Mantan Marinir AS yang Ditahan Moskow Tolak Operasi Meski Sakit Kronis
Elshinta
Kamis, 12 September 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mantan Marinir AS yang Ditahan Moskow Tolak Operasi Meski Sakit Kronis
VOA Indonesia - Mantan Marinir AS yang Ditahan Moskow Tolak Operasi Meski Sakit Kronis
Seorang mantan Marinir AS yang ditahan di penjara Rusia atas tuduhan mata-mata telah menolak dioperasi terkait penyakit kronis yang dideritanya. Paul Whelan, seorang pengusaha Amerika yang ditahan di penjara Lefortovo di Moskow sejak Desember, telah dijadwalkan untuk menjalani operasi hernia inguinalis yang dideritanya setelah kembali ke Amerika awal tahun ini. Whelan yang sering berkunjung ke Rusia itu ditahan di Metropol Hotel pusat Kota Moscow pada 28 Desember dan dituduh membawa rahasia negara Rusia pada sebuah flash drive yang diberikan kepadanya oleh orang yang tidak disebutkan namanya. Kedutaan Besar AS di Moskow dan keluarga Whelan sejak lama menentang penahanannya, bersikeras bahwa tuduhan terhadapnya palsu dan ia berulang kali menolak permintaan perawatan medis dan komunikasi dengan keluarga. Pejabat Moskow selama berbulan-bulan membantah Whelan memiliki kondisi medis, tetapi pada 23 Agustus, ambulans dipanggil ke ruang sidang Moskow setelah Whelan mengatakan ia cedera karena seorang penjaga penjara yang memaksanya memindahkan barang-barang pribadi yang berat ke sel baru.  Hakim segera menghentikan persidangan guna pemeriksaan medis sebelum memutuskan penahanan praperadilannya harus diperpanjang hingga 29 Oktober. Menurut pengacara Whelan, Vladimir Zherebenkov, penduduk asli Michigan berusia 49 tahun itu itu diperiksa oleh dokter di Rumah Sakit Moskow #20 pada 6 September, yang mengonfirmasi ia menderita hernia yang memerlukan pembedahan.[my/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mantan Wali Kota Teheran Jadi Ketua Parlemen
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Parlemen Iran telah memilih mantan wali kota Teheran yang memiliki hubungan erat dengan Garda Revol...
Perludem Serukan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta KPU, pemerintah, dan DPR untuk mengevaluas...
Jokowi Prediksi Tren Pariwisata akan Berubah di Era New Normal
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul pada masa pandemi ini. Pergeseran...
Turki Operasikan Kembali Layanan Kereta Antarkota
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Layanan kereta antarkota kembali dioperasikan secara terbatas di Turki, Kamis (28/5), menyusul keput...
Iran: Pembatalan Keringanan Sanksi Nuklir AS Tidak Akan Berdampak
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Iran menyatakan langkah AS untuk membatalkan keringanan sanksi-sanksi terakhir dari perjanjian nukli...
India Bela Penggunaan Hydroxychloroquine untuk Virus
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Pejabat India, Kamis (28/5) membela penggunaan hydroxychloroquine sebagai obat pencegahan dan pengob...
Sekjen PBB Desak Persatuan dan Solidaritas dalam Mengatasi Covid-19
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Kamis (28/5) menyerukan "persatuan dan solidaritas" dalam ...
Nissan Akan Tutup Pabrik di Indonesia dan Spanyol
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Perusahaan mobil Nissan, Kamis (28/5), mengumumkan akan menutup dua pabriknya di Spanyol dan Indones...
Israel akan Lanjutkan Aneksasi Kawasan Tepi Barat
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berulang kali menyatakan, salah satu tujuan pemerintahnya ...
Tempat-tempat Kerja Beralih Peran untuk Perangi Virus Corona
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Ketika permintaan akan barang dan jasa anjlok karena penyebaran COVID-19, perusahaan-perusahaan di s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV