Kiri Kanan
Ikan gabus sangat rakus dan bisa bertahan tiga hari di darat bikin repot pemerintah AS
Elshinta
Rabu, 23 Oktober 2019 - 08:36 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ikan gabus sangat rakus dan bisa bertahan tiga hari di darat bikin repot pemerintah AS
BBC Indonesia - Ikan gabus sangat rakus dan bisa bertahan tiga hari di darat bikin repot pemerintah AS

"Jika Anda menangkap ikan gabus utara, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah membunuhnya dan membekukannya. Jangan lepaskan. Ingat, ikan ini bisa bertahan hidup di darat."

Seruan ini berasal dari Departemen Sumber Daya Alam (DNP) di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, yang merupakan negara bagian ke-15 yang sedang mewaspadai hewan predator yang rakus ini.

Ikan gabus utara (Channa argus), adalah ikan pemangsa rakus berbadan tipis dengan kepala datar.

10.000 telur per tahun

Ikan gabus ini memakan apa saja dalam jangkauannya, termasuk sesama ikan, katak, dan kepiting.

Hak atas foto United States Fish and Wildlife Service handout
Image caption Ikan gabus ini bisa mencapai panjang 80 centimeter.

Panjangnya bisa mencapai 80cm, serta bisa bernapas, dan "berjalan" di darat. Kemampuan ini bisa membuatnya pindah dari satu perairan ke yang lain.

Sekali ikan itu tiba di sebuah perairan, populasinya sulit diberantas karena yang betina bisa bertelur 10.000 telur setahun.

Asal usul penyebaran

Spesies ikan gabus ini berasal dari China, Rusia, dan semenanjung Korea. Keberadaannya di AS dideteksi lebih dari 10 tahun lalu. Sejauh ini ada empat spesies ikan gabus di AS.

Pihak berwenang menduga, penyebaran dimulai ketika ikan ini dilepaskan dengan sengaja di perairan oleh orang yang membelinya sebagai peliharaan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ilmuwan menduga kuat, wabah ikan gabus ini dimulai ketika orang melepaskan ikan ini ke perairan sesudah mereka membelinya sebagai hewan peliharaan.

Ikan ini juga ditemukan di alam liar di beberapa negara bagian: Florida, New York, Virginia, California, Massachusetts, dan Maryland.

Temuan pertama di Maryland tahun 2002 cukup mengkhawatirkan karena ikan yang ditemukan adalah anaknya, tanda bahwa spesies ini beranak pinak dengan sukses di alam liar.

Pertolongan masyarakat

Pihak berwenang di Georgia mengumumkan peringatan tanggal 8 Oktober sesudah seorang nelayan memastikan menangkap seekor ikan gabus ini di negara bagian itu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pihak berwenang di beberapa negara bagian Amerika Serikat berharap bantuan dari masyarakat luas untuk mengatasi masalah ikan gabus ini.

Dalam seruannya, DNP meminta masyarakat agar ingat bahwa ikan ini bisa bertahan hidup di darat, serta memotret ikan ini dan mencatat di mana si ikan ditangkap.

"Memang jalannya panjang, tapi mungkin saja kita bisa menangkap mereka semua sehingga mereka tidak menetap, kata Scott Robinson, pejabat di DNP Georgia.

"Lalu kami akan terus memantau kawasan itu dan daerah hilirnya."

Bagaimana caranya bertahan hidup di darat?

Martin Genner, profesor bidang ekologi evolusioner dan biologi perairan di University of Bristol, Inggris, menjelaskan bagaimana cara ikan gabus ini bertahan di daratan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ikan gabus termasuk dalam kelompok ikan yang bisa menyimpan oksigen di dalam tubuh mereka.

"Di habitat asal mereka di Asia, ikan ini hidup di rawa dengan kandungan oksigen rendah, semisal sawah dan hutan rawa," kata Genner.

"Ikan yang hidup di tempat seperti itu punya cara adaptasi untuk bertahan, yaitu dengan memaksimalkan pemasukan oksigen mereka dari lingkungannya."

Udara tambahan

Kata Genner, spesies ini berevolusi mengembangkan ruang udara di belakang insang yang disebut ruang suprabranchial.

Normalnya, ikan bernapas dengan insang dan oksigen keluar masuk lewat situ.

"Namun ikan gabus ini bisa muncul ke permukaan, mengambil udara dan menyelam lagi ke dasar dengan menggunakan oksigen di ruang khusus itu," kata Genner.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ikan gabus bisa melakukan migrasi jarak pendek lewat darat saat sawah dan rawa tempat tinggal mereka mengering.

Merangkak

Kemampuan ikan gabus ini untuk bernapas di luar air memungkinkan mereka melakukan migrasi jarak pendek di atas darat.

Di negara tropis, rawa-rawa sering kering, maka ikan ini mengembangkan kemampuan migrasi ke perairan lain.

"Ikan gabus telah mengembangkan kemampuan berpindah lewat daratan. Mereka melakukannya dengan kasar, dengan cara menyeret badannya dan mendorong dengan sirip. Mereka bisa bertahan hidup dalam waktu singkat dalam keadaan begini karena mereka bisa menyimpang udara di ruang khusus itu."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ikan lele termasuk jenis ikan yang bisa bernapas di darat.

Menurut Genner, ikan gabus bukan satu-satunya ikan yang bisa bernapas di darat. "Ikan lele juga memiliki ruang suprabranchial," kata Genner.

Spesies lain bisa bernapas di luar air karena memiliki paru-paru yang mirip manusia. "Paru-paru mereka tidak menarik dan mengeluarkan napas, tapi bisa mengambil udara untuk digunakan di lingkungan dengan kadar oksigen rendah," katanya.

Ikan lain seperti gurame memiliki paru-paru yang mirip labirin, yang berfungsi seperti paru-paru. Gurame bisa memanjat dan berpindah tempat di daratan dalam jarak pendek.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Spesies penyerbu ini membutuhkan oksigen lebih sedikit dibandingkan dengan pesaing mereka.

Pesaing tangguh

Daya tahan ikan gabus ini juga menjelaskan kenapa pihak berwenang di Georgia menyerukan agar orang membersihkan pakaian, peralatan, perahu atau bahkan anjing mereka yang sempat terkena air.

Rakusnya ikan gabus ini juga bisa mempengaruhi persediaan makanan bagi spesies lain.

Kemampuannya bertahan hidup di perairan rendah oksigen membuat ikan ini unggul dibanding spesies lain seperti ikan forel dan bass, yang butuh lebih banyak oksigen untuk berkembang.

Tak mengejutkan jika ikan gabus ini punya reputasi cukup seram. Pada kanal dokumenter National Geographic ia dijuluki "Fishzilla" yang merujuk pada monster khayalalan, Godzilla.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Daripada Dibuang, Peralatan Rumah Sakit Bekas di Australia Dikirim ke Irak
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Berbagai peralatan medis yang sudah tak digunakan pada sejumlah RS di New South Wales, Australia, di...
Kebakaran Hutan di Queensland Diduga Sengaja Dilakukan Oleh Anak-anak
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Pihak kepolisian mengatakan sebanyak 10 anak di bawah umur diduga terlibat sebagai penyebab kebakara...
Akankah Bikin Paspor Lebih Cepat dengan SIMKIM yang Diperbaharui?
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Di halaman Facebooknya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne mengumumkan pembaharua...
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pekan ini meluncurkan program standardisasi pendakwah. Program ini dip...
5 Cara Untuk Menjaga Kesehatan Mental
Kamis, 21 November 2019 - 08:42 WIB
"Sehat secara mental adalah perasaan nyaman dengan diri sendiri, apa yang kita lakukan dan di m...
Waspada Produk Usaha dan Investasi Berkedok Syariah
Kamis, 21 November 2019 - 08:42 WIB
Minggu lalu, masyarakat seputaran Bogor, Jawa Barat, sempat dihebohkan dengan penipuan investasi ile...
Profesor Azyumardi Azra: Tumbuhkan Kesadaran Beragama Menggunakan Akal Sehat Sejak Kecil
Kamis, 21 November 2019 - 08:42 WIB
Siapa yang tidak tergiur dengan paket perjalanan religi yang ditawarkan dengan harga murah, fasilita...
Dokter Peringatkan Dampak Kesehatan Serius akibat Polusi Udara di New Delhi
Rabu, 20 November 2019 - 09:21 WIB
Di ibukota India, New Delhi, bulan ini pihak berwenang menyatakan darurat kesehatan masyarakat ketik...
Qantas Bela Pramugari Yang Dituding Rasis Oleh Rapper Will.i.am
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Maskapai milik pemerintah Australia, Qantas, membela awak kabinnya dan meminta vokalis Black Eyed Pe...
Kapal Padewakang Asal Makassar Akan Berlayar ke Australia Bagian Dari Film Dokumenter
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Warga Aborijin di utara Australia telah berinteraksi dengan Muslim Makassar dari Sulawesi Selatan se...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)