Australia Siapkan 25 Ribu Visa Bagi yang Mau Tinggal di Wilayah Regional
Elshinta
Rabu, 30 Oktober 2019 - 11:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Australia Siapkan 25 Ribu Visa Bagi yang Mau Tinggal di Wilayah Regional
ABC.net.au - Australia Siapkan 25 Ribu Visa Bagi yang Mau Tinggal di Wilayah Regional

Meningkatnya jumlah imigran yang bersedia tinggal dan bekerja di wilayah regional Australia mendorong pemerintah menyiapkan tambahan visa menjadi 25 ribu. Uniknya, Kota Perth dan Gold Coast kini dikategorikan sebagai wilayah regional.

Visa Regional Baru:

  • Kini terbuka jalur baru untuk menjadi penduduk tetap (PR) di Australia melalui skema visa regional selama tiga tahun
  • Seluruh wilayah selain Sydney, Brisbane, dan Melbourne kini dikategorikan sebagai wilayah regional
  • Pemegang visa baru ini harus tinggal di wilayah regional minimal 3 tahun baru bisa mengajukan permohonan PR

Ketentuan baru tersebut akan berlaku mulai tanggal 16 November 2019, memungkinkan para imigran bermohon visa regional untuk tinggal dan bekerja di Perth dan Gold Coast, serta wilayah lainnya di luar Sydney, Brisbane dan Melbourne.

Pemerintah Australia awal tahun ini mengumumkan akan menyiapkan 23 ribu visa regional, namun karena melihat tingginya peminat, maka jumlahnya ditingkatkan menjadi 25 ribu.

Penambahan ini disampaikan oleh Menteri Imigrasi David Coleman kepada pers di Sydney pada hari Sabtu (26/10/2019).

Menteri Coleman menjelaskan, dalam tiga bulan pertama tahun anggaran 2019/2020, terdapat 6 ribu permohonan visa regional yang disetujui, naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Visa regional diperuntukkan bagi para pendatang, termasuk pekerja terampil dan mahasiswa internasional, yang bersedia tinggal di wilayah regional agar bisa mendorong perekonomian setempat.

Khusus untuk mahasiswa internasional, visa ini diperuntukkan bagi mereka yang telah menamatkan kuliahnya namun ingin tinggal lebih lama di Australia. Mereka kini berhak mengajukan visa kerja post-study di wilayah regional.

Jika pemegang visa jenis ini membuktikan diri untuk komit dan benar-benar tinggal selama tiga tahun di wilayah tersebut, maka setelah itu mereka bisa mengajukan permohonan untuk menjadi penduduk tetap (permanent residency atau PR).

Perdana Menteri Scott Morrison sebelumnya menyatakan program imigrasi yang dijalankan pemerintahannya dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah regional Australia.

"Agar bisa mengurangi beban kota-kota utama kita," katanya.

Dengan 70 persen pertumbuhan populasi Australia terpusat di Sydney, Brisbane dan Melbourne, Pemerintahan Morrison mulai mendorong imigran terampil untuk pindah ke wilayah regional sejak Maret 2019.

Secara nasional, mulai tahun ini kuota imigran untuk menjadi penduduk tetap telah dikurangi dari 190.000 pertahun menjadi 160.000.

Ada dua jenis visa baru dalam skema visa regional yang mulai berlaku pada 16 November. Yaitu Visa 491 dan Visa 494, yang mengharuskan pemegangnya bekerja dan tinggal di lokasi regional selama tiga tahun sebelum bisa bermohon menjadi penduduk tetap.

Kedua jenis visa itu akan menggantikan skema visa regional sebelumnya yang memungkinkan pekerja terampil langsung bisa menetap secara permanen.

Menteri Coleman menjelaskan, isu imigran selama ini terlalu fokus pada berapa jumlah pendatang ke Australia setiap tahunnya.

"Yang kami jalankan sekarang lebih fokus pada kemana para pendatang ini akan didistribusikan," jelasnya.

Menanggapi kebijakan baru tersebut, Menteri Utama (Premier) Negara Bagian Australia Barat Mark McGowan menyatakan hal ini akan meningkatkan daya tarik Perth bagi mahasiswa internasional - yang selama ini terpusat di Sydney, Brisbane dan Melbourne.

"Paling tidak akan mensejajarkan Perth dengan Adelaide, Hobart dan wilayah regional lainnya di Australia," kata Premier McGowan kepada pers di Perth.

Dia menjelaskan bahwa Australia Barat sampai kini tidak memiliki perguruan tinggi regional (di luar kota Perth), sehingga mahasiswa internasional yang ingin mengajukan visa regional tidak akan memilih negara bagian tersebut.

Padahal, katanya, Australia Barat kini bergantung pada sektor pendidikan tinggi yang bernilai 2 miliar dolar dan menciptakan sekitar 14 ribu lapangan kerja.

Namun Partai Buruh yang beroposisi menuduh Pemerintahan Morrison telah "menjilat ludah sendiri" dalam menetapkan kategori regional untuk Kota Perth dan Gold Coast.

"Baru beberapa minggu lalu Pemerintahan Morrison bersikeras hal itu tidak akan dilakukan lalu mereka menjilat ludah sendiri dan berpuas diri di suratbakar-suratkabar hari ini," ujar Senator Kristina Keneally dari Partai Buruh.

"Pemerintahan Morrison tadinya menganggap Gold Coast sebagai metropolitan - sama seperti Sydney, Melbourne atau Brisbane – dan memberi Adelaide dan Canberra status regional," katanya.

Pada awal Oktober lalu, dalam wawancara dengan media setempat Menteri Coleman menyatakan Gold Coast akan tetap dipertahankan statusnya sebagai kota metropolitan.

"Klasifikasi Gold Coast sebagai metropolitan tidak akan berubah hanya karena pengumuman pemerintah," katanya saat itu.

ABC/AAP

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kerusuhan di Ibukota Washington,  Twitter Mengunci Akun Presiden Donald Trump
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Sekelompok orang pendukung Presiden Donald Trump bentrok dengan kepolisian, menyebabkan kerusuhan di...
Awak Kapal Asal Indonesia yang Ditahan di Iran Dikatakan Dalam Kondisi Baik
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengatakan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk...
Keluarga Korban Bom Bali:
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Beberapa anggota keluarga di Australia dari korban yang tewas dalam peristiwa bom Bali tahun 2002 me...
Jadwal Vaksinasi Australia Dimajukan, Siapa Yang Akan Disuntik Pertama?
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Jadwal penyuntikan vaksin virus corona di Australia akan dimajukan menjadi bulan depan, dengan menda...
Thailand Pernah Jadi Contoh Sukses Penanganan COVID, Kini Kasusnya Melonjak
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Thailand pernah dianggap contoh sukses penanganan COVID-19 di awal pandemi, tetapi negara itu telah ...
Abu Bakar Bashir Bebas, PM Australia Mengatakan Menghormati Keputusan Indonesia
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan pembebasan Abu Bakar Basyir menjadi kesedihan b...
Brisbane Lockdown Tiga Hari Untuk Hentikan Penularan Jenis Baru Virus Corona
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Terhitung pukul 18:00 malam ini waktu setempat, warga di Brisbane, Logan, Ipswich, Moreton dan Redla...
Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden, Ada Usulan Trump Segera Dilengserkan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Setelah kerusuhan dengan massa menyerbu masuk ke gedung parlemen Amerika Serikat di Washington DC, K...
Brasil Menyatakan Tingkat Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac Mencapai 78 Persen
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Vaksin virus corona buatan China yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China telah dinyatakan 78 pe...
Australia Batasi Jumlah Kedatangan Luar Negeri untuk Hindari COVID Jenis Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Di tengah meningkatnya penyebaran varian baru virus COVID-19 asal Inggris, hari ini (8/01), Pemerint...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV