Kiri Kanan
Turki: Serangan Milisi Kurdi Tewaskan 10 Orang di Al-Bab Suriah
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Turki: Serangan Milisi Kurdi Tewaskan 10 Orang di Al-Bab Suriah
VOA Indonesia - Turki: Serangan Milisi Kurdi Tewaskan 10 Orang di Al-Bab Suriah
Kementerian Pertahanan Turki mengatakan, Sabtu (16/11), sebuah serangan bom mobil yang dilakukan oleh pejuang Kurdi Suriah telah menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 15 di kota perbatasan Al-Bab di Suriah Utara. Kota tersebut telah direbut pasukan Turki dalam serangan tahun 2016. Kantor berita Turki, Anadolu, yang dikelola pemerintah mengatakan 18 orang tewas dan sedikitnya 30 lainnya terluka dalam serangan itu. Dikatakan pula, beberapa mobil dan bangunan di sekitar ledakan itu juga telah rusak. Turki dan sekutu pemberontak Suriah sejauh ini telah melancarkan tiga serangan terpisah di Suriah Utara terhadap ISIS dan milisi Kurdi, merebut daerah di sepanjang perbatasannya. Mereka meluncurkan serangan lain terhadap Kurdi di Suriah Timur Laut pada bulan lalu. Ankara memandang milisi Kurdi, komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS, sebagai kelompok teroris yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang yang telah melakukan pemberontakan selama puluhan tahun di Turki. Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Kementerian Pertahanan mengatakan Kurdi telah meledakkan bom mobil di terminal bus Al-Bab, menewaskan 10 orang. "Teroris yang tidak manusiawi dan tidak beradab PKK/YPG terus menargetkan warga sipil tak berdosa menggunakan metode yang sama seperti DAESH (ISIS)," kata kementerian itu. Serangan terbaru Turki dikutuk oleh sekutu Barat Ankara, yang mengatakan serangan itu dapat menghambat perang melawan ISIS di Suriah. Turki telah menepis kekhawatiran tersebut dengan mengatakan akan terus memerangi ISIS. [ah]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)