Kiri Kanan
Panglima Militer Thailand Deklarasikan Perang dengan Para Pengkritiknya
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Panglima Militer Thailand Deklarasikan Perang dengan Para Pengkritiknya
VOA Indonesia - Panglima Militer Thailand Deklarasikan Perang dengan Para Pengkritiknya
Panglima militer Thailand hari Jumat (11/10) mendeklarasikan perang dengan pengkritiknya, dan memperingatkan, politisi, cendekiawan, dan intelektual lain kemungkinan akan “memanipulasi” generasi muda untuk melakukan protes seperti di Hong Kong. Jenderal Apirat Kongsompong dalam pidatonya di Markas Angkatan Darat mengatakan, “perang kombinasi” yang memanfaatkan propaganda di media sosial dan kekerasan sudah dipraktikkan di Thailand untuk menghancurkan bangsa. Tidak jelas apa yang dimaksudkannya dengan perang itu, karena Thailand tidak berperang, pihak militer dan sekutunya punya posisi yang kuat dan mengoperasikan negara selama lima tahun terakhir, sementara pembrontakan terbatas di tiga provinsi selatan Thailand. Komentar Apirat itu tampaknya ditujukan pada politisi oposisi yang berkampanye tentang usaha mereformasi militer tetapi sama sekali tidak menganjurkan perang atau kekerasan. Namun, Apirat tetap mengatakan, politisi terkait dengan mantan komunis yang tidak pernah berhenti untuk merebut kekuasaan dan terus berusaha men-destabilisasikan negara. Meskipun dia tidak menyebut nama, tetapi komentarnya ini ditujukan terhadap Thanathorn Juangroongruangkit, pemimpin dari Partai Kemajuan Masa Depan. Militer Thailand adalah pemain utama dalam perpolitikan yang acapkali kisruh dan sering melancarkan kudeta, termasuk dua kali sejak 2006. Pemerintah yang sekarang berkuasa dipimpin oleh mantan pemimpin militer yang melancarkan kudeta pada 2014 dan bertahan sebagai PM oleh partai yang didukung militer serta memenangkan pemilihan pasca-kudeta yang oleh banyak kalangan dikritik sebagai tidak adil. Partai Kemajuan Masa Depan ternyata sukses dalam pemilihan, khususnya di kalangan generasi muda dan lain-lainnya yang setuju dengan kritiknya tentang keterlibatan militer dalam politik. Partai itu kini ketiga terbesar di Parlemen. Hal itu menyebabkan partai ini konflik dengan elit penguasa tradisional yang mapan di Thailand, dan itu terpusat di militer dan kerajaan. (jm/pp)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Daripada Dibuang, Peralatan Rumah Sakit Bekas di Australia Dikirim ke Irak
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Berbagai peralatan medis yang sudah tak digunakan pada sejumlah RS di New South Wales, Australia, di...
Kebakaran Hutan di Queensland Diduga Sengaja Dilakukan Oleh Anak-anak
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Pihak kepolisian mengatakan sebanyak 10 anak di bawah umur diduga terlibat sebagai penyebab kebakara...
Akankah Bikin Paspor Lebih Cepat dengan SIMKIM yang Diperbaharui?
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Di halaman Facebooknya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne mengumumkan pembaharua...
Kamis, 21 November 2019 - 08:43 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pekan ini meluncurkan program standardisasi pendakwah. Program ini dip...
5 Cara Untuk Menjaga Kesehatan Mental
Kamis, 21 November 2019 - 08:42 WIB
"Sehat secara mental adalah perasaan nyaman dengan diri sendiri, apa yang kita lakukan dan di m...
Waspada Produk Usaha dan Investasi Berkedok Syariah
Kamis, 21 November 2019 - 08:42 WIB
Minggu lalu, masyarakat seputaran Bogor, Jawa Barat, sempat dihebohkan dengan penipuan investasi ile...
Profesor Azyumardi Azra: Tumbuhkan Kesadaran Beragama Menggunakan Akal Sehat Sejak Kecil
Kamis, 21 November 2019 - 08:42 WIB
Siapa yang tidak tergiur dengan paket perjalanan religi yang ditawarkan dengan harga murah, fasilita...
Dokter Peringatkan Dampak Kesehatan Serius akibat Polusi Udara di New Delhi
Rabu, 20 November 2019 - 09:21 WIB
Di ibukota India, New Delhi, bulan ini pihak berwenang menyatakan darurat kesehatan masyarakat ketik...
Qantas Bela Pramugari Yang Dituding Rasis Oleh Rapper Will.i.am
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Maskapai milik pemerintah Australia, Qantas, membela awak kabinnya dan meminta vokalis Black Eyed Pe...
Kapal Padewakang Asal Makassar Akan Berlayar ke Australia Bagian Dari Film Dokumenter
Rabu, 20 November 2019 - 09:20 WIB
Warga Aborijin di utara Australia telah berinteraksi dengan Muslim Makassar dari Sulawesi Selatan se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)