PBB Keluarkan Seruan Global untuk Lindungi HAM
Elshinta
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PBB Keluarkan Seruan Global untuk Lindungi HAM
VOA Indonesia - PBB Keluarkan Seruan Global untuk Lindungi HAM
Seketraris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa HAM sedang menghadapi serangan akibat berbagai ancaman, termasuk krisis iklim, penyalahgunaan teknologi dijital, dan para pemimpin dunia yang haus kekuasaan. Ia mengeluarkan seruan global untuk mengambil tindakan untuk memajukan dan melindung HAM pada acara pembukaan sidang Dewan Keamanan HAM PBB ke-43 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, Senin (24/2). Dalam pidatonya, Guterres mengatakan, ia memprihatinkan terjadinya erosi terhadap HAM, dan menegaskan bahwa tidak ada satupun negara yang kebal terhadap serangan ini.  Guteres mengatakan, seruannya ini bertujuan untuk mengatasi semua bentuk ketidaksetaraan dan mengeliminasi semua bentuk diskriminasi. Ia juga mengatakan, seruannya ini untuk mengentaskan kemiskinan sehingga semua orang memiliki akses yang setara ke peluang dan pilihan. Ia mengatakan, beberapa ujian terbesar yang dihadapi HAM muncul ketika konflik, serangan teroris dan bencana alam terjadi. Namun ia menyebutkan, HAM dan UU kemanusiaan seharusnya melindungi orang-orang meski dalam saat-saat tergelap kehidupan mereka. Ia mencontohkan perang melawan terorisme. Menurutnya, usaha memerangi terorisme tidak boleh mengorbankan HAM. "Jika tidak, tindakan-tindakan kontra-teror akan menjadi tindakan-tindakan kontra-produktif." Guterres berjanji, PBB -- dengan dukungan yang dibutuhkan dari Komunitas Internasional -- akan membantu melindungi mereka yang membutuhkan. Ia mengatakan, PBB akan membantu melindungi hak-hak kelompok-kelompok minoritas, memastikan kesetaraan gender dan hak-hak kesetaraan bagi perempuan. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Afrika Selatan Mulai Lakukan Karantina Wilayah Nasional
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:16 WIB
Afrika Selatan, Jumat (27/3) memulai hari pertama karantina wilayah (lockdown) nasional selama tiga ...
Gubernur Lousiana Desak Warga Agar Berdiam di Rumah
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:16 WIB
Gubernur Louisiana John Bel Edwards mendesak warganya agar berdiam di rumah dan membatasi kontak sat...
Trump Tandatangani Paket Stimulus $2,2 Triliun, Paksa GM Produksi Ventilator
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:16 WIB
Presiden Amerika Donald Trump menandatangani RUU stimulus $2,2 triliun pada hari Jumat yang bertujua...
AS Tuduh Rusia, China, dan Iran Tingkatkan Disinformasi soal Virus Corona
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:16 WIB
Musuh-musuh utama Amerika tampaknya menyerbu bersama-sama, menggunakan media sosial dan sarana siber...
Pemerintah Siapkan Payung Hukum Karantina Wilayah Terkait Corona
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:15 WIB
Pemerintah sedang menyiapkan peraturan pemerintah untuk mengatur karantina wilayah terkait virus cor...
Pemangkasan Bantuan AS AS$ 1 Miliar untuk Afghanistan akan Berimplikasi Serius
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:15 WIB
Sementara pemerintah Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, meremehkan potensi dampak dari pemotongan A...
Empat Meninggal, Lebih dari Seratus Sakit di Kapal Pesiar Dekat Terusan Panama
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:15 WIB
Empat orang tewas dan 138 lainnya sakit di kapal pesiar Holland America Line yang saat ini berlabuh ...
Dunia Krisis Kondom Akibat Virus Corona
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:15 WIB
Dunia mengalami kekurangan pasokan kondom setelah adanya kebijakan lockdown di Malaysia untuk mengha...
Kematian Akibat Corona di Prancis Hampir Capai 2.000
Minggu, 29 Maret 2020 - 14:15 WIB
Otoritas Kesehatan Prancis melaporkan adanya 299 kematian baru akibat virus corona pada Jumat (27/3)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)