Banjir Parah Landa Venesia
Elshinta
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Banjir Parah Landa Venesia
VOA Indonesia - Banjir Parah Landa Venesia
Banjir melanda kota Venesia, Italia. Tinggi air, Rabu Pagi (13/11) mencapai 187 sentimeter, dan merendam 85 persen wilayah kota kanal bersejarah itu. Walikota Venesia Luigi Brugnaro menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab musibah ini. Banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 1996, ketika sebagian besar kota itu terendam air hingga ketinggian 194 sentimeter. Seorang pria berusia 70-an dilaporkan tewas akibat tersengat listrik di pulau Pellestrina. Pulau yang selama ini dianggap sebagai penghalang banjir di Venesia itu sendiri direndam air hingga setinggi satu meter. Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan, gondola, feri dan perahu taksi terlihat terlantar karena tidak bisa dioperasikan di Venesia. Basilika St.Mark juga terendam air, dan banyak pihak mengkhawatirkan kemungkinan rusaknya mosaik-mosaik dan karya-karya seni yang ada di sana. Gelombang pasang setinggi 160 sentimeter diperkirakan akan kembali melanda Venesia, Rabu (13/11), dan ini berarti banjir tidak akan segera berakhir di kota itu. Burnaro menyerukan diselesaikannya segera proyek pembangunan penghalang pantai dari hantaman ombak yang sudah lama tertunda. Penghalang pantai bawah laut itu berfungsi untuk membatasi masuknya luapan air laut ke kota itu. [ab/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tersangka Pedofil Asal Perancis Tewas Akibat Bunuh Diri
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Warga negara Perancis tersangka kasus eksploitasi seksual terhadap 305 anak di Indonesia tewas Mingg...
Puluhan Universitas AS Dukung Gugatan Terkait Perintah Trump Soal Mahasiswa Asing
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Hampir 60 universitas AS, Minggu (12/7) mengajukan laporan singkat yang mendukung gugatan dua univer...
Tunawisma di AS di Masa Pandemi
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Diam di rumah adalah salah satu strategi yang digelar pihak berwenang AS untuk mengurangi laju penu...
Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan Utara
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Serangan bom mobil bunuh diri terjadi di provinsi Samangan, Afghanistan Utara, Senin (13/7). Serang...
PM Malaysia Singkirkan Ketua Parlemen
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Dengan dukungan tipis, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin yang hampir lima bulan berkuasa ber...
Para Aktivis Penyelenggara Renungan Tiananmen Tampil di Pengadilan Hong Kong
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Tiga belas aktivis yang menjadi penyelenggara acara renungan bulan lalu untuk memperingati tragedi b...
Polisi Israel Berusaha Bubarkan Protes Anti-Netanyahu di Yerusalem
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Sejumlah polisi Israel dan petugas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kota Yerusalem, Se...
Jokowi: Puncak Corona Diprediksi Agustus-September
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
Kurva Covid-19 di Indonesia sama sekali belum melandai. Jokowi memperkirakan puncak wabah virus coro...
China Umumkan Sanksi Terhadap Legislator AS Terkait Isu Uighur
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
China memberlakukan sanksi-sanksi terhadap tiga legislator AS sebagai pembalasan atas sanksi-sanksi ...
PM Inggris Desak Masyarakat Kenakan Masker di Dalam Ruangan
Selasa, 14 Juli 2020 - 01:03 WIB
PM Inggris Boris Johnson, Senin (13/7) mengatakan penting sekali untuk mengenakan masker di ruang-ru...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV