A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 56

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 56
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 58

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 58
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

news-mitra/////serangan-terhadap-fasilitas-minyak-saudi-kacaukan-produksi" />
Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi Kacaukan Produksi
Elshinta
Selasa, 17 September 2019 - 09:04 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi Kacaukan Produksi
VOA Indonesia - Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi Kacaukan Produksi
Perusahaan raksasa penghasil minyak dunia milik Arab Saudi menyatakan, serangan pesawat nirawak (drone) terhadap dua fasilitas minyaknya telah menghentikan produksi 5,7 juta barel minyak per hari. Gangguan yang berlarut-larut dapat menyebabkan kenaikan tajam harga minyak di seluruh dunia. Pemberontak Houthi dukungan Iran di Yaman telah mengklaim serangan tersebut. Namun Amerika Serikat menuding langsung Teheran sebagai pelaku serangan itu. Pemberontak Houthi Yaman mengaku telah mengerahkan 10 drone untuk menyerang fasilitas pengolahan dan sebuah ladang minyak milik perusahaan minyak raksasa milik pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco. Pemimpin Houthi Muhammad al-Bukhaiti mengatakan, “Kami memanfaatkan kerentanan dalam sistem pertahanan Saudi dan kami membuat drone sendiri untuk menghindari sistem ini. Wilayah udara Saudi dan Emirat menjadi terbuka bagi kami setelah sistem pertahanan udara mereka gagal menemukan drone kami.” Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo telah membantah klaim tersebut dalam cuitannya yang menyatakan tidak ada bukti bahwa drone tersebut berasal dari Yaman dan menuding Iran sebagai pelaku serangan-serangan tersebut. Dalam cuitannya hari Minggu, Presiden Amerika Donald Trump mengancam konsekuensi yang dihadapi pelaku dan menunggu pernyataan Saudi mengenai siapa yang diyakini sebagai pelaku serangan tersebut. Sebelumnya pada hari Minggu, Presiden Iran Hassan Rouhani membantah keterlibatan Teheran. Presiden Rouhani mengatakan, “Amerika, bukannya mengakui bahwa kehadiran mereka di kawasan, di Suriah, di Yaman, dan di daerah-daerah lainnya menimbulkan masalah, kerap menyalahkan negara-negara di kawasan dan para pejuang Yaman yang berani.” Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Teheran telah bertempur melawan koalisi pimpinan Saudi sejak menyingkirkan presiden Yaman pada tahun 2015. Pompeo telah berulang kali menuduh Iran menggoyahkan kawasan tersebut. Menteri Luar Negeri Pompeo mengatakan, Iran mendukung milisi-milisi dan kelompok-kelompok teroris proksinya. Iran adalah penjual senjata untuk pemberontak Houthi di Yaman. Dan Iran melancarkan kampanye peretasan siber.” Para pejabat Saudi menyatakan tidak ada yang tewas dalam serangan-serangan hari Sabtu, tetapi produksi minyak harus dihentikan. Menteri Energi Abdulaziz bin Salman mengatakan sebagian dari produksi yang berkurang itu akan dapat diganti oleh minyak dari fasilitas-fasilitas penyimpanan Arab Saudi yang sangat besar. Tetapi para analis memperingatkan bahwa jika Saudi tidak dapat memulihkan produksi dengan cepat, harga bahan bakar dapat meningkat di seluruh dunia. Serangan-serangan pada hari Sabtu itu terjadi hanya beberapa hari menjelang dibukanya sidang Majelis Umum PBB pada Rabu mendatang. [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri Dalam Negeri Australia Kecam Partai Komunis China
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Salah seorang menteri kabinet Australia yang paling senior telah menuduh Partai Komunis China bertin...
Kurdi Raih Perjanjian dengan Militer Suriah untuk Lawan Turki
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Pasukan pemerintah Suriah akan mengerahkan personel di sepanjang perbatasan Turki untuk membantu mel...
Orang Tua Remaja Inggris ke AS Temui Pengemudi yang Tewaskan Putranya
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Orang tua dari remaja Inggris yang tewas saat motornya bertabrakan dengan mobil yang diduga dikendar...
Kompleks PBB di Mogadishu Diserang Mortir, Beberapa Terluka
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Misi PBB di Somalia mengatakan beberapa orang terluka saat peluru mortir mengenai komplek PBB dan Un...
Ratusan Migran Ditahan di Pusat Penahanan Meksiko
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Ratusan migran dari Afrika, Karibia dan Amerika Tengah ditahan di sebuah fasilitas penahanan migran ...
Jepang Cari Korban Hilang Pasca Taifun
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Tim SAR menggali lumpur dan mencari para korban yang masih hilang di kawasan dekat sungai-sungai yan...
Hadapi Tuduhan Terkait Narkoba, Kepala Kepolisian Filipina Mundur
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Kepala kepolisian nasional Filipina telah mengundurkan diri setelah menghadapi berbagai tuduhan dala...
India Pulihkan Sebagian Jaringan Ponsel di Kashmir
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
India akhirnya memulihkan beberapa jaringan layanan telepon seluler di Kashmir pada hari Senin (14/1...
Hasil Pilpres Afghanistan Siap Diumumkan Akhir Oktober
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Para pejabat pemilihan Afghanistan mengatakan hasil pemilihan presiden yang tertunda, setelah terjad...
Pemimpin Separatis Catalunya Dihukum 9 dan 13 Tahun Penjara
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:38 WIB
Mahkamah Agung Spanyol memvonis sembilan mantan pemimpin separatis Catalunya, Senin (14/10). Hukuman...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin