Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Elshinta
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
BBC Indonesia - Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih setelah gunung berapi meletus pada Senin (09/12).

Menurutnya, fokus pemerintah kini "menemukan" korban dan "mengembalikan kepada orang-orang tercinta" begitu pulau dalam kondisi aman.

Kepolisian Selandia Baru memastikan bahwa lima orang tewas dan delapan lainnya hilang setelah gunung berapi Pulau Putih meletus saat rombongan wisatawan berkunjung, pada Senin (09/12).

Kepolisian menambahkan, secara keseluruhan, terdapat 47 orang di pulau tersebut saat bencana berlangsung.

"Bagi mereka yang kehilangan keluarga dan sahabat, kami merasakan kedukaan dan nestapa Anda yang tak terbayangkan pada saat ini," kata Ardern.

Dia mengatakan, pesawat-pesawat pemantau melaporkan tidak ada tanda-tanda kehidupan di pulau tersebut.

"Pilot helikopter, sejauh yang saya tahu, bergerak di sekitar pulau dan tidak hanya memantau dari udara. Dia melakukan itu cukup lama dan melaporkan balik bahwa sayangnya tidak ada tanda-tanda kehidupan."

Sebanyak 34 orang selamat dan 31 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Di antara korban cedera dan hilang terdapat warga Amerika Serikat, China, Malaysia, dan Selandia Baru.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menyatakan dirinya "khawatir" tiga dari lima orang yang dipastikan tewas merupakan warga Australia.

Menurut Morrison, 24 warga Australia menumpang kapal pesiar yang menjelajahi perairan Pulau Putih tatkala gunung meletus. Dari jumlah itu, 13 orang dibawa ke rumah sakit dan 11 lainnya belum diketahui nasibnya.

"Ini adalah tragedi yang buruk, masa ketika kebahagiaan diganggu kengerian erupsi," kata Morrison kepada para wartawan di Sydney.

Image caption Sekelompok orang (dilingkari) tampak berada di dalam kawah beberapa menit sebelum gunung meletus.

Beberapa wisatawan terlihat sedang berjalan di dalam pinggiran kubah Pulau Putih atau Whakaari, beberapa saat sebelum gunung meletus.

Gunung berapi meletus pada Senin (09/12), sekitar pukul 14.30 waktu setempat atau pukul 08.30 WIB. Kejadian itu direkam oleh Michael Schade, yang menumpang kapal setelah melakoni tur wisata di pulau pada pagi hari.

Kepada BBC, Schade mengatakan dirinya berada di kawah gunung 30 menit sebelum bencana terjadi.

"Kami baru saja naik ke kapal…lalu seseorang memberitahu dan kami melihatnya," kata Schade.

"Pada dasarnya saya shock. Kapal berputar balik dan kami menarik beberapa orang yang menunggu di dermaga."

Saksi mata lainnya, Allessandro Kauffmann, mengunggah kisahnya di Instagram. Dia mengaku menumpang kapal lima menit sebelum erupsi.

"Tur berikutnya yang tiba setelah kami, sayangnya tidak bisa kabur [sebelum gunung meletus]. Ada beberapa orang yang mengalami luka bakar serius," katanya.

Whakaari, yang terletak di lepas pantai Pulau Utara, adalah salah satu gunung berapi teraktif di Selandia Baru.

Meski demikian, pulau itu menjadi destinasi wisata yang cukup populer. Penerbangan yang menawarkan pemandangan gunung berapi pun tersedia bagi turis.

Hak atas foto ICEYE
Image caption Citra satelit menunjukkan gunung berapi Pulau Putih setelah letusan.

Tayangan langsung yang berasal dari kamera pemantau memperlihatkan sekelompok wisatawan berada di dalam kubah sesaat sebelum tayangan menjadi gelap dan erupsi berlangsung.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Selandia Baru mengatakan "erupsi gunung berapi terjadi di Pulau Putih dan berbahaya berada di kawasan terdekat gunung berapi."

Laman pemantau bencana geologis, GeoNet, menyebut peralatan pemantau di gunung berapi mengindikasikan "tidak ada tanda-tanda eskalasi".

Letusan gunung berapi di Pulau Putih telah terjadi beberapa kali, namun tidak pernah melibatkan korban jiwa.

Letusan pendek berlangsung pada 2016 dan beberapa letusan lainnya antara 2012-2013. Kala itu, letusan memuntahkan debu vulkanik dan menciptakan kawah baru.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV