Timothy Widjaja Asal Indonesia, Salah Satu Lulusan SMA Terbaik 2019 di Melbourne
Elshinta
Jumat, 27 Desember 2019 - 09:14 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Timothy Widjaja Asal Indonesia, Salah Satu Lulusan SMA Terbaik 2019 di Melbourne
ABC.net.au - Timothy Widjaja Asal Indonesia, Salah Satu Lulusan SMA Terbaik 2019 di Melbourne

Di antara sekitar 50 ribu siswa SMA di Australia yang mendapatkan nilai ujian akhir pekan lalu, salah seorang dengan nilai tertinggi adalah Timothy Widjaja asal Indonesia. Dia menamatkan SMA pada Melbourne High School (MHS).

Timothy mendapat skor nilai ujian akhir atau ATAR 99,20 dari kemungkinan nilai maksimal 99,95.

ATAR yang merupakan kependekan dari Australian Tertiary Admission Rank yang digunakan untuk menentukan apakah lulusan SMA tersebut akan diterima di perguruan tinggi.

Dari 50 ribu lulusan tahun ini, 37 orang yang berhasil mendapatkan skor sempurna 99,95, 8 perempuan dan 29 siswa laki-laki.

Kebanyakan mereka yang mendapat skor terbaik ini berasal dari sekolah swasta di negara bagian Victoria.

Salah seorang siswi yang mencapai skor tertinggi itu adalah Chen Jie asal Malaysia dari sekolah negeri khusus putri MacRobertson High.

Sama seperti dengan Timothy Widjaja yang pindah dari Indonesia sejak kecil, Chen Jie baru pindah ke Australia setelah menamatkan SD di Malaysia.

Kepada ABC, Chen Jie mengaku kaget ketika mendapatkan hasil ATAR tertinggi tersebut.

"Ketika saya melihat skor ATAR ini, saya sangat kaget karena skornya begitu tinggi. Sampai sekarang saya masih belum percaya kalau skor itu benar," ujarnya.

Ingin kuliah kedokteran di Monash University

Bagi Timothy Widjaja, hasil ATAR 99,20 tersebut semakin mendekatkan ke ambisinya untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Monas University.

Pada Hari Rabu (18/12/2019) para lulusan SMA ini akan mengetahui apakah mereka lulus di jurusan universitas yang mereka daftar.

"Sejak dua tahun terakhir, Tim sudah memutuskan ingin kuliah kedokteran di Monash University. Untuk bisa masuk, skor ATAR saja tidak cukup. Masih harus melewati proses wawancara," kata ayah Tim, Abraham Budi Widjaja, kepada ABC Indonesia.

Apa yang menjadi kunci sukses sehingga Timothy bisa mendapatkan skor ATAR yang tinggi?

Menurut Budi, yang bekerja sebagai data programmer di perusahaan pencetak kartu plastik di Melbourne, anaknya memang sudah mempersiapkan ujian dengan sebaik-baiknya.

"Setelah selesai ujian, dia merasa cukup puas dengan mata pelajaran Further Math dan Math Method, namun masih belum yakin untuk hasil test bahasa Inggrisnya," kata Budi yang pindah ke Australia dari Semarang di tahun 2007.

Walau sudah tinggal lebih dari 11 tahun di Australia, Timothy masih mengambil mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai salah satu pelajaran untuk ujian akhir SMA.

"Dia mendapat hasil akhir yang cukup bagus adalah nilai dari mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dia ambil tahun yang lalu pada saat duduk di Kelas 11," kata Budi.

"Dalam mata pelajaran tersebut Tim memperoleh nilai 48,50 dari kemungkinan tertinggi skor tertinggi 50. Hal ini sangat membanggakan bagi kami," ujarnya.

Hasil hampir maksimal dalam Bahasa Indonesia ini bisa disebut mengesankan karena Timothy pindah ke Australia dari Indonesia ketika masih berusia 7 tahun.

"Kami juga sangat berterima kasih pada Bu Rachmat sebagai guru Bahasa Indonesia yang membimbing para murid yang semuanya tak bisa berbahasa Indonesi, api akhirnya mampu memperoleh nilai yang sangat bagus," kata Budi lagi.

Timothy menamatkan SMA-nya di Melbourne High School, satu dari empat sekolah menengah negeri di Melbourne yang menerapkan ujian masuk bagi siswa sejak Kelas 9.

Melbourne High School bersama MacRobertson High School, Suzanne Cory High School, dan Nosal High School menerapkan ujian masuk karena hanya menampung mereka yang memiliki nilai akademik yang tinggi.

Tingkat persaingandi empat SMA Negeri ini sangat ketat, karena berbeda dengan sekolah swasta dimana murid harus membayar uang sekolah ratusan juta setahun, sekolah negeri bayarannya sama seperti sekolah yang dikelola pemerintah lainnnya.

Menurut Budi, mereka memang memilih sekolah negeri bagi pendidikan anak-anaknya.

"Tim bersekolah di sekolah negeri dari SD sampai SMA. Kami cukup puas dengan mutu pelajaran di sekolah-sekolah negeri tersebut, terutama Templeton Primary School, Highvale Secondary College (kelas 7-8) dan Melbourne High School," jelasnya.

"Menurut kami, tidak ada salahnya bersekolah di sekolah negeri," katanya.

Mengetahui karakter sekolah yang dipilih

Berbicara mengenai pendidikan di Australia Budi Widjaja menilai orangtualah yang seharusnya mengetahui apa yang terbaik bagi anak-anak mereka dengan berusaha mengetahui karakter sekolah yang dipilih.

"Jika orangtua memasukkan anaknya di sekolah negeri, mereka harus benar-benar mengetahui karakter si anak, apakah akademis atau artistik ataukah trampil dalam mengotak-atik barang (kejuruan)," katanya.

Dari situ, menurut Budi, orangtua kemudian bisa memilih sekolah negeri yang sesuai kebutuhan anak.

"Sebagai contoh ketika Tim masih duduk di Kelas 2 SD, dia bersekolah di sekolah Katolik (setengah swasta)," jelasnya.

"Sekolah ini bagus dan membina murid-muridnya dengan baik. Hanya saja kurang memberikan tantangan bagi para murid yang memiliki kemampuan akademis lebih."

"Akibatnya, Tim merasa bosan dan malas. Saat itu kami sebagai orangtua berusaha mencari sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan akademis Tim," katanya.

Bagaimana Budi melihat perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan di Australia?

"Jika dibandingkan dengan di Indonesia, pendidikan di Australia lebih mendorong anak untuk bisa mengemukakan pendapat dan mengaplikasikan apa yang mereka pelajari," katanya.

"Sejak di SD, anak-anak di Australia sudah terbiasa mempresentasikan hasil kerja mereka, melakukan riset untuk menulis esai dengan topik-topik yang bervariasi."

Namun Budi enggan memberikan saran mengenai apa yang harus dilakukan di Indonesia khususnya oleh Menteri Pendidikan RI yang baru Nadiem Makarim.

"Kami sudah lama meninggalkan Indonesia sehingga tidak terlalu update dengan dunia pendidikan di Indonesia," katanya.

"Mudah-mudahan saja dengan Menteri Pendidikan yang baru, pendidikan di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia," kata Budi Widjaja.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM Malaysia Mahathir Ajukan Surat Pengunduran Diri
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Kantor Perdana Menteri Malaysia mengatakan, Senin (24/2), Mahathir Mohamad sudah menyerahkan surat p...
Trump Umumkan Kesepakatan Militer dengan India
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Presiden Donald Trump mengatakan, Senin (24/2), AS akan menandatangani sebuah kesepakatan untuk menj...
Pemerintah Bersiap Evakuasi WNI di Kapal Pesiar World Dream
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Anak buah kapal (ABK) WNI di kapal pesiar World Dream akan segera dievakuasi. Sementara itu, pemerin...
Pengadilan Ekstradisi Assange Berlangsung di London
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:53 WIB
Sebuah sidang pengadilan terkait permohonan AS untuk ektradisi pendiri WikiLekas Julian Assange mula...
Italia Berlakukan Larangan Berkunjung Terkait Virus Korona
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Pihak berwenang di bagian utara Italia telah melarang kunjungan wisatawan dan memerintahkan penutupa...
PBB Keluarkan Seruan Global untuk Lindungi HAM
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Seketraris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa HAM sedang menghadapi serangan akiba...
Korsel Berlakukan Siaga Tertinggi di Tengah Ancaman Wabah Korona
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Sekolah-sekolah di Korea Selatan tutup dan berbagai kegiatan besar -- termasuk konser dan acara pemb...
Pihak-pihak yang Berperang di Libya Sepakati Gencatan Senjata Lebih Permanen
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Sebuah misi PBB di Libya, Senin (24/2), mengatakan, pihak-pihak yang berperang di Libya telah sepaka...
Afghanistan Kukuhkan Kasus Pertama Virus Korona
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Sejumlah pejabat Afghanistan mengatakan, Senin (24/2), seorang pasien yang baru-baru ini mengunjun...
Palestina Tembakkan Roket ke Israel, Netanyahu Ancam Langsungkan Perang
Selasa, 25 Februari 2020 - 02:49 WIB
Kelompok militan di Gaza melanjutkan serangan mereka ke bagian selatan Israel, Senin (24/2). Sejumla...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)