang suram ketika total penderita yang terkonfirmasi m...
Kapal-kapal Pesiar Antre untuk Berlabuh di Florida di Tengah Pandemi 
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Penumpang di atas dua kapal pesiar yang terkena virus corona dan beberapa kematian kini diperbolehka...
Hungaria Tolak Kritikan Terhadap Hukum Darurat Terkait COVID-19
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Hongaria, Kamis (2/4), mengecam kritikan terhadap sejumlah langkah tegas terkait virus corona, terma...
Bangladesh Didesak Cabut Larangan Telekomunikasi di Rohingya Terkait COVID-19
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Khawatir dengan ancaman perebakan virus corona di kamp-kamp pengungsi, sebuah kelompok beranggotakan...
Pemerintah Dituding Curi Kesempatan Bebaskan Koruptor di Tengah Wabah Corona
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBH) dan Indonesian Corruption Watch (ICW) menuding pemeri...
Jabar Ungkap Dua Kasus COVID-19 Karena Mudik
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan dua kasus positif corona yang tertular dari anggota kel...
Meksiko Siapkan RS Khusus Pasien Virus Corona
Sabtu, 04 April 2020 - 00:56 WIB
Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador dijadwalkan memulai kunjungan dua hari ke rumah sakit...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)