Ratusan Orang Ditangkap di Hong Kong dalam Protes pada Tahun Baru
Elshinta
Jumat, 03 Januari 2020 - 08:45 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ratusan Orang Ditangkap di Hong Kong dalam Protes pada Tahun Baru
VOA Indonesia - Ratusan Orang Ditangkap di Hong Kong dalam Protes pada Tahun Baru
Polisi Hong Kong menahan sekitar 400 orang dalam protes pada hari Tahun Baru setelah pawai prodemokrasi yang diikuti puluhan ribu orang dan pada awalnya damai itu berubah menjadi kacau, dengan polisi melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. Penangkapan itu membuat seluruhnya ada sekitar 7.000 orang yang ditahan sejak protes di kota itu meningkat pada Juni lalu, terkait RUU yang kini telah dibatalkan. RUU itu akan memungkinkan ekstradisi ke China daratan. Ini sekaligus menyoroti tidak adanya kemajuan dalam upaya mengakhiri kerusuhan. Ketegangan pada hari Rabu meningkat setelah penangkapan dilakukan di kawasan bar Wan Chai, di dekat sebuah kantor cabang bank HSBC, yang menjadi target kemarahan demonstran dalam beberapa pekan ini. Sewaktu perkelahian terjadi, sejumlah besar demonstran berpakaian hitam bergegas ke lokasi itu sementara demonstran lainnya membentuk rantai manusia untuk memberi mereka berbagai pasokan seperti batu bata, yang membuat polisi terpaksa menambahkan bala bantuan untuk mereka sendiri. Polisi kemudian meminta penyelenggara agar mengakhiri pawai itu lebih cepat dan massa akhirnya bubar sewaktu satu truk meriam air dan sejumlah polisi berperlengkapan antihuru-hara berpatroli di jalan-jalan itu hingga malam hari. Jimmy Sham, salah seorang pemimpin Front HAM Sipil yang menyelenggarakan pawai itu, mengkritik keputusan polisi untuk membubarkan massa dengan pemberitahuan singkat dan bahwa polisi menangkap para demonstran tanpa pandang bulu. [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PBB: Perubahan Iklim Ancam Masa Depan Semua Anak-Anak
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Masa depan setiap anak di dunia terancam karena negara-negara di seluruh dunia gagal meredam dampak ...
Musim Karnaval di Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Pesta karnaval di Jerman, yang sering disebut sebagai "musim ke-5" ini, memasuki masa puncaknya. Kot...
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Fenomena kapal hantu, maksudnya kapal yang ditemukan tanpa awaknya, adalah fenomena yang sering diga...
Polemik RUU Ketahanan Keluarga: Dari Tumpang-tindih Sampai Langgar Hukum Internasional
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang masuk dalam program legislasi nasional (proleg...
7 Fakta Tentang Serangan Terorisme di Hanau Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Serangan di Hanau Aksi Terorisme Ekstrem Kanan Bermotif Rasisme
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Belum banyak informasi tentang sosok pelaku tunggal yang melakukan aksi penembakan di kota Hanau. Me...
Opini: Kebencian di Jantung Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Hanau hanyalah kasus yang terbaru. Untuk ketiga kalinya dalam hanya beberapa bulan, hawa kebencian t...
Kaum Muda Iran Sambut Dingin Proses Pemilihan Umum
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Banyak orang yang menginginkan perubahan, tetapi lemahnya kekuatan institusi terpilih di Republik Is...
8 Orang Tewas Ditembak di Hanau, Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Polisi Jerman mengatakan delapan orang mati ditembak di Kota Hanau pada  Rabu (19/2) malam. Perny...
Assange Ditawari Pengampunan Asal Bilang Rusia Tak Intervensi Pilpres AS 2016 
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Pendiri Wikileaks, Julian Assange, mengatakan pemerintahan Trump telah menawarkan akan memberikan pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)