Kiri Kanan
Perahu Nelayan Ilegal Asal Indonesia Didenda Rp 40 Juta di Australia
Elshinta
Rabu, 06 November 2019 - 14:59 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Perahu Nelayan Ilegal Asal Indonesia Didenda Rp 40 Juta di Australia
ABC.net.au - Perahu Nelayan Ilegal Asal Indonesia Didenda Rp 40 Juta di Australia

Pemilik perahu nelayan asal Indonesia yang masuk ke wilayah Australia guna menangkap ikan telah dikenai denda Rp 40 juta di pengadilan lokal Darwin.

Pemllik perahu tersebut mengaku bersalah karena memasuki wilayah perairan Australia secara tidak sah untuk menangkap ikan.

Perahu tersebut dipergoki 20 Oktober 2019, sekitar 4,9 mil laut di dalam kawasan Perikanan Australia di daerah negara bagian Northern Territory.

Ketika dipergoki oleh kapal patroli Australia HMAS Maitland, dan kemudian diperiksa, di dalam perahu ditemukan sejumlah kecil ikan tuna segar yang baru ditangkap.

Menurut Manajer Umum Operasi Perikanan Otoritas Manajemen Maritim Australia Peter Venslovas, penangkapan ini menunjukkan bahwa Australia terus siaga untuk mencegah siapa pun masuk ke wilayah mereka secara ilegal.

"Memang pelanggaran penangkapan ikan ilegal menurun dari 14 penangkapan di tahun 2017-2018 menjadi lima di tahun 2018-2019, namun pihak berwenang Australia tetap waspada untuk memantau kegiatan pencurian ikan," kata Venslovas dalam rilis pers dari Pasukan Perbatasan Australia (ABF) hari Jumat (1/11/2019).

Ini adalah penangkapan kedua terhadap perahu nelayan asal Indonesia yang dilakukan pihak berwenang di Australia.

Bulan April lalu, ABF menangkap kapal nelayan asal Indonesia di sekitar 170 mil laut sebelah utara Gove di Northern Territtory.

Peristiwa itu terjadi tanggal 23 April 2019, dimana kapal tersebut terlihat oleh pasukan penjaga perbatasan yang kemudian meminta petugas berwenang untuk melakukan penyergapan.

Ketika ditemukan esok harinya, kapal nelayan itu memiliki 14 awak, dan sedang membawa 800 kg ikan beku dan 20 kg sirip hiu.

Menurut Venslovas, dalam beberapa tahun terakhir jumlah kapal nelayan asing yang dipergoki masuk ke dalam wilayah perairan Australia semakin berkurang.

"Di tahun anggaran saat ini, baru tiga kapal nelayan asing yang ditemukan beroperasi di wilayah Australia."

"Ini merupakan pengurangan yang sangat berarti dibandingkan masa 10 tahun lalu dimana ada 350 kapal yang dipergoki dalam setahun." kata Venslovas.

Selain digunakan untuk melakukan penangkapan ikan, kapal-kapal nelayan asal Indonesia sebelumnya juga digunakan untuk menyeludupkan para pengungsi asal negara lain.

Mereka berada di Indonesia dalam usaha untuk masuk ke Australia baik secara legal dengan menjadi pengungsi ataupun masuk secara gelap.

Namun sejak pemerintah Partai Liberal mengatakan bahwa mereka yang datang dengan kapal tidak lagi diijinkan untuk bermukim di Australia, jumlah kedatangan dengan kapal nelayan ini menurun tajam.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter Peringatkan Dampak Kesehatan Serius akibat Polusi Udara di New Delhi
Rabu, 20 November 2019 - 09:21 WIB
Di ibukota India, New Delhi, bulan ini pihak berwenang menyatakan darurat kesehatan masyarakat ketik...
Qantas Bela Pramugari Yang Dituding Rasis Oleh Rapper Will.i.am
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Maskapai milik pemerintah Australia, Qantas, membela awak kabinnya dan meminta vokalis Black Eyed Pe...
Kapal Padewakang Asal Makassar Akan Berlayar ke Australia Bagian Dari Film Dokumenter
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Warga Aborijin di utara Australia telah berinteraksi dengan Muslim Makassar dari Sulawesi Selatan se...
Australia Kaji Bantuan Luar Negeri, Bantuan Untuk Indonesia Mungkin Dikurangi
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Pemerintah Australia akan mengkaji kembali alokasi bantuan luar negeri yang diberikan kepada berbaga...
Dari Penari Hingga Tukang Batu: Daftar Pekerjaan Untuk Dapatkan Visa Regional di Australia
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Terhitung mulai pekan ini, Pemerintah Australia telah memberlakukan aturan baru untuk visa regional,...
AS Akui Pemukiman Yahudi di Tepi Barat Tidak Langgar Hukum Internasional
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, pemerintah Amerika Serikat mengubah pandangan mereka ...
Adzan Berkumandang Pertama Kalinya di Minaret Masjid Tertua Kota Melbourne
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Berada di tengah-tengah permukiman warga di kawasan Carlton North, tak jauh dari pusat kota Melbourn...
Universitas Murdoch Kaji Ulang Program yang Libatkan Pangeran Andrew
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Universitas Murdoch di Perth, Australia Barat, meninjau ulang programnya yang diinsiasi oleh Pangera...
Ilmuwan Australia Temukan Kemungkinan Solusi Daur Ulang Sampah Plastik
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Sejumlah ilmuwan Australia telah mengembangkan teknologi yang menurut mereka bisa mendaur ulang semu...
Menlu AS Balikkan Kebijakan Soal Permukiman Yahudi 
Rabu, 20 November 2019 - 08:35 WIB
Pemerintahan Trump meninggalkan kebijakan Amerika selama 40 tahun yang menyatakan bahwa permukiman Y...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)