Warga AS Mantan Kombatan ISIS Terdampar di Perbatasan Yunani-Turki
Elshinta
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga AS Mantan Kombatan ISIS Terdampar di Perbatasan Yunani-Turki
VOA Indonesia - Warga AS Mantan Kombatan ISIS Terdampar di Perbatasan Yunani-Turki
Seorang warga negara Amerika Serikat  yang dituduh telah menjadi pemberontak ISIS kini terdampar di suatu wilayah tidak bertuan, di antara perbatasan Turki dan Yunani, setelah dideportasi dari Turki. Kantor berita Turki, Demiroren, telah mengidentifikasi laki-laki itu sebagai Muhammed Darwis B, seorang pembangkang Yordania yang menjadi warga negara Amerika.  Pejabat-pejabat Turki mengatakan kepada AFP bahwa Darwis menolak dipulangkan ke Amerika, dan meminta agar dikirim ke Yunani. Namun otorita berwenang di Yunani menolak menerimanya. Presiden Pusat Analisis Terorisme di Perancis, Jean Charles Brisard, mencuit sebuah video dari media lokal Turki yang tampaknya menunjukkan seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya, mengenakan pakaian hitam dan melambaikan tangan ke arah kamera. Ia berdiri tepat di luar perbatasan Turki. “Seorang jihadis Amerika yang diusir Turki ke Yunani, benar-benar terdampar di zona penyangga yang memisahkan kedua negara setelah Yunani menolaknya memasuki negara itu,” cuit Brisard. Darwis dideportasi pada Senin (11/11), sebagaimana halnya seorang warga negara Belanda lainnya. Belum diketahui apa yang terjadi dengan pelatih asal Belanda itu. Deportasi itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan Turki “bukan hotel” bagi kombatan ISIS. Pejabat-pejabat Turki telah mengecam Barat karena menolak menerima kembali warga negara mereka yang sebelumnya bergabung dengan ISIS untuk memperjuangkan pembentukan kekhalifahan di sebagian Irak dan Suriah. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika hari Senin mengatakan pihaknya “mengetahui adanya laporan penahanan seorang warga Amerika oleh otoritas Turki. Tetapi karena pertimbangan privasi, kami tidak akan berkomentar lebih jauh.” Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sekitar 2.500 kombatan ISIS kini berada di rumah-rumah tahanan Turki. [em/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tersangka Pedofil Asal Perancis Tewas Akibat Bunuh Diri
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Warga negara Perancis tersangka kasus eksploitasi seksual terhadap 305 anak di Indonesia tewas Mingg...
Puluhan Universitas AS Dukung Gugatan Terkait Perintah Trump Soal Mahasiswa Asing
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Hampir 60 universitas AS, Minggu (12/7) mengajukan laporan singkat yang mendukung gugatan dua univer...
Tunawisma di AS di Masa Pandemi
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Diam di rumah adalah salah satu strategi yang digelar pihak berwenang AS untuk mengurangi laju penu...
Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan Utara
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Serangan bom mobil bunuh diri terjadi di provinsi Samangan, Afghanistan Utara, Senin (13/7). Serang...
PM Malaysia Singkirkan Ketua Parlemen
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Dengan dukungan tipis, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin yang hampir lima bulan berkuasa ber...
Para Aktivis Penyelenggara Renungan Tiananmen Tampil di Pengadilan Hong Kong
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Tiga belas aktivis yang menjadi penyelenggara acara renungan bulan lalu untuk memperingati tragedi b...
Polisi Israel Berusaha Bubarkan Protes Anti-Netanyahu di Yerusalem
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Sejumlah polisi Israel dan petugas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kota Yerusalem, Se...
Jokowi: Puncak Corona Diprediksi Agustus-September
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Kurva Covid-19 di Indonesia sama sekali belum melandai. Jokowi memperkirakan puncak wabah virus coro...
China Umumkan Sanksi Terhadap Legislator AS Terkait Isu Uighur
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
China memberlakukan sanksi-sanksi terhadap tiga legislator AS sebagai pembalasan atas sanksi-sanksi ...
PM Inggris Desak Masyarakat Kenakan Masker di Dalam Ruangan
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
PM Inggris Boris Johnson, Senin (13/7) mengatakan penting sekali untuk mengenakan masker di ruang-ru...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV