Mahalnya Sydney Membuat Orang Tua Asal China Kirimkan Bayinya ke China
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 08:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mahalnya Sydney Membuat Orang Tua Asal China Kirimkan Bayinya ke China
ABC.net.au - Mahalnya Sydney Membuat Orang Tua Asal China Kirimkan Bayinya ke China

Saat Sophie Ding dan Ben Meng memiliki anak keduanya, banyak biaya yang harus mereka keluarkan.

Dari cicilan rumah, biaya perawatan anak, ditambah dengan biaya hidup di Sydney yang meningkat, membuat mereka merasa kesulitan.

Setahun setelah merayakan ulang tahun pertamanya, bayi perempuan mereka, Valerie, dikirimkan ke keluarga mereka di China untuk dirawat dengan kakek neneknya di Sichuan.

"Saya luar biasa menangisnya saat berada di bandara setelah ia pergi," ujar Sophie yang pindah ke Australia tahun 2005 sebelum bertemu suaminya.

"Saat itu, saya merasa seharusnya tidak mengirimkannya ke China, saya merasa tidak enak."

Pasangan Sophie dan Ben bukanlah satu-satunya orang tua di Australia yang mengirimkan anak mereka untuk dirawat dengan sanak saudaranya di luar negeri demi mencukupi kebutuhan hidup.

Sebuah laporan terbaru dari University of Notre Dame yang mendatangi satu kawasan pemukiman di Sydney menemukan 19 anak-anak telah dikirimkan ke negara asalnya untuk dirawat dengan kakak dan neneknya.

Laporan ini berdasarkan penelitian di sebuah kawasan pemukiman sebelah barat Sydney, yang memiliki populasi pendatang asal China yang tinggi.

Bayi-bayi yang berpisah dari orang tuanya rata-rata berusia nol hingga lima tahun dan mereka berada di luar negeri selama 20 bulan.

Sebutan untuk bayi-bayi yang dikirim ke luar negeri ini adalah satellite babies.

Menurut penelitian tersebut, beberapa orang tua migran tidak terlalu mendapat bantuan dari orang tuanya, sehingga memilih anak-anak mereka dibesarkan oleh kakek nenek di negara kelahiran mereka, di saat mereka bekerja atau belajar di Australia.

Sophie mengatakan ia merasa tenang karena tahu bayi perempuannya dirawat oleh orang tuanya sendiri, ketimbang di tempat perawatan anak.

Mereka tetap berhubungan dengan bayinya lewat jejaring sosial yang tersedia di China, seperti "WeChat.

"Kita mengecek WeChat setiap hari untuk melihat apakah ada foto Valerie dari China," kata Ben.

"Apakah rambutnya dicukur? Apa yang terjadi dengannya hari ini?"

Keputusan karena mahalnya biaya hidup

Shanthi Robertson, seorang peneliti migrasi dari Western Sydney University mengatakan kesulitan keuangan menjadi alasan utama mengapa orang tua memilih menjadikan anak-anak mereka sebagai satellite babies.

"Mereka mungkin tak punya akses untuk mendapat perawatan anak yang disubsidi pemerintah karena status visanya yang sementara dan biaya hidup yang juga naik, seperti di Melbourne dan Sydney," ujarnya.

Meningkatkan biaya hidup terus menjadi masalah besar di Australia, termasuk disebabkan mahalnya harga rumah, termasuk sewa rumah dan biaya perawatan anak.

Sydney berada di peringkat ke-16 kota paling mahal di Australia tahun ini menurut survey Worldwide Cost of Living yang dibuat Economist Intelligence Unit.

Tapi ada juga faktor budaya dibalik fenomena baby satellite ini.

"Ini biasa terjadi di negara dengan pola perawatan tiga generasi dan biasa terjadi juga dimana kakek nenek memiliki peranan dan kehidupan cucu-cucu mereka," kata Dr Robertson.

Dr Robertson sudah banyak berbicara dengan sejumlah orang tua dan kebanyakan dari mereka setuju jika mengirimkan anak-anak mereka ke luar negeri adalah suatu hal yang sulit.

"Saya rasa orang tua melihatnya sebagai sebuah pengorbanan agar mereka memiliki kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak dan keluarganya dalam jangka panjang," katanya.

"Mereka merasa ini adalah hal paling terbaik yang bisa dilakukan untuk anak-anak mereka untuk saat ini."

Meski bayi perempuannya berada di China, tapi Sophie mengaku Valerie selalu ada benaknya.

"Saya tak mau lagi terlewat melihatnya tumbuh besar, seperti waktu dia berjalan pertama kalinya, saya terlewat melihatnya," kata Sophie.

"Ia mulai berjalan setelah ia berada di China."

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini dan baca cerita-cerita seputar hidup di Australia, termasuk kerja dan studi hanya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
India larang TikTok, Amerika dan Australia akan melarang, Bagaimana Indonesia?
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Aplikasi TikTok menjadi aplikasi terpopuler di kalangan remaja belakangan ini. Tapi baru sekarang te...
Tak Akan Ditemukan: WHO Kirim Tim Pencari Pasien Pertama COVID-19 ke China
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Pekan ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirim tim ke China untuk menyelidiki asal-usul v...
Australia Beri Kemudahan Bagi Warga Hong Kong Jadi Penduduk Tetap
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Australia akan menawarkan jalur bagi warga Hong Kong untuk menjadi permanent resident (PR) dan mengh...
Indonesia Tetapkan Tarif Tertinggi Rapid Tes, Tapi Seberapa Penting Tes Ini?
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi sebes...
Mengapa Enam Minggu? Alasan di Balik Melbourne Kembali Lockdown
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Pemerintah Victoria mengumumkan kembali diberlakukannya lockdown selama enam minggu di seluruh kawas...
Pelajaran dari Lockdown Melbourne: Kembali Normal Tak Bisa Dicapai Teburu-buru
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Kawasan Metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire akan kembali ke Tahap 3 pembatasan tinggal di ruma...
Tragedi Nasional: 65.000 Orang Australia Berupaya Bunuh Diri Setiap Tahunnya
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Dalam setiap satu kematian akibat bunuh diri di Australia, terdapat 30 orang lainnya yang juga berus...
Australia Pertimbangkan Untuk Kurangi Jumlah Kedatangan Internasional
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan jumlah orang yang boleh memasuki Australia dari ...
Cerita Dari Penghuni Penghuni Rusun di Melbourne yang Sedang di-lockdown
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Sebagai sebuah kota yang dikenal dengan keberagaman budaya, Melbourne memiliki kantong-kantong yang ...
Masih Ada Warga Australia yang Mengira Bali Sebagai Negara Tersendiri
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:45 WIB
Meski jutaan warga Australia berlibur ke Bali setiap tahunnya, sebuah survei terbaru menunjukkan mas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV