Banner imlek 2020 Banner imlek 2020
Intelijen Militer Jerman Perluas Penyelidikan Pengaruh Ekstrem Kanan di Bundeswehr
Elshinta
Rabu, 11 September 2019 - 07:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Intelijen Militer Jerman Perluas Penyelidikan Pengaruh Ekstrem Kanan di Bundeswehr
DW.com - Intelijen Militer Jerman Perluas Penyelidikan Pengaruh Ekstrem Kanan di Bundeswehr

Intelijen militer Jerman, Militärischer Abschirmdienst (MAD), memperluas penyelidikan soal pengaruh ekstremis kanan di militer Jerman Bundeswehr, kata beberapa media hari Selasa (10/09). Penyelidikan terutama fokus pada satuan elit militer Kommando Spezialkräfte (KSK).

Jumlah tentara di KSK yang diyakini bersimpati terrhadap ekstrem kanan "luar biasa tinggi," kata sebuah sumber kepada majalah berita "Der Spiegel".

Wakil Menteri Pertahanan Gerd Hoofe mengatakan kepada komisi pengawas militer di parlemen, meningkatnya jumlah ekstremis kanan di KSK memerlukan "penyelidikan lebih lanjut," tulis "DerSpiegel". Dia juga mengatakan, penyelidikan terhadap ekstremisme kanan di KSK telah menjadi prioritas bagi MAD.

Bundeswehr telah mengalami beberapa insiden penting dalam beberapa tahun terakhir terkait dengan ekstrem kanan, namun inilah pertama kalinya pasukan elit KSK berada di bawah pengawasan khusus.

KSK beranggotakan sekitar 1100 tentara dan sering diminta oleh NATO dan Amerika Serikat untuk membantu operasi anti-teror di Balkan dan Timur Tengah.

Kasus-kasus memprihatinkan

Menurut organisasi jaringan berita Redaktionsnetzwerk Deutschland, pengaruh ekstrem kanan terburuk terutama ada di satuan pasukan terjun payung yang berpusat di sekitar pangkalan militer Franz-Joseph-Strauss di Altenstadt, negara bagian Bayern. Pangkalan militer itu pernah jadi kepala berita pada 1990-an ketika MAD menemukan bahwa tentara di sana merayakan ulang tahun Hitler dan menyanyikan lagu-lagu partai Nazi.

MAD kini sedang menyelidiki anggota militer yang dekat dengan Franco A., seorang tentara yang mengejutkan Jerman ketika ia ditangkap tahun 2017. Franco A. ditangkap ketika sedang berusaha mengambil pistol dan amunisi yang disembunyikannya di bandara di Wina. Selain senjata ditemukan juga bahan peledak.

Franco A. dituduh merencanakan serangan terhadap para politisi dan tokoh masyarakat di Jerman yang dianggap "ramah terhadap pengungsi" dengan menyamar sebagai pengungsi dari Suriah. Dia bahkan sempat mendaftarkan diri dengan identitas yang salah sebagai pengungsi asal Suriah dan diterima di sebuah penampungan pengungsi di Jerman. Namun Franco A. kemudian dibebaskan dari tuduhan terorisme dan hanya dikenai sanksi karena "pelanggaran senjata".

MAD juga mengamati kelompok ekstremis kanan "Nordkreuz" yang giat di internet. Namun kapasitas pengumpulan-intelijen MAD dianggap terlalu kecil dan tidak punya cukup personel maupun sumber daya untuk melakukan penyelidikan seluas itu.

Kementerian Pertahanan Jerman telah mengisyaratkan bahwa mereka ingin memperkuat penyelidikan mengenai pengaruh ekstrem kanan di militer. (hp/ts)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV