Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
VOA Indonesia - Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
Di tengah meruncingnya perselisihan sengit dengan Jepang, Korea Selatan memutuskan untuk membatalkan perjanjian berbagi data intelijen militer dengan Tokyo. Hal ini membuka perpecahan baru dalam kerjasama keamanan trilateral di antara Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Kantor istana presiden Korea Selatan, Gedung Biru, menyatakan hari Kamis (22/8), melanjutkan perjanjian yang ditandatangani untuk saling berbagi informasi militer yang sensitif tidak lagi menjadi kepentingan nasional negara itu. Seoul akan memberitahu Tokyo mengenai keputusannya sebelum tenggat hari Sabtu untuk memperbarui Perjanjian Keamanan Umum mengenai Informasi Militer (GISOMIA), sebut pernyataan itu. Keputusan untuk keluar dari perjanjian itu memperburuk ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang, yang terlibat dalam perselisihan yang berakar pada penggunaan tenaga kerja paksa oleh Jepang pada masa pendudukannya terhadap Korea. Langkah itu juga mengancam akan mengubah lebih jauh kerjasama keamanan mengenai prioritas Amerika seperti Korea Utara dan China. Dalam mengumumkan keputusannya, Korea Selatan menyebut keputusan Jepang baru-baru ini untuk mengeluarkan Seoul dari daftar mitra dagang terpercayanya. Disebutkan pula bahwa langkah itu diambil Jepang “tanpa memberi alasan jelas” dan telah menyebabkan “perubahan besar” dalam kerjasama keamanan antara kedua negara. Dampak langsung penarikan keluar dari perjanjian itu tidak jelas, karena perjanjian itu baru ditandatangani pada November 2016. “Saya berharap tidak ada dampak terhadap kebijakan, tetapi akan ada impan terhadap kerjasama militer dan intelijen,” kata David Maxwell, mantan anggota pasukan khusus Amerika di Angkatan Darat amerika, yang berdinas di Korea Selatan. “Informasi akan dibagi melalui perantara Amerika, kecuali jika Korea Selatan atau Jepang membuat situasi memburuk dengan menambahkan sejumlah peringatan seperti informasi yang mereka berikan tidak dapat dibagi ke pihak ketiga.” Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha mengatakan "keputusan untuk mundur dari GISOMIA merupakan isu terpisah dari aliansi Korea Selatan-Amerika,” sebut kantor berita Korea Selatan Yonhap. Keputusan itu, kata Kang, diambil karena ada “masalah kepercayaan” antara Seoul dan Tokyo, lapor Yonhap. Tetapi langkah itu tidak dapat dipisahkan dari aliansi Seoul dengan Washington, tegas Maxwell, yang kini bergabung dengan lembaga Foundation for Defense of Democracies yang berbasis di Washington. “Ini merusak keamanan nasional ketiga negara, meskipun Korea Selatan yang paling menderita,” jelasnya. Militer AS tidak menanggapi langsung permintaan berkomentar dari VOA. [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hujan Lebat Kembali Hantam Jepang, Sekitar 60 Orang Tewas
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Hujan lebat yang telah mengakibatkan banjir di wilayah selatan Jepang kini bergerak ke arah timur la...
China Buka Kantor Keamanan Nasional Baru di Hong Kong
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
China membuka kantor keamanan nasionalnya di Hong Kong pada hari Rabu (8/7). Ini merupakan bagian pe...
China Ancam Pembatasan Visa bagi Warga AS Terkait Tibet
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
China mengatakan, Rabu (8/7), negara itu akan memberlakukan pembatasan visa terhadap warga negara AS...
PM Inggris Bertanggung Jawab Atas Respons Terhadap Covid-19
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
PM Inggris Boris Johnson, Rabu (8/7) menyatakan ia memikul tanggung jawab penuh atas tanggapan negar...
Paus Fransiskus: Migran di Libya Hidup di ‘Neraka’ Penahanan
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Paus Fransiskus, Rabu (8/7) menyatakan bahwa ribuan migran di kamp-kamp penahanan Libya tinggal dala...
PBB: Ranjau Tewaskan 138 Orang di Libya sejak Akhir Mei
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Dalam video yang diposting secara luas awal Juni, seorang laki-laki duduk di tanah. Wajahnya penuh d...
Amnesty: Serangan Militer Myanmar Tewaskan Warga Sipil
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Militer Myanmar membunuh warga sipil, termasuk anak-anak, dalam pemboman tanpa pandang bulu di negar...
Trump: Pedoman Pembukaan Sekolah ‘Sangat Tidak Praktis’
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Presiden Amerika Donald Trump melecehkan pakar-pakar kesehatan hari Rabu (8/7). Ia menilai, rekomend...
Inggris Umumkan Langkah Buka Kembali Ekonomi
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Pemerintah Inggris meluncurkan paket bantuan stimulus, Rabu (8/7) dan berharap dapat memulai kembali...
Karantina Wilayah akibat Covid-19 Picu Polusi Sampah Plastik
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:49 WIB
Para pegiat lingkungan gembira melihat perubahan positif udara bersih, tingkat emisi karbon dioksida...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV