Demonstran Serang Kedubes AS di Baghdad Pasca Serangan Udara
Elshinta
Kamis, 02 Januari 2020 - 09:33 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Demonstran Serang Kedubes AS di Baghdad Pasca Serangan Udara
VOA Indonesia - Demonstran Serang Kedubes AS di Baghdad Pasca Serangan Udara
Marah oleh serangan udara berdarah yang menarget milisi yang didukung Iran, puluhan milisi Syiah Irak dan pendukung mereka, Selasa (31/12), menyerbu kompleks Kedutaan Besar Amerika di Baghdad. Para demonstran menghancurkan pintu utama dan membakar ruang menerima tamu. Ini adalah salah satu serangan terburuk terhadap kantor kedutaan besar. Para penjaga keamanan di Kedubes Amerika itu menembakkan gas air mata dan kepulan asap mengepul di halaman kedutaan. Seorang wartawan Associated Press di lokasi melihat api besar tampak di dalam kompleks itu, sementara sejumlah tentara Amerika berjaga-jaga di atap gedung utama kedutaan dengan senjata di arahkan kepada para demonstran. Seorang laki-laki dengan menggunakan pengeras suara menyerukan kerumunan massa untuk tidak memasuki kompleks kedutaan itu dengan mengatakan “pesan sudah dikirim.”  Belum ada laporan tentang jatuhnya korban jiwa. Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan seluruh personil Amerika aman dan tidak ada rencana untuk mengevakuasi mereka. Pemerintah Amerika berencana mengirim lebih banyak tentara untuk melindungi kantor kedutaan itu. Penyerbuan itu terjadi setelah serangan udara Amerika pada Minggu (29/12) lalu yang menewaskan 25 milisi Kataeb Hezbollah, kelompok yang didukung Iran di Irak. Militer Amerika mengatakan serangan itu merupakan pembalasan atas pembunuhan seorang kontraktor Amerika dalam serangan roket ke pangkalan militer Amerika di Irak minggu lalu, yang menurut Amerika dilakukan oleh Kataeb Hezbollah.  Presiden Donald Trump menyalahkan Iran atas insiden di Kedutaan Besar Amerika di Baghdad, Selasa (31/12) dan menyerukan Irak untuk melindungi misi diplomatik tersebut.  “Iran membunuh seorang kontraktor Amerika dan melukai banyak orang. Kami menanggapi hal itu dengan tegas, dan akan selalu demikian. Kini Iran merekayasa serangan terhadap Kedutaan Besar Amerika di Irak. Mereka akan diminta tanggung jawab penuh. Sebagai tambahannya, kami berharap Irak akan menggunakan pasukannya untuk melindungi kedutaan dan sudah diberitahu!” cuit Trump dari Palm Beach, Florida. Menjelang sore hari para demonstran telah menarik diri dari kompleks kedutaan itu tetapi kemudian mendirikan sejumlah tenda di luar kompleks, di mana mereka mengatakan akan melakukan aksi duduk. Puluhan bendera berwarna kuning milik milisi Syiah yang didukung Iran itu berkibar di atas ruang penerimaan tamu dan terpampang di sepanjang dinding beton kedutaan, bersama dengan coretan-coretan anti-Amerika. [em/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PBB: Perubahan Iklim Ancam Masa Depan Semua Anak-Anak
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Masa depan setiap anak di dunia terancam karena negara-negara di seluruh dunia gagal meredam dampak ...
Musim Karnaval di Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Pesta karnaval di Jerman, yang sering disebut sebagai "musim ke-5" ini, memasuki masa puncaknya. Kot...
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Fenomena kapal hantu, maksudnya kapal yang ditemukan tanpa awaknya, adalah fenomena yang sering diga...
Polemik RUU Ketahanan Keluarga: Dari Tumpang-tindih Sampai Langgar Hukum Internasional
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang masuk dalam program legislasi nasional (proleg...
7 Fakta Tentang Serangan Terorisme di Hanau Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Serangan di Hanau Aksi Terorisme Ekstrem Kanan Bermotif Rasisme
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Belum banyak informasi tentang sosok pelaku tunggal yang melakukan aksi penembakan di kota Hanau. Me...
Opini: Kebencian di Jantung Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Hanau hanyalah kasus yang terbaru. Untuk ketiga kalinya dalam hanya beberapa bulan, hawa kebencian t...
Kaum Muda Iran Sambut Dingin Proses Pemilihan Umum
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Banyak orang yang menginginkan perubahan, tetapi lemahnya kekuatan institusi terpilih di Republik Is...
8 Orang Tewas Ditembak di Hanau, Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Polisi Jerman mengatakan delapan orang mati ditembak di Kota Hanau pada  Rabu (19/2) malam. Perny...
Assange Ditawari Pengampunan Asal Bilang Rusia Tak Intervensi Pilpres AS 2016 
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Pendiri Wikileaks, Julian Assange, mengatakan pemerintahan Trump telah menawarkan akan memberikan pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)