Warga AS yang Terlibat Penculikan Ulama Muslim Lari dari Hukuman di Italia
Elshinta
Kamis, 31 Oktober 2019 - 08:39 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga AS yang Terlibat Penculikan Ulama Muslim Lari dari Hukuman di Italia
VOA Indonesia - Warga AS yang Terlibat Penculikan Ulama Muslim Lari dari Hukuman di Italia
Satu-satunya warga Amerika yang menjalani hukuman dalam kasus penculikan ulama Muslim yang dilakukan CIA di Italia, telah lari dari negara itu, kata pengacaranya Selasa (29/10). Seorang pengacara untuk Sabrina de Sousa mengukuhkan bahwa dia telah meninggalkan Italia beberapa bulan sebelum masa hukumannya yang berupa pelayanan masyarakat selama tiga tahun berakhir. Dia dihukum karena keterlibatannya dalam penculikan seorang ulama tahun 2003. Ulama yang dikenal sebagai Abu Omar itu diculik di sebuah jalan di Milan, sebagai bagian dari program penculikan yang diprakarsai CIA. De Sousa membantah bersalah dalam penculikan itu. Dia ditangkap segera setelah menginjakkan kaki di Eropa, dan Italia mengurangi hukuman tujuh tahun menjadi tiga tahun. De Sousa mengatakan kepada harian Milan Corriere della Sera hari Minggu, ia kembali ke Amerika karena khawatir akan keselamatannya, dan mengutip kunjungan pejabat intelijen AS ke Italia yang sedang menyelidiki Rusia. Dia menambahkan, kunjungan Direktur CIA Gina Haspel “mengkonfirmasi kepada pemerintah Italia bahwa pemerintah AS telah cuci tangan dari kasus saya. Pengacara Italia De Sousa, Andrea Saccucci mengatakan, De Sousa akan mendapat sanksi tambahan karena pergi di tengah-tengah menjalani layanan komunitasnya. Dia memulai hukuman pelayanan itu hampir dua tahun lalu di dekat Roma. (ps/jm)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemimpin Hong Kong: UU Keamanan Beijing Perlu
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Pemimpin Hong Kong telah memberi dukungan kuat kepada UU Keamanan Baru yang diberlakukan Beijing pad...
Anggota Parlemen Afghanistan: Dukungan Rusia untuk Taliban Bukan Rahasia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Beberapa anggota parlemen Afghanistan mengatakan terbinanya kontak erat antara Rusia dengan Taliban ...
Kebakaran Misterius Landa Program Nuklir Iran
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Rincian baru tentang kerusakan pada fasilitas nuklir Iran akibat kebakaran misterius pada Kamis (2/7...
Jumlah Kasus Covid-19 di AS Masih Tertinggi di Dunia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
AS memiliki jumlah orang yang infeksi Covid-19 terbanyak, yaitu 2,8 juta dari lebih 11 juta kasus di...
6 Tewas dan 15 Luka dalam Pemboman di Somalia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Para saksi mata dan pejabat keamanan mengatakan sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari delapan l...
NATO Kirim APD untuk Militer Afghanistan
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Aliansi militer non-tempur Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO)...
Pembangkit Listrik Iran Terbakar
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Media Iran melaporkan kebakaran terjadi di sebuah pembangkit listrik di Iran barat daya pada Sabtu (...
WHO Stop Uji Coba Hidroksiklorokuin, Obat HIV untuk Covid-19
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada Sabtu (4/7) mengatakan telah menghentikan uji coba obat mala...
WHO: Dunia Catat Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam 24 Jam
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Dunia menyaksikan lonjakan kasus virus corona terbanyak dalam 24 jam Sabtu (4/7) yaitu 212.326, kata...
Rapid Test Jadi Komersial, Perlukah Dihentikan?
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV