Hujan Bantu Padamkan Api, Tapi Belum Tentu Kurangi Kebakaran Australia
Elshinta
Senin, 06 Januari 2020 - 09:11 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Hujan Bantu Padamkan Api, Tapi Belum Tentu Kurangi Kebakaran Australia
ABC.net.au - Hujan Bantu Padamkan Api, Tapi Belum Tentu Kurangi Kebakaran Australia

Hujan yang turun di sebagian kawasan terbakar di negara bagian Victoria sedikit membantu upaya memadamkan api. Namun suhu udara akan memanas lagi pada hari Kamis mendatang, sehingga masyarakat diperingatkan tetap untuk waspada.

Sejauh ini di negara bagian Victoria sudah dua warga yang meninggal. 1 juta hektar lahan terbakar dengan sedikitnya 110 properti hancur.

Hujan turun di kawasan timur Victoria sejak hari Minggu (5/01), petugas pemadam kebakaran mengatakan hanya akan membantu sedikit sebelum cuaca panas akan kembali pertengahan pekan nanti.

Diperkirakan hujan dengan curah 10 mm kembali turun di kawasan East Gippsland dan sekitarnya hari ini (6/01).

Di kawasan Timur Laut Victoria, sejak kebakaran pekan lalu, 130 ribu hektar lahan musnah dan berbagai properti hancur di daerah Cudgewa, Corryong, Tintaldra dan Towong.

Warga telah mendapat peringatan bahwa kebakaran semak akan menjadi terus terjadi sampai dua bulan ke depan.

Petani yang telah kembali ke tempat tinggal mereka menemukan tidak hanya lahan dan properti yang hancur, tapi juga ternak yang mati dengan jumlah mencapai puluhan ribu ekor.

Komisioner Penanggulangan Masalah Darurat Victoria, Andrew Crisp mengatakan hujan yang turun semalaman mencegah api menyebar namun membuat petugas kesulitan dengan medan yang basah.

Tentara Australia sudah dikerahkan untuk membantu warga dengan mengirimkan telepon satelit dan pasokan makanan ke komunitas yang tinggal di kawasan terpencil, termasuk di kawasan East Gippsland.

Di Mallacoota yang mengalami kebakaran parah pekan lalu, sekitar 400 orang akan dievakuasi lewat laut hari Senin, sebagai evakuasi terakhir dari kota tepi pantai yang sekarang terisolasi tersebut.

Authorities are hoping to evacuate the last of those trying to leave Mallacoota after they became trapped by bushfires last week. Video: Authorities are hoping to evacuate the last of those trying to leave Mallacoota after they became trapped by bushfires last week. (ABC News)

Batuan uang, bukan bantuan barang

Menteri Utama negara bagian Victoria, Daniel Andrews menyerukan agar bantuan yang diberikan kepada korban kebakaran adalah dalam bentuk uang, bukan barang.

Pemerintah negara bagian Victoria sudah mengangkat mantan wakil menteri utamanya, Pat McNamara untuk mengelola dana tersebut dengan dana awal AU$4 juta, atau hampir Rp 40 miliar.

McNamara sebelumnya juga terlibat dalam membantu korban kebakaran hutan yang terjadi tahun 2009 di Victoria.

Ia mengatakan sumbangan akan meningkat dengan cepat dan kebutuhan warga juga akan lebih jelas.

"Banyak keluarga yang kehilangan segalanya." katanya.

"Bila sebuah rumah terbakar habis, maka banyak kebutuhan dasar seperti pakaian dan mempersiapkan anak-anak untuk sekolah," kata McNamara.

Ia mengatakan kebakaran hutan dan semak tahun ini berbeda dengan kejadian di tahun 2009, yang saat itu menewaskan 173 orang dalam satu hari.

"Yang sekarang kejadiannya menjalar, dimana ada kebakaran di hutan milik negara, kemudian menjalar ke daerah pemukiman, dan menghancurkan rumah dan juga menimbulkan korban jiwa," katanya.

"Kita belum lagi memasuki musim puncak kebakaran, jadi kita akan melihat situasi seperti ini selama 4-5 minggu ke depan dan itu yang harus kita tangani." kata McNamara.

Binatang liar juga menjadi korban

Selain korban lahan, properti dan manusia, pihak berwenang juga mengkhawatirkan ratusan binatang yang terancam punah sekarang juga menjadi korban.

Binatang itu termasuk binatang khas Australia, seperti wallaby, selain juga ular dan sejumlah ikan tawar.

James Todd dari Departemen Lingkungan, Tanah, Air dan Perencanaan mengatakan pusat penampungan satwa liar akan dibuat di kawasan Bairnsdale, sekitar 271 km dari kota Melbourne.

"Kami perihatin, kami sudah membuat perencanaan dan melakukan analisa mengenai spesies yang terkena dampaknya."

"Masalah yang kita hadapi sangat luar biasa besar." kata Todd.

Sejauh ini diperkirakan jutaan satwa musnah karena kebakaran semak musim ini.

Ternak, binatang peliharaan, termasuk yang diperjualbelikan untuk keperluan bisnis juga harus diselamatkan.

Brett Hadden, misalnya, memiliki bisnis yang dijalankan selama musim dingin dengan menggunakan anjing jenis huskie untuk menarik kereta salju.

Ia berhasil membawa sekitar 60 ekor huskie miliknya mengungsi dari kawasan pegunungan Mount Buller ke Omeo.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM Malaysia Mahathir Ajukan Surat Pengunduran Diri
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Kantor Perdana Menteri Malaysia mengatakan, Senin (24/2), Mahathir Mohamad sudah menyerahkan surat p...
Trump Umumkan Kesepakatan Militer dengan India
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Presiden Donald Trump mengatakan, Senin (24/2), AS akan menandatangani sebuah kesepakatan untuk menj...
Pemerintah Bersiap Evakuasi WNI di Kapal Pesiar World Dream
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Anak buah kapal (ABK) WNI di kapal pesiar World Dream akan segera dievakuasi. Sementara itu, pemerin...
Pengadilan Ekstradisi Assange Berlangsung di London
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Sebuah sidang pengadilan terkait permohonan AS untuk ektradisi pendiri WikiLekas Julian Assange mula...
Italia Berlakukan Larangan Berkunjung Terkait Virus Korona
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Pihak berwenang di bagian utara Italia telah melarang kunjungan wisatawan dan memerintahkan penutupa...
PBB Keluarkan Seruan Global untuk Lindungi HAM
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Seketraris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa HAM sedang menghadapi serangan akiba...
Korsel Berlakukan Siaga Tertinggi di Tengah Ancaman Wabah Korona
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Sekolah-sekolah di Korea Selatan tutup dan berbagai kegiatan besar -- termasuk konser dan acara pemb...
Pihak-pihak yang Berperang di Libya Sepakati Gencatan Senjata Lebih Permanen
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Sebuah misi PBB di Libya, Senin (24/2), mengatakan, pihak-pihak yang berperang di Libya telah sepaka...
Afghanistan Kukuhkan Kasus Pertama Virus Korona
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Sejumlah pejabat Afghanistan mengatakan, Senin (24/2), seorang pasien yang baru-baru ini mengunjun...
Palestina Tembakkan Roket ke Israel, Netanyahu Ancam Langsungkan Perang
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Kelompok militan di Gaza melanjutkan serangan mereka ke bagian selatan Israel, Senin (24/2). Sejumla...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)