Di Australia, Lulusan Universitas Top Malah Mendapat Gaji Kecil
Elshinta
Rabu, 09 Oktober 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Di Australia, Lulusan Universitas Top Malah Mendapat Gaji Kecil
ABC.net.au - Di Australia, Lulusan Universitas Top Malah Mendapat Gaji Kecil

Ternyata bukan lulusan universitas terbaik di kota-kota besar Australia yang mendapat penghasilan tinggi setelah mereka memasuki dunia kerja.

Menurut laporan harian The Australian, lulusan dari universitas regional justru mendapat penghasilan rata-rata lebih tinggi.

Misalnya saja lulusan Universitas Charles Darwin yang mendapat gaji 10 persen lebih tinggi dari lulusan universitas lain yang berasal dari jurusan sama.

Lulusan dari universitas yang berada di negara bagian Northern Territory tersebut mendapat penghasilan sekitar AU$ 80 ribu, hampir Rp 800 juta, per tahun, setelah mereka lulus tiga tahun.

Survei pendapatan para lulusan universitas di Australia yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Australia.

Universitas New South Wales berada di tempat kedua, dengan rata-rata pendapatan AU$ 80 ribu, disusul lulusan dari Central Queensland University, University of New England dan Charles Sturt University.

Lulusan universitas yang dianggap terbaik di Australia seperti University of Sydney (AU$77.300), Australian National University (AU$77.200), dan Monash University (AU$72.500) berada di peringkat.

Sementara lulusan University of Melbourne mencatat rata-rata pendapatan hanya AU$ 68.900.

Rata-rata pendapatan lulusan universitas di Australia setelah tiga tahun bekerja adalah AU$ 73.000.

Dari Graduate Outcomes Survey — Longitudinal, dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Australia, Dan Tehan juga menyatakan 90 persen lulusan universitas mendapat pekerjaan penuh dalam tiga tahun, setelah mereka bekerja.

Departemen Pendidikan Australia sekarang akan memberikan dana tambahan sebanyak AU$ 80 juta, sekitar Rp 800 miliar kepada universitas, namun dikaitkan dengan bagaimana kelulusan universitas itu mendapatkan pekerjaan di bidang mereka.

"Kita tidak bisa lengah." kata Menteri Pendidikan Dan Tehan.

"Penting sekali universitas kita terus melanjutkan guna menghasilkan lulusan yang diperlukan oleh dunia ekonomi."

"Bila kita berhasil meningkatkan dari 90 persen menjadi 95 persen lulusan mendapat kerja, maka tingkat produktivitas ekonomi akan lebih tinggi lagi." kata Dan Tehan kepada The Australian.

Perbedaan pendapatan antara pria dan wanita

Survei juga menunjukkan masih adanya perbedaan pendapatan antara pria dan wanita di banyak lapangan kerja, dengan lulusan pria mendapat gaji lebih tinggi dari lulusan perempuan di 13 dari 20 jenis pekerjaan.

Di bidang arsitektur, lulusan pria mendapat gaji AU$ 12.900 (sekitar Rp 130 juta) atau 17 persen lebih tinggi dari lulusan perempuan, tiga tahun setelah mereka lulus.

Perbedaan pendapatan di bidang pertanian dan ilmu lingkungan sudah mencapai 10 persen.

Bahkan di bidang keperawatan, lulusan pria mendapat gaji 9 persen lebih tinggi dari lulusan wanita.

Lulusan pria juga lebih banyak menduduki jabatan manajerial dibandingkan lulusan perempuan tiga tahun setelah tamat.

Rektor Charles Darwin University, Simon Maddocks menyatakan bangga jika lulusan universitasnya bisa diserap di dunia kerja dan mendapat penghasilan tinggi.

Ia mengatakan hampir 70 persen mahasiswanya sekarang mendapat pelajaran lewat online, sehingga mereka tidak harus datang setiap hari ke kampus.

"Kami khususnya mampu menyesuaikan diri menyediakan fasilitas pengajaran bagi mereka yang tidak bisa datang ke kampus, mereka yang bekerja penuh waktu atau mereka yang memiliki keluarga." kata Prof Simon Maddocks.

"Ini banyak terjadi dengan mereka yang tinggal di daerah pedesaan dan regional." katanya.

"Jelas sekali lulusan bisa mendapat pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan dan dengan cepat membuat kontribusi penting bagi ekonomi lokal masing-masing." kata Prof Maddocks.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Khawatir Perebakan Virus Korona, Saudi Tangguhkan Umrah untuk Sementara Waktu
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:01 WIB
Arab Saudi hari Rabu (26/2) menangguhkan pelaksanaan umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah ...
Sejumlah Negara Kuat Nyatakan ‘Keprihatinan Serius soal Program Nuklir Iran
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:01 WIB
Beberapa kekuatan dunia, yang masih mengakui perjanjian nuklir dengan Iran menyatakan ‘keprihatina...
AS Khawatir China akan Ketuai Badan Paten PBB
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:01 WIB
Pemerintah Amerika khawatir melihat kemungkinan seorang pejabat China akan menjadi kepala badan pate...
Dunia Bersiap Hadapi Perjuangan Panjang Melawan Virus Korona
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Para petugas membersihkan semua barang, mulai dari mata uang dan uang kertas hingga bus-bus. Pangkal...
Pasca Kerusuhan Berdarah, PM India Minta Warga Tenang 
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi meminta masyarakat untuk tenang setelah kerusuhan berdarah selam...
Trump: Virus Korona di AS “Tidak akan Capai Skenario Terburuk”
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Presiden Donald Trump mengatakan ia tidak percaya wabah virus korona “akan mencapai skenario terbu...
Cerita Humaidi, yang Gagal Dievakuasi dari Wuhan dan Semangat Untuknya
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Evakuasi warga negara Indonesia (WNI ) dari Wuhan awal Februari lalu ternyata masih menyisakan 7 WNI...
Karena Wabah Virus Korona, Latihan Militer AS-Korsel Ditunda
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Para pejabat kesehatan dunia kini memfokuskan perhatian mereka pada usaha-usaha untuk menghentikan p...
AS Tuding Iran Batasi Informasi Soal Virus Korona
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Amerika Serikat meningkatkan kecamannya terhadap cara Iran menangani wabah virus korona, dan menudin...
Pasukan Keamanan Dikerahkan untuk Pulihkan Ketenangan di New Delhi
Jumat, 28 Februari 2020 - 02:00 WIB
Pasukan keamanan dikerahkan di beberapa wilayah di ibu kota India, Kamis (26/2), di mana bentrokan k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)