Kiri Kanan
Kematian Pegiat Lingkungan Golfrid Siregar Janggal, Internasional Minta Indonesia Usut Tuntas
Elshinta
Rabu, 06 November 2019 - 14:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kematian Pegiat Lingkungan Golfrid Siregar Janggal, Internasional Minta Indonesia Usut Tuntas
ABC.net.au - Kematian Pegiat Lingkungan Golfrid Siregar Janggal, Internasional Minta Indonesia Usut Tuntas

Kelompok aktivis lingkungan Friends of the Earth telah mendatangi kantor Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Australia, Kamis siang (31/10/2019) untuk menyampaikan surat tekait meninggalnya Golfrid Siregar.

  • 240 organisasi dunia meminta Indonesia terbuka dalam mengusut kematian Golfrid Siregar
  • Kasus terakhir yang diperjuangkan Golfrid adalah pembangunan PLTA Batang Toru
  • KJRI Melbourne telah menerima surat yang akan diteruskan ke KBRI Canberra

Kepada ABC Indonesia, Sam Cossar mengatakan mereka menyampaikan kecurigaan kematian Golfrid Siregar memiliki kaitan dengan profesinya sebagai pengacara lingkungan bersama WALHI di Sumatera Utara.

"Kami meminta agar pemerintah Indonesia membuka penyelidikan yang transparan atas meninggalnya Golfrid," kata Sam dari Friends of the Earth.

Mereka juga mengatakan penyelidikan tidak hanya harus dilakukan secara independen, tapi juga lewat tim khusus yang dibuat langsung oleh Komnas HAM.

Ada pula tuntutan agar Presiden Joko Widodo membuat peraturan yang menjamin dan melindungi hak-hak aktivis lingkungan dan HAM, agar mencegah "kriminalisasi" bagi mereka yang mencoba membongkar ketidakadilan.

Golfrid Siregar ditemukan tak sadarkan diri dengan tubuh terlentang dan sebuah motor di sebuah jalanan di kota Medan (Sumatera Utara) 3 Oktober 2019 , dini hari.

Pria berusia 34 tahun tersebut meninggal tiga hari setelah mendapat perawatan di rumah sakit karena luka di bagian kepala.

"Yang bersangkutan meninggal karena kecelakaan tunggal," ujar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Andriyanto dalam sebuah konferensi pers pertengahan Oktober lalu.

Polisi juga mengaku telah adanya bukti jika Golfrid mengkonsumsi alkohol sebelum mengendarai motor.

Pernah melapor adanya dugaan korupsi

Namun WALHI mengatakan ada "kejanggalan" dari kematian Golfrid, seperti ditemukannya keretakan pada kepala, luka memar di mata kanan, pakaian yang banyak lumpur.

Golfrid juga sempat dilaporkan hilang dan mendapat ancaman sebelumnya.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta, 10 Oktober lalu, WALHI mengatakan ada indikasi Golfrid telah mendapat penganiyaaan.

"Alhmarhum Golfrid ini salah satu aktivis, kuasa hukum dan kunci dari kasus yang ditangani WALHI, salah satunya adalah PLTA Batang Toru," ujar Zenzi Suhadi, Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional WALHI saat itu.

Baru setelah WALHI memberikan pernyataan soal kecurigaan atas kematian Golfrid, Polda Sumut mengajak WALHI Sumatera Utara untuk melakukan otopsi dan reka ulang kejadian.

Dari catatan Friends of the Earth pembangunan PLTA Batang Toru adalah proyek kontroversial yang memberikan dampak pada lingkungan, sosial, keanekaragaman hayati dengan sejumlah "aktivitas yang mencurigakan yang dilakukan PT North Sumatera Hydro Energy sebagai pengembang proyek".

Sebagai perwakilan WALHI, ia mengugat perusahaan tersebut karena dianggap telah menyalahi sejumlah peraturan, termasuk melapor ke KPK dengan dugaan adanya potensi korupsi antara PT NSHE dan pemerintah setempat.

Golfrid juga sebelumnya aktif menyediakan layanan advokasi bagi warga yang pernah mengalami kerugian atau menyuarakan masalah penebangan pohon ilegal, pertambangan, atau perusakkan hutan.

Surat permintaan dari 240 organisasi

Sam Cossar dari Friends of the Earth kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia mengatakan surat yang ditujukan kepada pemerintah Indonesia telah ditandatangani oleh 240 organisasi pemerhati dan pembela lingkungan di lebih 70 negara.

Mereka pun telah mengirimkan surat kepada kantor-kantor Kedutaan Besar RI atau perwakilannya di kota-kota besar sejumlah negara, termasuk di Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

"Di Melbourne kami telah diterima oleh perwakilan ke KJRI dan melakukan juga dialog dengan baik-baik," kata Sam.

KJRI Melbourne telah mengkonfirmasi kehadiran lima orang dari Friends of the Earth Australia dan menyerahkan langsung suratnya.

"Surat ditujukan kepada Kedutaan Indonesia di Canberra, sehingga kami akan meneruskannya," ujar Spica Alphanya Tutuhatunewa, Konjen RI di Melbourne kepada ABC Indonesia.

Baca berita lainnya dari Australia hanya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter Peringatkan Dampak Kesehatan Serius akibat Polusi Udara di New Delhi
Rabu, 20 November 2019 - 09:21 WIB
Di ibukota India, New Delhi, bulan ini pihak berwenang menyatakan darurat kesehatan masyarakat ketik...
Qantas Bela Pramugari Yang Dituding Rasis Oleh Rapper Will.i.am
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Maskapai milik pemerintah Australia, Qantas, membela awak kabinnya dan meminta vokalis Black Eyed Pe...
Kapal Padewakang Asal Makassar Akan Berlayar ke Australia Bagian Dari Film Dokumenter
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Warga Aborijin di utara Australia telah berinteraksi dengan Muslim Makassar dari Sulawesi Selatan se...
Australia Kaji Bantuan Luar Negeri, Bantuan Untuk Indonesia Mungkin Dikurangi
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Pemerintah Australia akan mengkaji kembali alokasi bantuan luar negeri yang diberikan kepada berbaga...
Dari Penari Hingga Tukang Batu: Daftar Pekerjaan Untuk Dapatkan Visa Regional di Australia
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Terhitung mulai pekan ini, Pemerintah Australia telah memberlakukan aturan baru untuk visa regional,...
AS Akui Pemukiman Yahudi di Tepi Barat Tidak Langgar Hukum Internasional
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, pemerintah Amerika Serikat mengubah pandangan mereka ...
Adzan Berkumandang Pertama Kalinya di Minaret Masjid Tertua Kota Melbourne
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Berada di tengah-tengah permukiman warga di kawasan Carlton North, tak jauh dari pusat kota Melbourn...
Universitas Murdoch Kaji Ulang Program yang Libatkan Pangeran Andrew
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Universitas Murdoch di Perth, Australia Barat, meninjau ulang programnya yang diinsiasi oleh Pangera...
Ilmuwan Australia Temukan Kemungkinan Solusi Daur Ulang Sampah Plastik
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Sejumlah ilmuwan Australia telah mengembangkan teknologi yang menurut mereka bisa mendaur ulang semu...
Menlu AS Balikkan Kebijakan Soal Permukiman Yahudi 
Rabu, 20 November 2019 - 08:35 WIB
Pemerintahan Trump meninggalkan kebijakan Amerika selama 40 tahun yang menyatakan bahwa permukiman Y...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)