Kiri Kanan
Pence: Turki Sepakat Gencatan Senjata 5 Hari di Suriah
Elshinta
Senin, 21 Oktober 2019 - 08:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pence: Turki Sepakat Gencatan Senjata 5 Hari di Suriah
VOA Indonesia - Pence: Turki Sepakat Gencatan Senjata 5 Hari di Suriah
Wakil Presiden Amerika Mike Pence memuji kesepakatan yang diraihnya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara. Kesepakatan itu adalah gencatan senjata sementara bagi serangan militer Turki terhadap pejuang Kurdi di Suriah Utara. Namun, sebagian mantan pejabat keamanan nasional dan anggota Kongres Amerika menolak kesepakatan itu, dan mengkritik pemerintahan Trump karena meninggalkan sekutu lamanya, Kurdi, yang berjuang sebagai bagian penting dari koalisi melawan ISIS di Irak dan Suriah. Serangan militer Turki terhadap Kurdi di Suriah Utara, dilancarkan setelah percakapan antara Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikecam secara luas oleh anggota Kongres di Amerika Serikat dan oleh para pemimpin lainnya di seluruh dunia. Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuju Turki hari Kamis (17/10) untuk mendesak Erdogan menghentikan serangan itu. Setelah berjam-jam terlibat dalam perundingan, Pence memberikan pernyataan. “Dan hari ini, saya bangga melaporkan bahwa berkat kepemimpinan kuat Presiden Donald Trump dan hubungannya yang kuat dengan Presiden Erdogan, antara Turki dan Amerika Serikat, hari ini Amerika Serikat dan Turki telah sepakat untuk gencatan senjata di Suriah," kata Mike Pence. Wakil Presiden Pence mengatakan Turki setuju untuk menghentikan serangannya selama lima hari, sementara Amerika memfasilitasi penarikan pejuang Kurdi dari wilayah luas yang membentang dari perbatasan Turki hingga sejauh 32 kilometer ke dalam wilayah Suriah. Dia mengatakan langkah itu akan menyelamatkan banyak nyawa. Namun Senator Republik Mitt Romney mengutuk kesepakatan itu di lantai Senat. Ia mengatakan langkah itu memformalkan niat Amerika meninggalkan sekutunya, Kurdi, yang telah ikut mengalahkan teroris ISIS. "Apakah tidak ada peluang untuk diplomasi? Apakah kita begitu lemah dan tidak kompeten secara diplomatis sehingga Turki memaksa Amerika Serikat?” kata Mitt Romney. Mantan utusan khusus presiden Amerika untuk koalisi untuk mengalahkan ISIS, Brett McGurk, mengundurkan diri pada Desember lalu sebagai protes atas keputusan Trump untuk menarik pasukan Amerika dari Suriah. Ia mengirim cuitan di Twitter untuk menyatakan penolakannya terhadap kesepakatan hari Kamis itu. Kesepakatan tersebut dianggapnya sebagai pengkhianatan terhadap suku Kurdi. Dia juga menyatakan bahwa kesepakatan “tidak akan dapat dilaksanakan.” [lt/uh]      
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Program Medis Kuba di Luar Negeri Jadi Sumber Kontroversi
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Sebuah program medis Kuba di luar negeri yang banyak dipuji dituduh telah ikut mendorong protes di n...
Bentrokan di Lapangan Baghdad, Sedikitnya 3 Tewas
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Pasukan keamanan Irak menembakkan peluru tajam dan gas air mata untuk mengatasi bentrokan baru denga...
Kamboja Minta RI Tangkap Pemimpin Oposisi, Tapi Kemudian Dibatalkan
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Kamboja telah meminta pemerintah Indonesia untuk menangkap pemimpin oposisi Sam Rainsy ketika dalam ...
Pantai Timur Australia Diamuk Kebakaran Hutan
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Sejumlah kebakaran hutan membakar seluruh pantai timur Australia pada hari Sabtu (16/11). Petugas pe...
Trump Minta Tokyo Bayar AS$ 8 Miliar Atas Penempatan Pasukan AS di Jepang
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Presiden AS Donald Trump meminta Jepang untuk melipatgandakan pembayarannya untuk pasukan AS yang di...
Polisi Paris Tembakkan Gas Air Mata Saat Peringatan HUT Rompi Kuning
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Polisi Paris menembakkan gas air mata di barat laut dan selatan Paris pada hari Sabtu (16/11) untuk ...
Turki: Serangan Milisi Kurdi Tewaskan 10 Orang di Al-Bab Suriah
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Kementerian Pertahanan Turki mengatakan, Sabtu (16/11), sebuah serangan bom mobil yang dilakukan ole...
Tentara China Bersihkan Barikade di Hong Kong, Warga Cemas
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Puluhan Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA membantu membersihkan barikade yang dipasang oleh p...
Israel Melancarkan Serangan Terhadap Hamas
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Israel mengatakan, telah melakukan serangan udara terhadap Hamas di Jalur Gaza pada Sabtu (16/11), m...
Hong Kong Menimbang Langkah Darurat untuk Akhiri Demo
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Pemerintah Hong Kong mungkin sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan upaya mereda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)