Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi Kacaukan Produksi
Elshinta
Selasa, 17 September 2019 - 09:04 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi Kacaukan Produksi
VOA Indonesia - Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi Kacaukan Produksi
Perusahaan raksasa penghasil minyak dunia milik Arab Saudi menyatakan, serangan pesawat nirawak (drone) terhadap dua fasilitas minyaknya telah menghentikan produksi 5,7 juta barel minyak per hari. Gangguan yang berlarut-larut dapat menyebabkan kenaikan tajam harga minyak di seluruh dunia. Pemberontak Houthi dukungan Iran di Yaman telah mengklaim serangan tersebut. Namun Amerika Serikat menuding langsung Teheran sebagai pelaku serangan itu. Pemberontak Houthi Yaman mengaku telah mengerahkan 10 drone untuk menyerang fasilitas pengolahan dan sebuah ladang minyak milik perusahaan minyak raksasa milik pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco. Pemimpin Houthi Muhammad al-Bukhaiti mengatakan, “Kami memanfaatkan kerentanan dalam sistem pertahanan Saudi dan kami membuat drone sendiri untuk menghindari sistem ini. Wilayah udara Saudi dan Emirat menjadi terbuka bagi kami setelah sistem pertahanan udara mereka gagal menemukan drone kami.” Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo telah membantah klaim tersebut dalam cuitannya yang menyatakan tidak ada bukti bahwa drone tersebut berasal dari Yaman dan menuding Iran sebagai pelaku serangan-serangan tersebut. Dalam cuitannya hari Minggu, Presiden Amerika Donald Trump mengancam konsekuensi yang dihadapi pelaku dan menunggu pernyataan Saudi mengenai siapa yang diyakini sebagai pelaku serangan tersebut. Sebelumnya pada hari Minggu, Presiden Iran Hassan Rouhani membantah keterlibatan Teheran. Presiden Rouhani mengatakan, “Amerika, bukannya mengakui bahwa kehadiran mereka di kawasan, di Suriah, di Yaman, dan di daerah-daerah lainnya menimbulkan masalah, kerap menyalahkan negara-negara di kawasan dan para pejuang Yaman yang berani.” Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Teheran telah bertempur melawan koalisi pimpinan Saudi sejak menyingkirkan presiden Yaman pada tahun 2015. Pompeo telah berulang kali menuduh Iran menggoyahkan kawasan tersebut. Menteri Luar Negeri Pompeo mengatakan, Iran mendukung milisi-milisi dan kelompok-kelompok teroris proksinya. Iran adalah penjual senjata untuk pemberontak Houthi di Yaman. Dan Iran melancarkan kampanye peretasan siber.” Para pejabat Saudi menyatakan tidak ada yang tewas dalam serangan-serangan hari Sabtu, tetapi produksi minyak harus dihentikan. Menteri Energi Abdulaziz bin Salman mengatakan sebagian dari produksi yang berkurang itu akan dapat diganti oleh minyak dari fasilitas-fasilitas penyimpanan Arab Saudi yang sangat besar. Tetapi para analis memperingatkan bahwa jika Saudi tidak dapat memulihkan produksi dengan cepat, harga bahan bakar dapat meningkat di seluruh dunia. Serangan-serangan pada hari Sabtu itu terjadi hanya beberapa hari menjelang dibukanya sidang Majelis Umum PBB pada Rabu mendatang. [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mantan Wali Kota Teheran Jadi Ketua Parlemen
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Parlemen Iran telah memilih mantan wali kota Teheran yang memiliki hubungan erat dengan Garda Revol...
Perludem Serukan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta KPU, pemerintah, dan DPR untuk mengevaluas...
Jokowi Prediksi Tren Pariwisata akan Berubah di Era New Normal
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul pada masa pandemi ini. Pergeseran...
Turki Operasikan Kembali Layanan Kereta Antarkota
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Layanan kereta antarkota kembali dioperasikan secara terbatas di Turki, Kamis (28/5), menyusul keput...
Iran: Pembatalan Keringanan Sanksi Nuklir AS Tidak Akan Berdampak
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Iran menyatakan langkah AS untuk membatalkan keringanan sanksi-sanksi terakhir dari perjanjian nukli...
India Bela Penggunaan Hydroxychloroquine untuk Virus
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Pejabat India, Kamis (28/5) membela penggunaan hydroxychloroquine sebagai obat pencegahan dan pengob...
Sekjen PBB Desak Persatuan dan Solidaritas dalam Mengatasi Covid-19
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Kamis (28/5) menyerukan "persatuan dan solidaritas" dalam ...
Nissan Akan Tutup Pabrik di Indonesia dan Spanyol
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Perusahaan mobil Nissan, Kamis (28/5), mengumumkan akan menutup dua pabriknya di Spanyol dan Indones...
Israel akan Lanjutkan Aneksasi Kawasan Tepi Barat
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berulang kali menyatakan, salah satu tujuan pemerintahnya ...
Tempat-tempat Kerja Beralih Peran untuk Perangi Virus Corona
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Ketika permintaan akan barang dan jasa anjlok karena penyebaran COVID-19, perusahaan-perusahaan di s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV