A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 56

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 56
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 58

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 58
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

news-mitra/////nobel-kedokteran-2019-diberikan-kepada-peneliti-yang-buka-jalan-pengobatan-anemia" />
Nobel kedokteran 2019 diberikan kepada peneliti yang buka jalan pengobatan anemia
Elshinta
Rabu, 09 Oktober 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Nobel kedokteran 2019 diberikan kepada peneliti yang buka jalan pengobatan anemia
BBC Indonesia - Nobel kedokteran 2019 diberikan kepada peneliti yang buka jalan pengobatan anemia

Tiga ilmuwan yang menguak bagaimana sel merasakan dan beradaptasi pada tingkat oksigen tertentu memenangkan Penghargaan Nobel 2019.

Sir Peter Ratcliffe dari University of Oxford dan Francis Crick Institute, William Kaelin dari Harvard, dan Gregg Semenza dari Johns Hopkins University bersama-sama memenangkan penghargaan bidang fisiologi atau kedokteran.

Penelitian mereka dipandang dapat membuka jalan bagi pengobatan baru anemia dan bahkan kanker.

Peran pengindraan-oksigen juga diteliti terkait dengan penyakit gagal jantung dan paru-paru kronis.

Hak atas foto ALBERT AND MARY LASKER FOUNDATION.
Image caption William Kaelin, Sir Peter Ratcliffe dan Gregg Semenza.

Swedish Academy, pihak yang memberikan penghargaan menyatakan: "Peran penting dan mendasar oksigen telah dipahami selama berabad-abad, tapi bagaimana sel menyesuaikan diri terhadap tingkat oksigen belum diketahui sejak lama."

Tingkat oksigen bervariasi di dalam tubuh manusia, terutama:

  • saat kita berolahraga
  • di ketinggian
  • setelah luka mengganggu pasokan darah

Dan ketika tingkatnya anjlok, sel segera harus menyesuaikan metabolismenya.

Mengapa temuan ini penting?

Kemampuan tubuh dalam pengindraan-oksigen mempunyai andil dalam sistem kekebalan dan pada tahap permulaan pertumbuhan di dalam rahim.

Jika tingkat oksigen rendah, tubuh dapat memicu produksi sel darah merah atau pembentukan pembuluh darah untuk mengatasinya.

Semakin banyak sel darah merah berarti tubuh mampu membawa lebih banyak oksigen. Karena itulah banyak atlet berlatih di ketinggian.

Jadi, obat yang dapat meniru kondisi tersebut mungkin akan efektif untuk mengobati anemia.

Sementara tumor dapat membajak proses ini untuk membentuk pembuluh darah baru dan bertumbuh.

Dengan demikian obat yang dapat membalikkan proses ini, kemungkinan dapat menghentikan pertumbuhan kanker.

"Pekerjaan ketiga ilmuwan ini dan tim mereka telah membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik terkait keadaan yang umum dan berbahaya ini, serta strategi baru untuk mengobatinya," kata Dr Andrew Murray dari University of Cambridge.

"Selamat kepada tiga pemenang baru Nobel. Mereka sangat berhak menerimanya."

Bagaimana proses ini ditemukan?

Tingkat hormon erythropoietin (EPO) tampak naik ketika oksigen bergerak turun.

Para ilmuwan menemukan bahwa kenaikan ini disebabkan sekelompok protein bernama hypoxia-inducible factor (HIF) yang mengubah perilaku DNA.

Penelitian selanjutnya memperlihatkan ketika tingkat oksigen normal, sel secara teratur menghasilkan HIF, yang kemudian dihancurkan protein lainnya, VHL.

Tetapi ketika tingkat oksigen turun, VHL tidak lagi mampu menghancurkan HIF, sehingga mengubah perilaku DNA.

Pemenang sebelumnya:

2018 - James P Allison dan Tasuku Honjo menemukan cara mengatasi kanker dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh

2017- Jeffrey Hall, Michael Rosbash dan Michael Young menemukan cara tubuh mempertahankan jam tubuh

2016 - Yoshinori Ohsumi menemukan cara sel tetap sehat dengan mendaur ulang limbah

2015 - William C Campbell, Satoshi ?mura dan Youyou Tu karena temuan obat anti-parasit

2014 - John OKeefe, May-Britt Moser dan Edvard Moser, penemu sistem navigasi otak

2013 - James Rothman, Randy Schekman, dan Thomas Sudhof menemukan cara sel mengedarkan materi

2012 - John Gurdon dan Shinya Yamanaka karena mengubah sel dewasa menjadi sel punca

2011 - Bruce Beutler, Jules Hoffmann dan Ralph Steinman karena mengubah besar-besaran pemahaman cara tubuh mengatasi infeksi

2010 - Robert Edwards karena menemukan perawatan kesuburan bayi tabung (IVF)

2009 - Elizabeth Blackburn, Carol Greider dan Jack Szostak karena menemukan telomeres di akhir kromosom

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM India, Presiden China Adakan KTT di Tengah Ketegangan Hubungan
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Sebuah KTT tidak resmi antara Presiden China Xi Jin-ping dan PM India Narendra Modi dimulai hari Jum...
Polisi Ceko Tahan 31 Fans Sepak Bola Jelang Pertandingan Ceko-Inggris
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Polisi Ceko telah menahan 31 fans sepak bola sebelum pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 antar...
AS, China Capai Persetujuan Awal, Hindari Kenaikan Tarif
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Presiden Trump hari Jumat (11/10) mengumumkan bahwa Washington dan Beijing telah mencapai kesepakata...
Panglima Militer Thailand Deklarasikan Perang dengan Para Pengkritiknya
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Panglima militer Thailand hari Jumat (11/10) mendeklarasikan perang dengan pengkritiknya, dan memper...
Bersiap Hadapi Badai Hagibis, Jepang Sarankan Ratusan Ribu Orang Mengungsi
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Jepang bersiap menghadapi badai terbesar dalam 60 tahun terakhir. Badai yang dinamakan Hagibis itu d...
Australia, Fiji akan Mengirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Timur Tengah
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Australia dan Fiji berencana akan mengirimkan pasukan bersama PBB, yang memiliki misi menjaga perdam...
Hadapi Ancaman Iran, AS Mengerahkan 3.000 Pasukan ke Arab Saudi
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Amerika Serikat mengumumkan pengerahan pasukan militer tambahannya ke Arab Saudi pada hari Jumat (11...
Satu Orang Tewas Saat Topan Hagibis Mendekati Jepang
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Satu orang tewas dan lebih dari satu juta orang di Jepang disarankan untuk mengungsi akibat topan te...
WFP: 100.000 Warga Suriah Lari dari Ofensif Turki
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan sejauh ini ada lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat ting...
Xi dan Modi Bertemu Bahas Perdagangan, Perbatasan
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:42 WIB
Para pemimpin India dan China bertemu dalam sebuah KTT tidak resmi pada Sabtu (12/10). Kedua pemimpi...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)