Kunci Produk Indonesia Laku di Eropa: Penyelesaian Perundingan Indonesia-EU CEPA
Elshinta
Rabu, 09 Oktober 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kunci Produk Indonesia Laku di Eropa: Penyelesaian Perundingan Indonesia-EU CEPA
DW.com - Kunci Produk Indonesia Laku di Eropa: Penyelesaian Perundingan Indonesia-EU CEPA

Anuga 2019, salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di dunia sedang digelar di Köln, Jerman. Indonesia mengikutsertakan kurang lebih 24 perusahaan bidang kuliner dalam pameran yang sudah berumur 100 tahun tersebut. "Jadi ini merupakan suatu upaya dalam konteks strategi ekonomi Indonesia. Kita ingin penetrasi pasar yang lebih intensif lagi, yang lebih agresif lagi,” kata Duta Besar Indonesia untuk Jerman Arief Havas Oegroseno.

Menurut diskusi Havas dan para peserta pameran, peminat produk makanan dan minuman Indonesia sangat tinggi dan berasal dari negara yang beragam, mulai dari Eropa, Amerika, hingga Australia. Havas mengklaim selera masyarakat Eropa terutama Jerman dapat dipenuhi oleh industri Indonesia dengan didasari penelitian pasar yang telah dilakukan.

Tarif impor menyusahkan produsen

Namun di samping keunggulan produk nusantara yang dapat perhatian di Eropa, terdapat rintangan yang memberatkan para produsen Indonesia, yaitu soal tarif impor. "Tantangan utama itu tarif. Jadi banyak produk yang sama ya, dengan negara ASEAN lain seperti Filipina, mereka menikmati tarif 0%. Kita tarifnya ada yang kena 15 %, 20 %, karena kita negara anggota G20. Jadi sebagai negara G20 kita mendapat tarifnya, tarif G20,” kata Havas.

Havas memberi contoh produk Indonesia yaitu gula merah, tuna kalengan dan rajungan yang sangat diminati di Eropa. Tetapi karena Indonesia dikenakan tarif impor yang menyebabkan harga tinggi, pembeli lebih memilih produk dari negara lain yang harganya lebih murah.

I-EU CEPA akan jadi solusi

Hal senada juga diutarakan oleh Alkafia Aswandi, Wakil Direktur Pusat Promosi Perdagangan Indonesia Hamburg. Alkafia menjelaskan untuk menghindari tarif impor tersebut perundingan Indonesia—European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) harus segera diselesaikan. "Targetnya dari Kementerian Perdagangan, tahun depan itu sudah berlaku lah I-EU CEPA-nya,” ujarnya.

Dengan penerapan perjanjian perdagangan bebas tersebut, Alkafia percaya produk Indonesia akan lebih dapat bersaing. Selain itu ia juga mendorong para produsen Indonesia untuk lebih memperhatikan sertifikasi agar dapat diterima di pasar Eropa. "Sertifikasinya apakah itu fair trade kah, organik kah, atau mungkin dari segi manajemennya, ISO-nya,” tambahnya.

Bekal sertifikasi untuk buka kesempatan di Eropa

Salah satu peserta pameran dari Indonesia adalah Helmi Wartono dari CV Hasil Barokah Mandiri. "Harapannya dengan ikut pameran Anuga ini produk kita dapat masuk di pasaran Eropa. Khususnya organik, karena produk kita adalah gula kelapa yang berorganik, kita ada sertifikat organiknya,” katanya. Helmi menambahkan pentingnya sertifikasi untuk memasuki pasar Eropa karena kini gaya hidup sehat sangat diperhatikan oleh konsumen.

Pameran makanan dan minuman Anuga 2019 diselenggarakan mulai dari 5 Oktober hingga 9 Oktober 2019. Lebih dari 7.400 peserta pameran dari seluruh dunia mempresentasikan produk dan layanan mereka kepada para pengunjung. Segmen yang ada dari mulai bahan makanan, makanan siap saji hingga makanan beku menghadirkan inovasi pada industri makanan dan minuman.

Wawancara pada artikel ini dilakukan oleh Yusuf Pamuncak dan Ayu Purwaningsih.



Puluhan pelaku bisnis Indonesia ambil bagian dalam pameran makanan dan minuman dwi tahunan Anuga 2019. Pasar Eropa kini berorientasi pada produk organik, vegan, dan halal.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Khawatir Perebakan Virus Korona, Saudi Tangguhkan Umrah untuk Sementara Waktu
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:01 WIB
Arab Saudi hari Rabu (26/2) menangguhkan pelaksanaan umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah ...
Sejumlah Negara Kuat Nyatakan ‘Keprihatinan Serius soal Program Nuklir Iran
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:01 WIB
Beberapa kekuatan dunia, yang masih mengakui perjanjian nuklir dengan Iran menyatakan ‘keprihatina...
AS Khawatir China akan Ketuai Badan Paten PBB
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:01 WIB
Pemerintah Amerika khawatir melihat kemungkinan seorang pejabat China akan menjadi kepala badan pate...
Dunia Bersiap Hadapi Perjuangan Panjang Melawan Virus Korona
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Para petugas membersihkan semua barang, mulai dari mata uang dan uang kertas hingga bus-bus. Pangkal...
Pasca Kerusuhan Berdarah, PM India Minta Warga Tenang 
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi meminta masyarakat untuk tenang setelah kerusuhan berdarah selam...
Trump: Virus Korona di AS “Tidak akan Capai Skenario Terburuk”
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Presiden Donald Trump mengatakan ia tidak percaya wabah virus korona “akan mencapai skenario terbu...
Cerita Humaidi, yang Gagal Dievakuasi dari Wuhan dan Semangat Untuknya
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Evakuasi warga negara Indonesia (WNI ) dari Wuhan awal Februari lalu ternyata masih menyisakan 7 WNI...
Karena Wabah Virus Korona, Latihan Militer AS-Korsel Ditunda
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Para pejabat kesehatan dunia kini memfokuskan perhatian mereka pada usaha-usaha untuk menghentikan p...
AS Tuding Iran Batasi Informasi Soal Virus Korona
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Amerika Serikat meningkatkan kecamannya terhadap cara Iran menangani wabah virus korona, dan menudin...
Pasukan Keamanan Dikerahkan untuk Pulihkan Ketenangan di New Delhi
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Pasukan keamanan dikerahkan di beberapa wilayah di ibu kota India, Kamis (26/2), di mana bentrokan k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)