Krisis Rohingya: Perkampungan warga dihancurkan untuk pembangunan fasilitas pemerintahan Myanmar
Elshinta
Rabu, 11 September 2019 - 07:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Krisis Rohingya: Perkampungan warga dihancurkan untuk pembangunan fasilitas pemerintahan Myanmar
BBC Indonesia - Krisis Rohingya: Perkampungan warga dihancurkan untuk pembangunan fasilitas pemerintahan Myanmar

Seluruh perkampungan warga Muslim Rohingya di Myanmar telah dihancurkan dan digantikan dengan barak-barak polisi, bangunan pemerintahan, serta kamp relokasi pengungsi, dari hasil temuan BBC.

Dalam tur bersama pemerintah Myanmar, BBC mengunjungi empat lokasi di mana sejumlah fasilitas dibangun di atas lahan yang berdasarkan gambar satelit sebelumnya merupakan kawasan permukiman warga Rohingya.

Pejabat setempat membantah pembangunan di atas kampung-kampung Rohingya di negara bagian Rakhine.

Pada 2017, lebih dari 700.000 warga Rohingya meninggalkan Myanmar saat berlangsung operasi militer.

PBB menggambarkan peristiwa itu sebagai "pembersihan etnis". Myanmar (yang juga disebut Burma) telah membantah aksi pembantaian besar-besaran oleh pasukannya.

Myanmar, negara mayoritas pemeluk agama Buddha, terus menyangkal pasukannya melakukan pembersihan etnis dan genosida. Sekarang negara itu mengatakan mereka siap menerima kembali beberapa pengungsi.

Akan tetapi, pada bulan lalu, upaya untuk mulai merepatriasi pengungsi Rohingya kembali gagal, setelah tak satu pun dari 3.450 orang yang disetujui Myanmar menaiki kendaraan yang telah disiapkan untuk mereka.

Mereka berdalih kurangnya pertanggungjawaban pemerintah atas aksi kejam yang terjadi pada 2017, dan ketidakpastian tentang apakah mereka akan mendapatkan kebebasan bergerak atau status kewarganegaraan.

Myanmar menyalahkan Bangladesh. Myanmar juga mengatakan bahwa mereka telah mempersiapkan diri untuk menerima kembali banyak pengungsi.

Untuk menunjukkannya, pemerintah Myanmar mengundang wartawan, termasuk BBC, untuk melihat fasilitas mereka.

Image caption Di sejumlah lokasi tidak terlihat jejak bekas perkampungan yang sebelumnya ditinggali warga muslim Rohingya

Akses menuju Rakhine biasanya sangat terbatas. Kami pergi ke sana bersama konvoi pemerintah, dan tidak diperkenankan untuk merekam video maupun mewawancarai orang di sana tanpa pengawasan polisi.

Namun kami dapat melihat dengan jelas bukti penghapusan komunitas Rohingya yang dilakukan dengan rapi.

Institut Kebijakan Strategis Australia, yang menganalisa foto satelit, memperkirakan setidaknya 40% perkampungan warga Rohingya yang rusak oleh aksi kekerasan pada tahun 2017 telah dihancurkan sepenuhnya.

Apa temuan BBC di Myanmar?

Pihak pemerintah membawa kami ke kamp transit Hla Poe Kaung, yang dikatakan mampu menampung 25.000 pengungsi yang kembali. Menurut rencana, mereka akan tinggal selama dua bulan di sana sebelum pindah ke permukiman permanen.

Kondisi kamp yang selesai dibangun tahun lalu itu pun buruk, toilet umumnya rusak. Bangunan itu didirikan di atas lahan yang sebelumnya merupakan dua kampung Rohingya, yaitu Haw Ri Tu Lar dan Thar Zay Kone, yang dihancurkan setelah aksi kekerasan tahun 2017.

Image caption Kamp transit Hla Poe Kaung dibangun untuk menampung 25.000 pengungsi yang kembali - namun didirikan di atas lahan yang sebelumnya merupakan lokasi dua kampung warga Rohingya

Ketika saya menanyakan kepada pengelola kamp Soe Shwe Aung tentang alasan mereka menghancurkan perkampungan Rohingya, ia membantah bahwa telah dilakukan penghancuran.

Namun saat saya menunjukkan foto satelit yang menunjukkan hal sebaliknya, ia lantas mengatakan bahwa ia belum lama menerima pekerjaan itu dan tidak bisa menjawab.

Kami lalu dibawa ke Kyein Chaung, kamp relokasi, tempat rumah-rumah telah dibangun dengan dana dari pemerintah Jepang dan India sebagai tempat tinggal jangka panjang bagi para pengungsi yang kembali.

Akan tetapi, kampung Rohingya bernama Myar Zin diratakan dengan tanah untuk membangun kamp ini, yang lokasinya dekat dengan barak-barak baru Polisi Penjaga Perbatasan - sebuah unit pasukan keamanan yang dituduh warga Rohingya berada di balik aksi penyiksaan kejam tahun 2017.

Berbicara tanpa disorot kamera, pejabat di sana mengonfirmasi penghancuran Kampung Myar Zin.

Interactive If returning refugees can’t go back to their original homes, they may be settled in "relocation sites" like Kyein Chaung. It, too, is built on the site of a Rohinya village.

23 December 2018

Kyein Chaung relocation camp

16 September 2017

Kyein Chaung relocation camp

Tepat di luar kota utama, Maungdaw, yaitu wilayah Myo Thu Gyi, yang dulunya berpenduduk lebih dari 8.000 warga Rohingya.

Pada September 2017, saya mendokumentasikan Myo Thu Gyi saat berkendara melewatinya dalam sebuah konvoi pemerintahan juga.

Banyak rumah yang sudah terbakar, namun bangunan-bangunan lebih besar masih utuh, dan pepohonan yang biasanya mengelilingi perkampungan Rakhine juga masih ada di sana kala itu.

Namun kini, saat melintasi daerah Myo Thu Gyi yang sama, yang ada adalah kompleks pemerintahan dan kepolisian yang luas. Pepohonannya sudah tak ada.

Kami juga diajak ke Inn Din, desa yang terkenal akibat pembunuhan terhadap 10 pria muslim yang ditangkap pada September 2017, satu dari sedikit aksi kekejaman yang diakui oleh militer Myanmar.

Interactive Slide to see how much of Inn Din was destroyed except for the Rakhine Buddhist quarter. New police barracks has been built on the Muslim quarter.

19 April 2019

Inn Din camp

22 September 2017

Inn Din camp

Sekitar tiga perempat populasi Inn Din adalah Muslim, sementara sisanya adalah pemeluk Buddha. Kini, tidak ada jejak warga muslim yang tersisa. Wilayah Rakhine itu tenang dan damai.

Namun ketika Anda tiba di lokasi di mana sebelumnya berdiri rumah-rumah warga Rohingya, pepohonannya telah hilang, digantikan dengan pagar kawat yang mengelilingi barak-barak baru Polisi Penjaga Perbatasan yang luas.

Warga Budha Rakhine mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak akan pernah lagi menerima warga muslim tinggal berdampingan dengan mereka.

Apa artinya bagi para pengungsi